Kaki seorang perempuan di Amerika Serikat ( AS) yang luka dan melepuh menjadi viral dan disebarkan oleh orang-orang yang menentang vaksinasi Covid-19. Diketahui, kaki yang ada di foto viral tersebut milik Patricia, perempuan berusia 30-an tahun yang tinggal di Texas, AS. Sejumlah pesan anti-vaksin yang menggunakan foto kaki Patricia ramai di media sosial berawal dari halaman penggalangan dana GoFundMe.
Ada satu bagian yang menyebutkan bahwa Patricia adalah relawan uji coba vaksin Covid-19 dan belum lama ini memperlihatkan reaksi yang parah. Bagian inilah yang kemudian disimpulkan bahwa suntikan vaksin Covid-19 bisa membuat kulit melepuh seperti yang dialami Patricia.
Foto kaki Patricia dan pesan-pesan anti-vaksin menyebar ke banyak negara, termasuk ke Portugal, Rumania, dan Polandia. Padahal yang terjadi tidak seperti itu. Benar bahwa Patricia adalah relawan uji coba vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech. Tapi Patricia masuk dalam kelompok yang menerima suntikan plasebo, bukan vaksin yang sebenarnya. Suntikan yang ia terima berisi air biasa yang dicampur garam. Kondisi kakinya yang melepuh tidak ada hubungannya dengan suntikan yang ia terima.
Beberapa pakar dan ahli penyakit kulit yang menyatakan suntikan air garam tidak akan menyebabkan kulit melepuh seperti yang dialami Patricia. Namun fakta ini tak menghentikan para aktivis dan influencer anti-vaksin untuk mengunggah pesan-pesan yang menentang vaksinasi Covid-19.
Patricia mengatakan bahwa kakinya melepuh pada akhir Oktober ketika jalan kaki bersama suami dan anak perempuannya di tengah cuaca dingin. Sang suami mengatakan mungkin sakit di telapak kaki Patricia disebabkan oleh sol sepatu. Ketika sampai di rumah, kakinya membengkak. Kaki satunya melepuh, yang membuatnya sulit berjalan. Akhirnya ia memutuskan untuk ke dokter. Dokter menjelaskan beberapa kemungkinan mengapa kakinya bengkak dan melepuh, salah satunya mungkin efek obat yang membuat kulit memperlihatkan reaksi yang parah. Pikiran Patricia langsung tertuju ke uji coba vaksin yang ia ikuti. Lima hari sebelumnya, ia memang menerima suntikan kedua.
Patricia tidak pernah menyangka sama sekali bahwa foto dan penjelasan di situs tersebut dipakai oleh para aktivis dan influencer untuk mengkampanyekan gerakan anti-vaksin Covid-19. Dokternya masih berupaya mencari tahu mengapa kakinya luka dan melepuh seperti itu. Dan informasi di halaman penggalangan dana GoFundMe sudah diperbaiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar