Pages

Selasa, 09 Januari 2018

GoPro Resmi Umumkan Mundur Dari Bisnis Drone

GoPro secara resmi mengumumkan bahwa perusahaan menyerah di bisnis drone. Kabar mengejutkan ini diumumkan bersamaan dengan dirilisnya laporan pendapatan perusahaan. Dimana persaingan bisnis kamera drone yang kian sengit dan kesulitan mengantongi profit tak mampu membuat GoPro bertahan.

"Keputusan ini dibuat untuk menyelaaskan sumber daya perusahaan dengan kebutuhan bisnis," ungkap firma perusahaan dalam sebuah pernyataan.



Dalam laporan pendapatan, GoPro mencatatkan pendapatan pada kuartal keempat 2017 hanya sebesar US$340 juta atau merosot dari perkiraan sebesar US$470 juta. Angka itu bahkan menjadi pendapatan paling rendah perusahaan mulai go public pada 2014 lalu.

Seperti diketahui, penjualan drone Karma sebagai 'nomor dua terbesar', namun pangsa pasarnya tak mampu bersaing dengan produk besutan kompetitor. Margin bisnis aerial disebut sangat kompetitif.

"Faktor-faktor ini membuat GoPro tidak bisa mempertahankan bisnis divisi aerial dan akan menghentikan bisnis ini," tambahnya.

CEO GoPro Nicholas Woodman mengatakan, kini perusahaan tengah berupaya menunjukkan komitmennya untuk mengubah lanskap bisnis perusahaan di 2018.

''Strategi untuk menggabungkan piranti lunak dan piranti keras jadi salah satu strategi perusahaan untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas," jelas Woodman.

Meskipun telah menghentikan penjualan drone Karma, GoPro memastikan akan tetap memberikan dukungan dan layanan terhadap pemilik perangkat tersebut. Selain itu, GoPro dikabarkan akan merumahkan sekitar 200 hingga 300 karyawan pada awal 2018 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar