Didesak orang tua untuk menikah, seorang pemilik bar di Provinsi Zhejiang, China, bermarga Liu ditangkap Kepolisian Hangzhou setelah dilaporkan menghancurkan tokonya sendiri dan fasilitas umum. Dilansir dari SCMP, Liu ditemukan polisi dalam keadaan mabuk di salah satu toilet dengan tangan berlumuran darah dikelilingi beberapa pintu rusak.
Diketahui, Liu mengelola sebuah bar di Distirk Pengbu. Namun, sejak dibuka enam bulan lalu tidak mengangkat roda perekonomiannya. Akibat aksinya Liu kemudian dipenjara dan dikenakan denda 10.000 yuan, sekitar Rp 20,6 juta, merupakan salah satu pria yang kesulitan dalam menemukan tambatan hati.
Data dari Bank Dunia pada 2017 memaparkan, jumlah pria di China lebih banyak hingga 42 juta jiwa dibandingkan perempuan. Kesulitan mereka diperparah dengan keberadaan "harga penganti", sebutan untuk maskawin, yang membuat pria dari ekonomi menengah ke bawah tak bisa memenuhinya. Tekanan orangtua kepada anaknya makin meningkat terutama ketika Tahun Baru Imlek, di mana keluarga besar berkumpul dan saling menanyakan kehidupan pribadi maupun prospek anak mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar