Pages

Selasa, 14 Agustus 2018

Harley-Davidson Bergaya Prostreet Boyong 2 Penghargaan di Semarang

Setelah singgah di Kota Tangerang bulan Mei lalu, Suryanation Motorland Battle selanjutnya bertandang di kota Semarang, Jawa Tengah. Antusias para penggemar otomotif roda dua di kota Lumpia ternyata tidak kalah seru dengan kota-kota lainnya.


Setidaknya ada 120 peserta Custom Bike Contest yang ikut meramaikan ajang pecinta kustom culture ini. Acara yang diadakan di Lapangan Pusdik Penerbad, Bandara Ahmad Yani, Semarang pada Sabtu (11/8) ini mampu menarik pengunjung sebanyak 12.000an.

"Secara keseluruhan, kualitas peserta dan juga antusiasme pengunjung yang datang meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sampai dengan akhir acara, pengunjung tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang disediakan oleh tim Suryanation Motorland,” ujar Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Committee.


Dari 120-an peserta Custom Bike Contest yang berasal dari Semarang dan juga kota-kota lain di sekitarnya menampilkan hasil karya yang sangat inspiratif dan kreatif, hal ini membuat para juri kesulitan dalam menentukan pemenang. "Saya melihat Semarang terus meningkat kualitas motor customnya, ini membuat saya dan teman juri lain juga harus lebih detail dan objektif dalam proses ini," ujar Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycle Yogyakarta mewakili tim juri.

Walau begitu, pihak juri harus menentukan siapa pemenang di seri Suryanation Motorland Semarang ini, dan terpilihlah motor milik Arif Rohman Syaeful dari Sinyo Edan Custom asal Cimahi, Jawa Barat.


"Saya tidak menyangka bisa menang di Suryanation Motorland Battle Semarang, pastinya merasa senang dan bangga karena motor ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para juri. Semoga dengan kemenangan ini juga bisa menjadi kesempatan untuk bisa membawa motor ini bertanding ke kompetisi internasional seperti di Jepang dan Italia," ujar Arif.


Motor HD bergaya Prostreet dengan mesin 1900 cc milik Arif juga meraih 2 penghargaan sekaligus yaitu Best Painting serta juara 1 Chopper Bobber. Juri memilih motor ini menjadi yang terbaik karena tingkat kesulitan untuk membuat motor ini sangat tinggi seperti di bagian lengan ayun dengan penambahan parts parts khas motor premium.


Sementara itu untuk pertama kalinya Iconic Bike 2018 yang dibuat bersama oleh Lufti Ardika pemenang The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017 dengan Andhika

Pratama dari Kromworks diperlihatkan secara resmi. Saat ini proses pengerjaannya baru mencapai 80% dan akan segera diselesaikan di seri berikutnya. Motor ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang selain menikmati konten acara keren khas bikers.


Iconic bike buatan keduanya akan mengambil aliran boardtracker dengan menggunakan basis motor Harley Davidson Flathead tahun 1947. Motor ini menggabungkan konsep klasik dengan sentuhan modern pada beberapa partnya sehingga menghasilkan sebuah motor custom yang bisa menginspirasi orang lain pada saat mencari ide untuk membuat sebuah motor custom.

"Kami berharap semakin banyak builder-builder lokal yang lahir dan berkembang di ajang Suryanation Motorland sehingga menginspirasi pecinta custom culture lainnya untuk terus berkarya sesuai denga tema tahun ini yaitu “Live to Inspire," tutup Rizky Dwianto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar