Seorang pria di Juntun, China, Wang Liutai (65) berlatih seni bela diri bernama "Kung fu Selangkangan Besi". Dalam tekhnik ini melibatkan balok sepanjang 2 meter dengan berat 40 kilogram yang melayang dan ditabrakkan ke selangkangan pria. Banyak dari murid-muridnya belajar teknik itu melalui video yang dibagikan di media sosial karena tertarik belajar kung fu tersebut. Jika ada lebih banyak murid yang meneruskan dan menyebarkannya ke seluruh negeri dan dunia, serta mereka bisa membawa seni kung fu ini lebih maju, maka impian saya akan menjadi kenyataan, kata Wang, seperti dilansir dari Reuters.
Gaya kung fu yang dipraktikkan oleh orang-orang di desa Wang, Juntun, di pinggir ibu kota kuno Luoyang, menurut sejarah adalah tradisi yang dijaga ketat. Namun, kekhawatiran mulai muncul karena semakin sedikit orang yang mempelajarinya dan kemungkinan kung fu ini tidak akan bertahan. Dahulu menurut Wang, ada sekitar 200 orang yang berlatih secara teratur di desa. Namun kini, jumlahnya hanya sekitar 20 orang lebih.
Oleh karena itulah, Wang dan rekan-rekan majikannya mulai aktif mempromosikan teknik kung fu "selangkangan besi" dengan melibatkan balok kayu yang dihantam langsung ke area vital mereka. Sebelumnya, penduduk desa tidak menggunakan balok kayu besar. Mereka hanya menggunakan tendangan, tinju atau memukul alat vital dengan batu bata, atau tongkat.
Gaya kung fu yang dipraktikkan oleh orang-orang di desa Wang, Juntun, di pinggir ibu kota kuno Luoyang, menurut sejarah adalah tradisi yang dijaga ketat. Namun, kekhawatiran mulai muncul karena semakin sedikit orang yang mempelajarinya dan kemungkinan kung fu ini tidak akan bertahan. Dahulu menurut Wang, ada sekitar 200 orang yang berlatih secara teratur di desa. Namun kini, jumlahnya hanya sekitar 20 orang lebih.
Oleh karena itulah, Wang dan rekan-rekan majikannya mulai aktif mempromosikan teknik kung fu "selangkangan besi" dengan melibatkan balok kayu yang dihantam langsung ke area vital mereka. Sebelumnya, penduduk desa tidak menggunakan balok kayu besar. Mereka hanya menggunakan tendangan, tinju atau memukul alat vital dengan batu bata, atau tongkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar