Takata kembali me-recall 3,3 juta airbag reflector yang terus berkembang, dengan jumlah sebanyak ini membuatnya menjadi yang terbesar dari jenisnya di Amerika Serikat.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh DetroitFreePress, aksi terbaru berkisar pada kantong air frontal yang salah pada kendaraan produksi tahun 2009, 2010, dan 2013 yang dibuat oleh berbagai merek mobil.
Adapun daftar mobil yang terkena dampak recall airbag adalah Audi, BMW, Daimler Vans, Fiat Chrysler Automobiles, Ford, General Motors, Honda, Jaguar Land Rover, Mazda, Mercedes-Benz, Mitsubishi, Subaru, dan Tesla. Model yang tepat akan diumumkan akhir bulan ini, dalam dokumen yang diserahkan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Inflator airbag Takata yang salah mencakup amonium nitrat, bahan kimia yang digunakan untuk membuat ledakan kecil yang mengisi kantong udara dengan cepat jika terjadi kecelakaan. Namun, diketahui bahwa ketika terkena suhu dan kelembaban tinggi, bahan kimia tersebut memburuk, menyebabkan tabung logam tersebut meledak dan menyebarkan pecahan peluru ke dalam kabin.
Sejauh ini, setidaknya 180 orang telah terluka oleh potongan logam di seluruh dunia, dan lebih dari 20 telah kehilangan nyawa mereka.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh sebuah monitor independen, yang dikutip oleh DetroitFreePress, menyatakan, sebanyak 43,1 juta inflator telah ditarik kembali sampai 15 September 2017, dimana hanya 18,5 juta yang telah diganti. (Carscoops, 9/1/2018)
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh DetroitFreePress, aksi terbaru berkisar pada kantong air frontal yang salah pada kendaraan produksi tahun 2009, 2010, dan 2013 yang dibuat oleh berbagai merek mobil.
Adapun daftar mobil yang terkena dampak recall airbag adalah Audi, BMW, Daimler Vans, Fiat Chrysler Automobiles, Ford, General Motors, Honda, Jaguar Land Rover, Mazda, Mercedes-Benz, Mitsubishi, Subaru, dan Tesla. Model yang tepat akan diumumkan akhir bulan ini, dalam dokumen yang diserahkan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Inflator airbag Takata yang salah mencakup amonium nitrat, bahan kimia yang digunakan untuk membuat ledakan kecil yang mengisi kantong udara dengan cepat jika terjadi kecelakaan. Namun, diketahui bahwa ketika terkena suhu dan kelembaban tinggi, bahan kimia tersebut memburuk, menyebabkan tabung logam tersebut meledak dan menyebarkan pecahan peluru ke dalam kabin.
Sejauh ini, setidaknya 180 orang telah terluka oleh potongan logam di seluruh dunia, dan lebih dari 20 telah kehilangan nyawa mereka.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh sebuah monitor independen, yang dikutip oleh DetroitFreePress, menyatakan, sebanyak 43,1 juta inflator telah ditarik kembali sampai 15 September 2017, dimana hanya 18,5 juta yang telah diganti. (Carscoops, 9/1/2018)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar