
Dengan menggunakan mekanisme clockworm, seorang pria berusia 69 tahun asal Lucena City, Filipina bernama Ramon Salfan berhasil menciptakan sebuah kipas angin yang tidak membutuhkan listrik. Pengalamannya yang bekerja sebagai pembuat jam tangan, membuat dia menguasai keahlian yang mengkonseptualisasikan pada tahun 1996. Akan tetapi karena keterbatasan biaya, ia tak bisa menyelesaikan proyek tersebut secepatnya.
Butuh waktu lebih dari 20 tahun baru ia bisa menyelesaikan kipas angin tersebut. Salfan sendiri berasal dari suku kata pertama dari nama keluarganya, sementara 'fan' berarti kipas angin. Dengan pengamatan Ramon yang tajam, mekanisme kipas yang ia ciptakan sangat mirip dengan arloji, tapi tanpa baterai.
Meski bangga dengan apa yang ia ciptakan, Salfan mengaku tak mampu membeli suku cadang yang dibutuhkan untuk memperbaiki penemuannya. Ia juga tak bisa mendaftarkan paten untuk proyeknya di pemerintahan.
Hal ini dikarenakan, jarak dari tempat tinggalnya ke Manila telah menjadi penghalang agar karyanya bisa dikenali. Pada salah satu acara tv, Sunday ABS CBN, ia mengungkapkan bahwa uang yang bisa digunakan untuk ongkos, selalu berakhir dengan digunakan untuk memberi makan keluarga dengan 10 anak.
Acara tersebut membantu Salfan membawa temuannya ke kantor Institut Aplikasi dan Promosi Teknologi (TAPI) di Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (DOST), Taguig, Filipina. Menurut Senior Spesialis Riset Ilmu Pengetahuan, Janeth Cruzada, masih banyak yang harus dilakukan untuk mendaftarkan penemuan itu. Proses pendaftaran paten tersebut termasuk bukti bahwa temuan Salfan tidak identik dengan penemuan lain di seluruh dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar