Pasangan Rusia Tuai Kontroversi Karena Pria Nikahi Mantan Mertua

Sang istri selingkuh, seorang pria 52 Tahun di Rusia bernama Vyacheslav Zhukovsky menikah dengan mantan ibu mertuanya yang berusia 75 tahun bernama Galina Zhukovskaya. Pasangan ini menjadi kontroversi tak saja karena usia yang terpaut jauh, namun juga fakta bahwa Galina merupakan mantan ibu mertua Zhukovsky. Diketahui, pria 52 tahun itu sempat menikah dengan putri Galina, Elena, selama tiga tahun. Keduanya bercerai tak lama setelah Zhukovsky keluar dari penjara, dikarenakan Elena berselingkuh.
Dilansir Oddity Central, Zhukovsky sempat bersama Galina sebelum kemudian menikah di 2010. Tetapi, meski sudah 10 tahun bersama, perempuan 75 tahun itu mengklaim bahwa anaknya iri dengan hubungan mereka dan mencoba memisahkannya. Bahkan, Galina mengklaim Elena sengaja mengirimkan anaknya, hasil hubungannya dengan pria lain, untuk menggoda menantu yang kini jadi suaminya. Semua berawal ketika Zhukovsky bertemu dengan mantan istrinya saat mendekam di penjara Murmansk karena dia membunuh bosnya gara-gara gaji yang tak dibayar.
Zhukovsky mengunggah iklan pencarian jodoh di koran lokal, di mana Elena, yang saat itu tengah mengunjungi teman di Murmansk, menanggapinya. Keduanya kemudian menjalin hubungan dan pada 2007, mereka menikah di penjara Murmansk. Tiga tahun kemudian, dia bebas dan pindah ke St Petersburg. Tetapi saat berada di rumah Elena, pernikahan mereka berakhir. Galina mengatakan saat itu putrinya berselingkuh dan mengusir menantunya itu dari rumah.
Karena tidak ada tempat yang dituju, Zhukovsky pun menjadi gelandangan. Galina yang kasihan kemudian menampungnya di rumahnya. Dia mengungkapkan, saat itu dia tidak melakukannya atas dasar cinta, tetapi karena bersimpati dengan Zhukovsky. Seiring waktu, keduanya pun dekat. Selama bertahun-tahun, Galina harus menahan stigma dari kerabatnya karena menikah dengan pria yang pernah jadi menantunya. Tetapi dengan waktu yang terus berjalan, keduanya bisa menjalin rumah tangga selama satu dekade dengan cinta dan saling menghormati.
















0 komentar: