Pages

Sabtu, 10 Februari 2018

Sekolah Di Jepang Tuai Protes Lantaran Pilih Seragam Merek Armani



Sebuah sekolah dasar di Ginza, Tokyo, Jepang, memicu protes dari kalangan orangtua murid, lantaran seragam murid sekolah tersebut akan mengenakan merek Armani, sebuah perusahaan fesyen terkenal dan mewah asal Italia.

Dilansir dari Japan Today, orangtua di sekolah dasar Taimei harus membeli seragam seharga 80.000 yen atau hampir Rp 10 juta, termasuk topi dan tas.

"Saya terkejut, dan bertanya-tanya, mengapa seragam merek mewah seperti itu dipilih untuk sekolah dasar negeri," kata seorang ibu yang tidak menyebutkan namanya. "Saya khawatir gagasan yang keliru bahwa sesuatu yang mahal itu baik dan sesuatu yang murah itu buruk akan tercetak di pikiran anak-anak," ucapnya.

Kepala sekolah SD Taimei, Toshitsugu Wada mengatakan keputusan untuk mengadopsi seragam yang dirancang Armani bertujuan menciptakan atmosfer yang sesuai dengan sekolah. Pejabat Taimei belum memberikan komentar. Namun, Wada berjanji akan memberikan penjelasan yang cukup mengenai rencana pembuatan seragam baru.

Seragam tersebut merupakan pakaian yang dipilih sekolah dan siswa tidak diwajibkan untuk memakainya. Namun, Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menganggap harga seragam baru sekolah tersebut sangat mahal. Sementara itu, Menteri Pendidikan Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan kementerian akan mempertimbangkan untuk mengambil langkah agar beban orangtua untuk membeli seragam sekolah anaknya tidak berlebihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar