Kecewa Layanan Purna Jual HU Kenwood - sdh 3bln masalah tdk selesai
Pada 4 May 17 saya membeli sebuah produk Head Unit Kenwood tipe DDX417, sebuah produk HU yg baru saja di launching oleh Kenwood di Mar 17.
3 hari setelah pembelian saya dapatkan bahwa file2 DivX pada USB saya, kadang bisa disetel pada HU (tetapi seringnya tidak). Hal ini saya langsung laporkan dan bawa ke Service Center/Distributor Kenwood di Cideng bertemu dgn pa Azis sebagai teknisi.
Dari pemeriksaan didapati ada masalah dengan HU saya, dan ybs memberikan rekomendasi untuk mengganti "mesin" dari HU. Saya ikuti, dan seminggu kemudian saya datang kembali setelah mesin "baru" tersedia, untuk menggantikan mesin HU saya.
Setelah penggantian, pengecekan dilakukan langsung di tempat, didapatkan hasil yang sama, "mesin baru" HU masih "tidak stabil" menyetel file DivX. Bisa sekali, lalu HU di turn off & on, tidak bisa lagi. Baru bisa kalau HU di hard reset. tapi inipun bertahan selama HU tidak dimatikan.
Singkat kata, masalah ini tidak bisa ditangani service center dan ybs menginformasikan akan melapor ke Kenwood Indonesia dahulu. Saya meng-iyakan.
Dikarenakan kantor Kenwood indonesia sebagai prinsipal ada di gedung yang sama dengan perusahaan saya bekerja (Wisma Keiai), maka saya berinisiatif juga untuk melaporkan masalah ini langsung.
Kurang lebih 2 minggu setelah pembelian, saya pertama kali datang ke Kenwood Indonesia u/ melaporkan masalah ini, dan diterima baik oleh pa Saiful dan bu Niki yang membantu memfollow-up issue.
Keesokan harinya saya datang kembali untuk menyerahkan segala keperluan investigasi (1 Flash disk berisi belasan file DivX). Hari berlalu, saya f/u by phone untuk mengetahui seprti apa progressnya. Tak terasa 1.5 bulan berlalu tanpa "progress dan solusi sementara" untuk saya yang praktis hampir tidak dapat menggunakan fasilitas melihat file film/divX. Kenapa saya bilang tidak ada "progress dan solusi sementara", karena diinformasi, masalah pada HU masih sedang diinvestigasi - mulai dari di investigasi di pabrik di karawang dan selanjutnya di investigasi di singapura.
Tanpa adanya progress dan solusi sementara, akhirnya saya menanyakan perihal tukar produk lain, dengan fitur yang kurang lebih sama tetapi lebih stabil dan biaya penambahan yang tidak signifikan (sebagai kompensasi kesalahan produk), dari Kenwood Indonesia saya diarahkan untuk berkomunikasi dengan Distributor/Service Center yang di cideng.
3 Minggu berlalu untuk progress "tanya jawab" dengan pa Verri (sebagai sales di Distributor) perihal penukaran produk. Hanya 2 opsi produk yang diberikan, 1. tukar dgn produk tipe A - saya harus menambah biaya sebesar 1 juta rupiah dan tipe B belum saya tanya selisih harganya karna lihat di online shop harganya tipe B ini lebih mahal lagi. Sungguh solusi yang "memudahkan penjual", karena membebankan kepada konsumen untuk membeli produk lain dengan harga yang tdk selisih jauh dengan harga di online shop. Bahkan untuk proses komunikasi penukaran inipun, awalnya saya diminta untuk kontak lewat toko tempat saya membeli dulu. Akhirnya penukaranpun tidak jadi dilakukan karena saya keberatan dengan opsi yang ditawarkan, dan pihak Distributor hanya menginformasikan bahwa saya "sabar" saja menunggu proses investigasi Kenwood Indonesia.
Tepat Kamis, 3 Agustus 2017 atau 3 bulan setelah pembelian, saya coba hubungi kembali Kenwood Indonesia untuk menanyakan sekaligus memberitahukan keluhan saya mengenai opsi tukar tambah yang diberikan. Pihak Kenwood Indonesia menginformasikan bahwa akan membantu f/u kembali dan juga menginformasikan perihal investigasi issue yang sedang di tangani oleh Jepang.
Yang sebelumnya saya selalu urungkan niat untuk membuat ulasan karena selain berharap ada temporary solusi yang diberikan, saya juga masih coba menjaga nama baik "saudara", karena saya juga pekerja disebuah perusahaan jepang. Namun setelah beberapa hari menunggu saya coba berbagi pengalaman saya ini untuk kebaikan bersama.
Sampai keluhan ini saya tulis di 8 Agustus 2017, saya masih belum mendapat kabar terakhir mengenai hal ini - yang memang sekarang sudah tidak saya tunggu lagi kabarnya, tidak seperti selama 3 bulan terakhir kemarin.
Apakah sebatas ini pelayanan after market yang dapat diberikan sebuah perusahaan besar atas produknya yang bermasalah?
terimakasih.
3 hari setelah pembelian saya dapatkan bahwa file2 DivX pada USB saya, kadang bisa disetel pada HU (tetapi seringnya tidak). Hal ini saya langsung laporkan dan bawa ke Service Center/Distributor Kenwood di Cideng bertemu dgn pa Azis sebagai teknisi.
Dari pemeriksaan didapati ada masalah dengan HU saya, dan ybs memberikan rekomendasi untuk mengganti "mesin" dari HU. Saya ikuti, dan seminggu kemudian saya datang kembali setelah mesin "baru" tersedia, untuk menggantikan mesin HU saya.
Setelah penggantian, pengecekan dilakukan langsung di tempat, didapatkan hasil yang sama, "mesin baru" HU masih "tidak stabil" menyetel file DivX. Bisa sekali, lalu HU di turn off & on, tidak bisa lagi. Baru bisa kalau HU di hard reset. tapi inipun bertahan selama HU tidak dimatikan.
Singkat kata, masalah ini tidak bisa ditangani service center dan ybs menginformasikan akan melapor ke Kenwood Indonesia dahulu. Saya meng-iyakan.
Dikarenakan kantor Kenwood indonesia sebagai prinsipal ada di gedung yang sama dengan perusahaan saya bekerja (Wisma Keiai), maka saya berinisiatif juga untuk melaporkan masalah ini langsung.
Kurang lebih 2 minggu setelah pembelian, saya pertama kali datang ke Kenwood Indonesia u/ melaporkan masalah ini, dan diterima baik oleh pa Saiful dan bu Niki yang membantu memfollow-up issue.
Keesokan harinya saya datang kembali untuk menyerahkan segala keperluan investigasi (1 Flash disk berisi belasan file DivX). Hari berlalu, saya f/u by phone untuk mengetahui seprti apa progressnya. Tak terasa 1.5 bulan berlalu tanpa "progress dan solusi sementara" untuk saya yang praktis hampir tidak dapat menggunakan fasilitas melihat file film/divX. Kenapa saya bilang tidak ada "progress dan solusi sementara", karena diinformasi, masalah pada HU masih sedang diinvestigasi - mulai dari di investigasi di pabrik di karawang dan selanjutnya di investigasi di singapura.
Tanpa adanya progress dan solusi sementara, akhirnya saya menanyakan perihal tukar produk lain, dengan fitur yang kurang lebih sama tetapi lebih stabil dan biaya penambahan yang tidak signifikan (sebagai kompensasi kesalahan produk), dari Kenwood Indonesia saya diarahkan untuk berkomunikasi dengan Distributor/Service Center yang di cideng.
3 Minggu berlalu untuk progress "tanya jawab" dengan pa Verri (sebagai sales di Distributor) perihal penukaran produk. Hanya 2 opsi produk yang diberikan, 1. tukar dgn produk tipe A - saya harus menambah biaya sebesar 1 juta rupiah dan tipe B belum saya tanya selisih harganya karna lihat di online shop harganya tipe B ini lebih mahal lagi. Sungguh solusi yang "memudahkan penjual", karena membebankan kepada konsumen untuk membeli produk lain dengan harga yang tdk selisih jauh dengan harga di online shop. Bahkan untuk proses komunikasi penukaran inipun, awalnya saya diminta untuk kontak lewat toko tempat saya membeli dulu. Akhirnya penukaranpun tidak jadi dilakukan karena saya keberatan dengan opsi yang ditawarkan, dan pihak Distributor hanya menginformasikan bahwa saya "sabar" saja menunggu proses investigasi Kenwood Indonesia.
Tepat Kamis, 3 Agustus 2017 atau 3 bulan setelah pembelian, saya coba hubungi kembali Kenwood Indonesia untuk menanyakan sekaligus memberitahukan keluhan saya mengenai opsi tukar tambah yang diberikan. Pihak Kenwood Indonesia menginformasikan bahwa akan membantu f/u kembali dan juga menginformasikan perihal investigasi issue yang sedang di tangani oleh Jepang.
Yang sebelumnya saya selalu urungkan niat untuk membuat ulasan karena selain berharap ada temporary solusi yang diberikan, saya juga masih coba menjaga nama baik "saudara", karena saya juga pekerja disebuah perusahaan jepang. Namun setelah beberapa hari menunggu saya coba berbagi pengalaman saya ini untuk kebaikan bersama.
Sampai keluhan ini saya tulis di 8 Agustus 2017, saya masih belum mendapat kabar terakhir mengenai hal ini - yang memang sekarang sudah tidak saya tunggu lagi kabarnya, tidak seperti selama 3 bulan terakhir kemarin.
Apakah sebatas ini pelayanan after market yang dapat diberikan sebuah perusahaan besar atas produknya yang bermasalah?
terimakasih.
















0 komentar: