Facebook Twitter RSS
banner

Latest News

Review Lengkap Hyundai Ioniq Electric

MOBILMAN.ID - Di tahun 2020, Hyundai menghadirkan Hyundai Ioniq. Mobil listrik dengan harga yang jauh lebih terjangkau, dibanderol hanya Rp 600 jutaan. Kira-kira dengan harga segitu, bisa mendapatkan apa saja yah? Inilah Review lengkap dari Hyundai Ioniq.


Hyundai Ioniq memulai debutnya di Korea Selatan pada Januari 2016. Mobil ini termasuk jenis liftback lima pintu ringkas.

Kata Ioniq merupakan gabungan kata dari ion dan unique. Yang artinya adalah mobil listrik yang unik, kira-kira begitu artinya.



Terdapat tiga varian diantaranya versi hybrid, plug-in hybrid, dan full-electric. Di Indonesia, hanya tersedia versi yang top of the linenya yaitu full-electric.

Eksterior Hyundai Ioniq
Secara desain, Hyundai Ioniq ini tidak berusaha untuk terlihat futuristis. Malah terlihat seperti mobil biasa. Tidak begitu mencolok perhatian di jalan.

Velgnya menggunakan ukuran ban 16 inchi dengan ban depan 205/60 R16 dan ban belakang Radial.



Lampu depan dan belakang sudah LED, DRL nya juga sudah terlihat modern. Kemudian seperti mobil listrik lainnya, Hyundai Ioniq juga tidak memiliki grille.

Dibagian belakang, terdapat emblem electric. Sebagai pemberitahu bahwa ini merupakan mobil listrik.

Untuk bagasi, kapasitasnya lumayan besar dan lumayan panjang ke dalam. Baterai ditempatkan di bawah bagasi, tidak ada ban serep, dan anda hanya diberikan tire mobility kit.



Kemudian di bagasi ini juga anda akan menemukan satu kotak yang isinya adalah portable charger.

Interior Hyundai Ioniq
Mulai dari bagian penumpang belakang, space yang diberikan tidak begitu luas. Masih terdapat ruang namun tidak begitu lega.



Terdapat arm rest dengan 2 buah cup holder. Setiap sisi kabin dilapisi dengan panel empuk, membuatnya terkesan lebih premium.

Namun sayangnya, tidak ada USB slot atau panel power outlet sama sekali. Hanya ada AC. Dan seluruh kemewahannya itu diletakkan di bagian depan.

Terdapat 5 sumber power sekaligus dibagian depan. Untuk 12 volt socketnya masing-masing ada dua. Dua USB slot di konsol tengah dan dua di laci. Ditambah ada satu lagi yaitu wireless charging.



Bagian depannya terasa futuristis. Meskipun desain dashboard cenderung konvensional tapi instrumennya sudah full digital. Bahkan, corak tampilannya bisa berubah sesuai dengan mode berkendara.

Pada konsol tengah, tidak lagi menggunakan tuas. Melainkan sudah digantikan dengan tombol.



Mode berkendaranya terdiri dari Eco, Eco+, Normal, dan Sport. Pada mode Eco dan Eco+ itu hijau , kalau normal itu biru, dan kalau Sport itu merah.

Penggerak dan Transmisi
Motor listrik pada Hyundai Ioniq menggerakkan dua roda depan. Motor listrik ini bertenaga 134 HP, tapi torsinya yang luar biasa.



Kalau mobil normal dengan tenaga sebesar itu, mungkin hanya bisa menghasilkan torsi 140-150 Nm. Tapi mobil ini mampu menghasilkan torsi 295 Nm. Inilah khasnya dari motor listrik, memiliki torsi yang sangat besar.

Nah, mesin ini mendapatkan energinya dari baterai sebesar 38,3 kWh. Di klaim, dengan kapasitas sebesar itu mobil ini dapat menempuh jarak di atas 300 km.

Dibalik kap mesin juga ternyata masih ada accu 12 volt. Ini fungsinya sebagai akses soket 12 volt untuk perangkat handphone di dalam kabin. Apabila menggunakan daya baterai, tentu volatasenya begitu besar dan tidak cocok untuk perangkat handphone.

Dan selayaknya mobil listrik, mobil ini juga berakselerasi secara instan. Ketika anda menginjak gas, torsinya memang tidak begitu besar hanya 295 Nm tapi keluar seketika.

Mulai dari 0-100 km/jam mobil ini dapat tuntas dalam 8,7 detik.

Daya dan Konsumsi Baterai
Anda tidak perlu khawatir mengenai baterai, Hyundai memberikan garansi mencapai 8 tahun.

Salah satu yang meyakinkan akan keawetan baterainya itu karena mobil ini menggunakan pendingin.

Jadi ada radiator dan air radiator yang berfungsi tidak hanya mendinginkan motor listriknya tapi juga baterainya. Sehingga baterai lebih terjaga di suhu optimalnya dan lebih awet.



Konsumsi dayanya hanya memakai 9 km/kWh dan itu sangat baik. Apalagi kalau berjalan di jalan tol dengan kecepatan konstan 60-65 km/jam dia bisa diatas 10 km/kWh.

Karena pada saat macet, mesin hanya mengeluarkan energi seperlunya. Mobil ini belum cocok jika digunakan untuk keluar kota. Karena mengingat belum banyak SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di banyak rest area.

Tapi kalau digunakan di dalam kota, ini sangat praktis. Hanya perlu di charge di rumah.

Fitur dan Teknologi
Mobil ini sangat senang ketika anda mengurangi kecepatan. Karena mobil ini dilengkapi dengan sistem regenerative braking.

Jadi ketika anda mengangkat pedal gas atau menginjak rem, energi kenetik dari roda itu dipakai untuk memutar generator yang menghasilkan listrik.



Kemudian listrik tersebut disimpan lagi ke baterai untuk menambah daya atau jarak tempuh. Sehingga benar-benar memanfaatkan energi yang biasanya terbuang sia-sia.

Level dari regenerative ini pun bisa disetel melalui paddle shift yang biasa digunakan untuk mengoper transmisi secara manual.

Levelnya terdiri dari 0-3. Kalau level regenerativenya ditambah, maka pengereman akan aktif secara maksimal dan membuat regenerative baterai meningkat.

Dan kalau anda sudah terbiasa dengan sistem one pedal only, maka mobil ini juga bisa.

Kemudian untuk infotainment nya sudah support Android Auto dan Apple CarPlay.



Pada EV (Engine Vehicle) mode, persentase baterai bisa terlihat dan apa saja yang mengkonsumsi baterai itu.

Pada Drive Range, terdapat informasi untuk setiap pemakaiannya. Mobil ini memiliki data yang lengkap dan akurat terkait mobil ini.

AC sudah digital dengan panel sentuh. Memang, panel sentuh ini tidak mudah digunakan, kalau belum terbiasa. Tidak ada tombol fisiknya dan itu membuatnya semakin futuristis. Sayangnya AC belum dual zone, masih single zone. Tapi memiliki fitur driver only.

Jadi kalau hanya digunakan seorang diri, anda bisa memilih driver only. Maka AC di sebelah kiri akan mati dan itu bisa menghemat daya. Mungkin di mobil lain belum ada fitur semacam itu.

Kemudian di konsol tengah belakang terdapat beberapa tombol lagi. Diantaranya seperti pemanas dan pendingin kursi, tombol kamera, rem parkir elektrik dengan fitur autohold, dan ada juga sensor parkir.

Joknya juga sudah elektrik. Ditambah dengan posisi berkendara yang ergonomis karena stir bisa diatur secara tilt dan telescopic. Cukup jauh range pengaturannya sehingga posisi duduknya enak dengan visibilitas yang luas.

Kekurangan Hyundai Ioniq
Namun ada beberapa hal yang mengganggu di mobil ini. Yang pertama adalah kualitas bantingan dan handling mobil. Ini terasa seperti biasa saja, tidak seperti mobil yang harganya 600 jutaan rupiah.

Lebih ke arah keras kemudian handlingnya cukup presisi tapi bukan yang sangat sigap. Karena memang mobil ini mahal bukan karena sasis dan suspensinya. Tapi melainkan karena penggerak listrik dan baterainya.

Kemudian kebisingan bannya terasa sekali ke dalam kabin, suaranya terdengar sangat jelas. Jadi tipe ban ini bukan termasuk ban yang hening.


Mungkin perlu ditambahkan peredam suara lagi agar tidak terlalu bising. Agar bisa mendapatkan rasa berkendara yang lebih nyaman.

Satu yang kurang menyenangkan lampu baca yang masih berwarna kuning. Kenapa tidak LED sekalian agar senada dengan lampu depan dan lampu belakangnya.

Mobil ini juga belum dilengkapi dengan adaptive cruise control. Dimana biasanya setiap mobil elektrik sudah menggunakannya.

Serta, mobil ini hanya diberikan portable charger. Model fast charger dijual terpisah dan bisa dibeli lagi dengan kecepatan pengisian daya bisa kurang dari 1 jam.

Harga Hyundai Ioniq
Menurut data yang dihimpun Mobilman.id, sejak peluncurannya pada November 2020, Hyundai Ioniq dibanderol dengan harga Rp 624,8 juta rupiah.

Sebagai mobil listrik, Hyundai Ioniq sudah mendapatkan keringanan pajak dari pemerintah. Tidak ada bea balik nama kendaraan, sehingga PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) per tahunnya sangat ringan.

Untuk mobil biasa dengan harga Rp 600 juta mungkin PKB nya bisa mencapai Rp 9-10 juta rupiah. Tapi tidak dengan mobil ini, PKB per tahun Hyundai Ioniq hanya sebesar Rp 3,3 juta.

LINK ARTIKEL ASLI:
https://mobilman.id/review-mobil/hyu...rp-1-miliar_18

Review Audi A4 B6 dan Tips Membelinya

MOBILMAN.ID - Audi A4 B6 adalah generasi kedua dari sedan kompak Audi A4. Jika Anda tertarik dengan merek Audi, ada baiknya simak dulu review lengkapnya di sini.



Audi A4 B6 tersedia dalam beberapa tipe seperti Sedan dan Avant 2WD, Cabriolet, dan juga tipe Sedan dan Avant yang sudah dilengkapi dengan Quattro (penggerak 4 roda Audi).

Audi A4 B6 Avant


Audi A4 B6 Cabriolet


Eksterior Audi A4 B6
Tampilan A4 B6 tidak berbeda terlalu jauh dari generasi sebelumnya. Audi tetap mempertahankan garis desain yang simpel, mulai dari depan hingga kebelakang.



Terdapat chrome di bagian moncong yang mengotak mengikuti bentuk grill. Jika Anda membuka kap mesin, maka grill tersebut juga akan ikut terangkat.

Pintu dari Audi A4 B6 ini tergolong cukup ringan, namun tetap terasa solid.

Untuk desain A4 generasi kedua ini, Audi mengikuti garis desain milik sang kakak yaitu Audi A6.

Desain mobil ini cenderung memiliki kesan yang sporty dibanding kesan mewah.

Salah satu perubahan yang mencolok adalah dimensi yang melebar.



Audi A4 B6 sedikit lebih gemuk karena memiliki dimensi yang lebih besar, yaitu dengan panjang 4.547 mm, lebar 1.766 mm, dan tinggi 1.428 mm. (wikipedia)

Headlight yang terpasang di Audi A4 B6 sudah mengadopsi teknologi yang cukup canggih.



Lampu standard Audi A4 B6 dilengkapi dengan lampu halogen, lampu single xenon, dan lampu bi-xenon projector. Audi A4 juga sudah dilengkapi dengan fog lamp.

Lalu untuk lampu belakang, terdapat perbedaan letak lampu mundur untuk model Sedan dan Avant. Untuk model Sedan, lampu mundur berada di bagian atas, sedangkan untuk Avant berada di tengah-tengah.

Namun agak disayangkan, lampu sein samping belum terintegrasi dengan spion, melainkan masih berada di fender mobil.

Interior Audi A4 B6
Masuk ke interior, Audi tetap mempertahankan desain stir empat palang.



Namun untuk generasi Audi A4 B6 ini menambahkan aksen chrome melingkar di bagian klakson, yang mengitari logo empat cincin. Stir ini juga sudah dilengkapi pengaturan tilt dan telescopic.

Di sebelah kiri stir, terdapat tuas pengaturan lampu berbentuk bundar yang dapat diputar.

Di tengah dashboard, Audi menyematkan fitur yang berlimpah, seperti head unit, tombol hazard, tombol ESP, dan pengaturan AC dual zone yang memiliki tiga layar terpisah.



Di bawah pengaturan AC, terdapat defroster, defogger, dan penghangat jok yang suhunya dapat diatur.

Dan yang menjadi ciri khas adalah terdapat dua tombol yang mengapit tombol hazard, tombol tersebut adalah tombol laci kecil dan cup holder.

Jika tombol tersebut ditekan, maka laci dan cup holder akan muncul dari dalam dashboard.

Pada beberapa tipe, Audi menyematkan telepon yang berada di sebelah head unit.

Audi menempatkan dua tuas di bagian kiri dan kanan stir. Di bagian kiri, tuas tersebut berfungsi untuk mengatur lampu sein, dan di sebelah kanan untuk mengatur wiper.



Di bagian pintu, untuk mengunci pintu cukup tekan tombol yang berada di samping gagang pintu, desain yang cukup unik.

Lalu terdapat pengaturan spion untuk retract dan arah kaca, tombol power window yang sudah all auto, window lock, serta terdapat tweeter yang berada di bagian atas panel pintu.

Jok Audi A4 B6 cukup tebal dan memiliki ketebalan yang cukup baik, memberikan kenyamanan baik bagi penumpang dan pengemudi.



Jok sudah dilengkapi dengan adjustable headrest dan seatbelt.

Lalu terdapat panel piano black yang memanjang dari pintu hingga ke konsol tengah, memberikan kesan mewah.

Pada bagian instrument cluster, terdapat speedometer, tachometer, indikator bensin, dan indikator suhu mesin.



Dan di tengah – tengah speedometer dan tachometer, terdapat layar MID (multi information display) dengan tulisan berwarna merah yang menampilkan berbagai macam informasi.

Audi juga menempatkan beberapa tombol yang letaknya berada di depan instrument cluster. Tombol tersebut berfungsi untuk mengatur MID agar pengemudi dapat memilih informasi yang ingin ditampilkan.

Untuk leg room baris kedua, tidak terlalu luas namun masih cukup nyaman dan masih ada ruang untuk kaki penumpang.Begitu juga head room, masih terdapat cukup banyak space.

Audi memanjakan penumpang beris kedua dengan memberikan arm rest yang empuk dan dapat dibuka tutup.

Selain itu, visibilitas di baris kedua untuk ke arah samping dan depan tergolong cukup baik, ini dikarenakan kaca A4 yang cukup lebar.

Safety Audi A4 B6
Audi A4 B6 sudah dilengkapi enam airbag dan beberapa fitur keamanan lainnya yaitu:

  • ESP (Electronic Stability Programme) dari Bosch,
  • ABS (Anti-lock Braking System),
  • EBD (Electronic Brakeforce Distribution),
  • BA (Brake Assist) yang sudah menjadi standar.


Mesin dan Transmisi
Audi menawarkan A4 B6 dengan dua pilihan mesin dan transmisi, yaitu mesin bensin dan diesel, lalu transmisi otomatis dan manual.



Untuk tipe A4 B6 dengan sistem penggerak 2WD, Audi memberikan transmisi bernama multitronic. Namun, transmisi ini tidak disukai oleh pemilik Audi karena rentan terhadap masalah mekanis dan elektronik.

Untuk mesin bensin, tipe tertinggi dengan tenaga paling besar adalah mesin 3.0 V6 30v dengan tenaga 217 hp.

Untuk mesin diesel, hanya terdapat dua varian saja. Tipe mesin yang pertama adalah mesin 1.9 TDI dengan tenaga maksimal 128 hp. Dan untuk tipe paling tinggi adalah mesin 2.5 V6 TDI 24v dengan tenaga 178 hp.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli

Transmisi
Jika Anda berniat meminang A4 B6, khususnya transmisi otomatis, maka Anda perlu memberikan perhatian lebih.

Sebisa mungkin rasakan perpindahan posisi gear dari D ke R lalu ke P. Usahakan jangan ada gejala menyentak.

Lalu jika memungkinkan, lakukan test drive dan mainkan manual gearnya.

Transmisi otomatis A4 perlu dicek agar Anda tidak membawa pulang unit yang rewel. Cek juga riwayat servis oli otomatisnya.

Electrical
Walaupun sudah agak berumur, namun A4 sudah dilengkapi banyak fitur elektrik.

Silahkan anda cek dengan teliti mulai dari MID, power window, instrument cluster, dan segala jenis lampu di mobil ini agar terbebas dari penyakit yang cukup sering ditemui di unit A4.

Tak lupa juga cek AC-nya. Rasakan suhu udara yang keluar, apakah cepat dingin atau lambat.

Kaki-kaki
Salah satu tujuan meminang Audi adalah untuk mendapatkan kenyamanan. Nah, Anda perlu memperhatikan kaki-kaki seperti shock breaker, tierod, suspensi ball joint, ban, hingga pengereman.

Jika perlu, silahkan Anda ajak mekanik kepercayaan untuk cek bagian ini, agar tenang dan yakin.

Mesin
Komponen krusial pada mobil. Silahkan Anda cek bagian mesin mobil seperti oli, baik oli mesin dan transmisi, aki, busi, hingga engine mounting.

Usahakan jangan ada oli menetes di bagian carter atau sambungan head silinder.

Tidak lupa, cek juga ECU mobil. Memeriksa ECU mobil wajib dilakukan agar terhindar dari mobil yang bisa saja suatu waktu mengalami mati mesin.

Secara garis besar, Anda perlu memeriksa riwayat servis mobil secara keseluruhan, agar dapat menyiapkan dana jika ada suatu komponen yang perlu diganti, atau Anda juga bisa memperkirakan waktu yang tepat untuk mengganti kompenen.

Sehingga, Anda tidak lagi ragu untuk membeli mobil incaran dan tetap merasa aman meskipun mobil tersebut bukanlah mobil baru.

Kisaran Harga
Di marketplace seperti Mobilman.id, Audi A4 B6 memiliki harga yang berkisar dari 30 jutaan hingga 130 jutaan. Harga yang dipasarkan akan mengikuti kondisi mobil Audi A4 B6 yang dijual.

LINK ARTIKEL ASLI:
https://mobilman.id/review-mobil/aud...elemahannya_32

Review Audi A4 B7 dan Tips Sebelum Membelinya

MOBILMAN.ID - Audi A4 B7 adalah generasi ketiga dari sedan kompak A4. Mobil ini dijual dari 2004 hingga 2009. Jika Anda tertarik untuk membeli, ada baiknya simak review ini. lengkapnya di sini.


Audi A4 B7 tersedia dalam tiga tipe bodi, yaitu Sedan, Avant, dan Cabriolet. Audi A4 B7 juga tersedia dalam dua pilihan penggerak roda, 2WD dan Quattro (4WD). audi a4 b7





Eksterior Audi A4 B7
Secara sekilas, tampilan Audi A4 B7 masih memiliki tarikan garis yang sama dengan pendahulunya.

Salah satu yang terlihat berbeda adalah desain grill.

Grill dari A4 B7 memanjang hingga ke bawah, dan otomatis menjadi lebih lebar. Mirip dengan Audi A6 generasi ketiga.



Ubahan lainnya bentuk lampu. Terlihat ada sedikit tarikan di bagian bawah lampu depan.

Untuk lampu belakang, desainnya membesar dan terdapat tarikan juga. Desain lampu pada generasi ini terlihat lebih manis.

Lampu dari Audi A4 B7 berjenis halogen, single xenon dan bi-xenon projector.

Untuk foglamp masih memakai lampu halogen.

Sayangnya, lampu sein samping masih belum terintegrasi dengan spion

Di bagian kiri dan kanan mobil, terdapat list chrome mengikuti siluet mobil.



Beralih ke dimensi, mobil ini juga sedikit membesar dari pendahulunya.

Dimensinya adalah dengan panjang 4.648 mm, lebar 1.772 mm untuk Sedan dan Avant, sedangkan untuk Cabriolet adalah 1.777.

Lalu dengan tinggi 1.427 mm untuk Sedan dan Avant, sedangkan untuk Cabriolet adalah 1.518 mm. (Wikipedia)

Interior Audi A4 B7


Perubahan pada interior tidak terlalu banyak. Ubahan kecil di bagian kemudi, terdapat chrome berbentuk kotak di bagian klakson.

Stir Audi A4 B7 ini juga sudah dilengkapi dengan fitur tilt and telescopic.



Untuk pengaturan lampu, masih berbentuk putaran dan terdapat di sebelah kiri driver.

Instrument cluster pun terlihat sama, tetap dengan desain dua bulatan besar yaitu speedometer dan tachometer.



Lalu terdapat dua bulatan kecil, yaitu indikator bensin dan suhu mesin.

Di bagian tengah, Audi menyematkan layar MID yang menampilkan banyak informasi.

Di depan instrument cluster, terdapat beberapa tombol untuk mengatur MID.

Safety dan Fitur Audi A4 B7
Untuk mobil lansiran tahun 2004, A4 B7 memiliki fitur dan safety yang lengkap.

Terdapat fitur defogger di setiap model A4 B7.

Audi menyematkan enam air bag, dua di depan dan masing-masing di samping.

Lalu, A4 B7 juga dilengkapi dengan ABS, EBD, dan sistem navigasi terbaru.

Juga, Audi memberikan fitur ESP terbaru.dari Bosch, yaitu Bosch ESP 8.0 Electric Stability Programme system.

Audi juga memperbaiki dan mengatur ulang pengaturan stir dan geometri suspense, yang berdampak pada peningkatan kendali mobil.

Untuk pengereman, Audi memberikan fitur BA (brake assist) disertai empat buah rem cakram.

Mesin dan Transmisi
Audi A4 B7 tersedia dengan pilihan mesin bensin dan diesel, serta transmisi manual dan otomatis.



Untuk mesin bensin, Audi menyediakan tujuh tipe mesin, dengan tipe yang paling bertenaga adalah mesin 3.2 V6 FSI Quattro dengan tenaga 252 Hp.

Lalu untuk varian mesin diesel, terdapat sembilan tipe mesin, dengan tipe yang paling bertenaga adalah mesin 3.0 V6 TDI Quattro dengan tenaga 230 Hp.

Pada generasi ini, Audi memberikan cukup banyak pembaruan pada mesin.

Di tahun 2005, Audi merilis teknologi terbaru, yaitu Fuel Stratified Injection pada mesin 2.0L dan mesin 3.2L V6.

FSI adalah sistem yang menekan bensin dan menyalurkannya melalui common rail dan langsung ke tiap silinder mesin.

Selain memiliki transmisi manual 5 percepatan, A4 B7 juga tersedia dengan transmisi Gretag 6 percepatan.

Lalu untuk transmisi otomatis, Audi memberikan opsi transmisi CVT 7 percepatan untuk model 2WD.

Sedangkan untuk model dengan sistem quattro, Audi memberikan opsi transmisi triptonic 6 percepatan koenvesional.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli
Sebelum membungkus sebuah Audi A4 B7, ada baiknya Anda memperhatikan hal berikut ini:

Transmisi

Transmisi otomatis A4 B7 adalah yang tercanggih di masanya. Maka perlu perhatian lebih.



Anda perlu mengecek gearbox. Silahkan Anda pindahkan tuas transmisi dari P hingga gigi paling rendah. Jika perpindahan tidak kasar, maka transmisi Anda aman.

Hal yang patut diperhatikan adalah saat memindahkan tuas dari P ke R.

Jika ada masalah pada transmisi, tuas akan susah diturunkan dan perpindahan agak menyentak dan berbunyi. Atau lebih parah tidak pindah sama sekali.

Anda juga bisa cek triptonic saat test drive, gunakan triptonic dan rasakan perpindahan giginya.

Lalu hal selanjutnya adalah Anda periksa saluran oli transmisi, untuk mengantisipasi kebocoran oli. Periksa saat mesin mobil hidup.

Hal tersebut cukup penting, agar bisa mengetahui kondisi kesehatan gearbox.

Lalu komponen kedua yang agak ringkih adalah TCM (Transmission Control Module).

TCM adalah perangkat yang mengatur kapan perpindahan gigi diperlukan.

Untuk memeriksa TCM, yang harus Anda lakukan adalah test drive mobil tersebut.

Berkendaralah seperti biasa, namun perhatikan, apakah mobil berhasil mengganti gigi secara sempurna atau malah terlambat, atau dalam kasus yang fatal, tidak terjadi pergantian gigi.

Anda juga bisa memeriksa dengan cara berkendara di tempat yang agak menanjak.

Jika transmisi macet atau lambat saat akselerasi, bisa jadi itu adalah masalah TCM.

AC

Kenyamanan yang sudah diberikan tentu kurang jika AC mobil rusak.

Seperti yang dikatakan oleh Mashadi, dikutip dari GridOto.com, Ia menjelaskan bahwa komponen compressor AC agak ringkih.

Kompressor AC A4 B7 cukup sering bermasalah. Masalah muncul diperkirakan karena iklim Indonesia yang terlalu ‘kuat’ dan compressor tidak bisa beradaptasi.

Salah satu cara mengakali masalah ini adalah mengganti kompresor.

Mashadi menyarankan untuk menggantinya dengan produk dari Jepang.

Interior

Perlu diingat, A4 B7 bukanlah mobil berusia muda. Maka interior perlu anda periksa.

Perhatikan bagian interior seperti jok dan dashboard.

Dengan memeriksa bagian ini, Anda bisa memperkirakan dana yang dikeluarkan untuk memperbaiki bagian interior agar menjadi nyaman dan mewah kembali.

Body

Mobil bekas tentu saja tidak semulus mobil baru. Umumnya, terdapat beberapa baret halus di body mobil.

Hal tersebut wajar. Namun Anda perlu periksa juga, apakah ada kerusakan yang lebih parah, atau belang di beberapa panel body mobil.

Perhatikan juga warna mobil.

Pada beberapa kasus, body mobil bekas tabrak dan hanya dicat seadanya pasti terlihat kusam dan belang, juga terlihat tidak senada dengan panel bodi lainnya.

Anda juga bisa meraba dengan pelan panel mobil yang Anda curigai bermasalah.

Jika sedikit kasar dan berbeda dengan bagian lain, Anda perlu teliti lagi, untuk menghindari unit bekas tabrak atau unit yang dicat asal saja.

Secara garis besar, Anda perlu memeriksa riwayat servis mobil pilihan Anda.

Hal tersebut wajib Anda lakukan agar mengetahui riwayat kesehatan calon mobil Anda dan dapat mengatur budget untuk perbaikan mobil.

Mesin

Hal yang wajib diperiksa di setiap mobil yaitu mesinnya. Pengecekan pertama di bagian oli mesin. Jangan sampai ada oli menetes dari bagian carter, maupun celah head cylinder.

Pastikan juga di bagian cooling system. Karena sistem pendingin mobil Eropa berbeda dengan mobil Jepang.

Kisaran Harga
Di situs MobilMan.id, kisaran harga A4 B7 adalah 90 juta Rupiah.

Di marketplace lain, kisaran harganya adalah 50 hingga 130 juta Rupiah.

Harga tergantung dengan kondisi mobil Audi A4 B7 yang dijual.

LINK ARTIKEL ASLI:
https://mobilman.id/review-mobil/aud...-lengkapnya_34

Review Mercedes Benz S-Class W116 (Mercy Barong)

MOBILMAN.ID - Mercedes Benz S-Class sudah hadir dalam tujuh generasi. Kali ini kami akan review generasi pertamanya dengan kode W116. Yuk baca sampai habis.


Mercedes Benz S Class W116 di desain oleh Friedrich Geiger pada tahun 1969. Kemudian mulai diproduksi massal sejak tahun 1972-1980.

Di Indonesia, Mercy generasi ini dikenal dengan sebutan Mercy Barong.



Hal ini karena ukuran tubuh dan kaca depannya yang begitu besar. Seakan akan menyerupai sosok Barong asal Bali.

Namun ada juga yang berpandangan karena bentuk dan ukuran grillenya.

Ukurannya yang besar dan bergaris tegas itu bagaikan mulut Barong Bali yang bertaring.

Untuk modelnya terdiri dari 280 S/SE/SEL, 350 SE/SEL, 450 SE/SEL/SEL6.9, dan 300 SD. (Sumber : Wikipedia)

Eksterior Mercedes Benz S Class W116
Mercedes Benz W116 atau Mercy Barong merupakan sedan mewah besar. Ukurannya lebih besar di banding seri W108/W109 yang digantikannya.



Mercy Barong memperkenalkan fitur keselamatan pasif yang ditingkatkan ke dalam desain kendaraan. Salah satunya adalah penguatan cangkang bodi kendaraan.

Garis-garis pada beberapa bagian terlihat lebih maskulin. Sehingga menciptakan karakter elegan dan sporty.

Pada bagian depan, grille terlihat begitu menonjol dengan ukurannya yang besar.



Kemudian sebagai ciri khasnya, terdapat logo mercy yang bertengger diatasnya.

Grille ini diapit kedua lampu depan yang berbentuk bulat. Di sisi tepinya terdapat lampu sein berwarna orange berbentuk segitiga menyamping.

Menuju bagian samping, terdapat aksen krom memanjang dari sisi depan menuju belakang. Terlihat begitu mewah nan elegan.

Ukuran velgnya masih menggunakan ukuran 14 inchi. Juga sudah menampilkan suspensi independen empat roda dan rem cakram.



Untuk dimensinya, pada tipe S dan SE memiliki ukuran panjang 4.961 mm, lebar 1.867 mm, tinggi 1.422 mm, dan wheelbase 2.865 mm.

Untuk tipe SEL dan SD, ini merupakan varian long wheelbase. Maka dari itu, terdapat beberapa penambahan ukuran pada tipe ini.

Panjangnya 5.060 mm, lebar 1.867 mm, tinggi 1.422 mm, dan wheelbase 2.959 mm.

Khusus untuk tipe 350 SEL, wheelbasenya masih dengan ukuran 2.865 mm.

Sedangkan tipe 450 SEL 6.9, lebarnya bertambah menjadi 1.869 mm dan tinggi berkurang menjadi 1.410 mm.

Beralih ke profil belakang, konfigurasi lampu rem masih berbentuk kotak bergaris.



Dengan warna merah yang setiap tepinya terdapat lampu sein yang sama persis pada bagian depan.

Lampu ini menggunakan lensa taillamp berusuk yang akan tetap bersih dari kotoran di area tersembunyi.

Interior Mercedes Benz S Class W116
Memasuki bagian dalam kabin, interior Mercy Barong mungkin terlihat biasa saja. Wajar saja, ini merupakan generasi pertama dari keluarga Mercedes Benz S Class.



Namun untuk fitur keselamatannya, sudah banyak yang dihadirkan pada mobil ini.

Seperti halnya trim pintu berlapis di sekitar jendela, stir berlapis tebal, dan bantalan keselamatan yang lebih komprehensif di dashboard.

Sandaran kepala juga diposisikan lebih sentral untuk meminimalisir adanya benturan.

Kesan elegan diperkuat dengan trim kayu yang dilapisi veneer burl kenari pada dashboard dan konsol.

Fitur-fitur lainnya adalah tombol kontrol suspensi push-pull, peringatan tekanan suspensi rendah, dan lampu indikator penyesuaian ketinggian di kluster instrumen.



Selain itu ada juga speedometer, tiga alat pengukur tingkat bahan bakar, suhu pendingin, dan tekanan minyak.

Pada bagian konsol tengah, ada slider untuk unit kontrol iklim. Jika diinstal, bisa menjadi telepon radio.

Untuk sistem pemanas, AC, ataupun keduanya tergantung pada pengaturan termostat dan suhu sekitar.



Sistem ini akan secara otomatis mempertahankan suhu apa pun yang dipilih pengemudi.

Fitur dan Teknologi Mercedes Benz S Class W116
Berbicara fitur dan teknologinya, Mercy Barong bisa dibilang jauh lebih maju dibanding yang lain.

Seperti halnya dengan adanya fitur Anti-lock Braking System (ABS) pada tahun 1978.

Sistem ini dapat mencegah roda mengunci saat pengereman. Kemudian dapat meningkatkan kontrol kemudi dan memperpendek jarak rem.

Fitur airbag juga sudah hadir pada generasi ini. Namun memang belum tersedia pada peluncuran awal kendaraan.

Dan fitur-fitur lainnya antaran lain sistem manajemen air hujan, cruise control, hingga tangki bahan bakar tahan benturan pada model 300SD.

Mesin dan Transmisi Mercedes Benz W116
Untuk dapur pacunya, pada tipe 280 S/SE/SEL memiliki kapasitas mesin 2.746 cm3 L6.



Tipe 280 S dapat menghasilkan tenaga 158 HP dan torsi 225 Nm. Sistem bahan bakarnya masih menggunakan karburator.

Sedangkan pada tipe 280 SE/SEL dapat menghasilkan tenaga 185 HP dan torsi 240 Nm. Sistem bahan bakarnya sudah menerapkan electronic fuel injection.

Pada tipe 350 SE/SEL, mesinnya berkapasitas 3.499 cm3 V8. Memiliki output yang sama yakni 204 HP dan torsi 286 Nm.

Berbeda dari tipe sebelumnya yang menggunakan gearbox manual 4 speed. Tipe ini dan seterusnya sudah menggunakan gearbox automatic 4 speed.

Pada tipe 450 SE/SEL, mesinnya berkapasitas 4.520 cm3 V8. Memiliki output yang sama yakni 220 HP dan torsi 360 Nm.

Berbeda untuk tipe 450 SEL 6.9 yang memiliki kapasitas 6.834 cm3. Tenaganya juga semakin besar dengan 286 HP dan torsi 550 Nm.

Perbedaan lainnya terletak pada gearbox automatic 3 speed.

Kemudian tipe terakhir diisi oleh 300 SD yang memiliki kapasitas mesin 3.005 cm3 L5.

Tenaganya tergolong minim hanya 118 HP dan torsi 200 Nm. Sistem bahan bakarnya menggunakan indirect injection.



Semua tipenya menggunakan bahan bakar gasoline. Namun khusus untuk tipe 300 SD bahan bakarnya menggunakan diesel.

Untuk transmisi, keseluruhan tipenya menggunakan sistem penggerak rear wheel drive.

Kelebihan Mercedes Benz W116
Berikut ini merupakan kelebihan dari Mercedes Benz S Class W116 :

Citra Mobil Mewah
Sebagai mobil pabrikan Eropa, tentu Mercedes Benz selalu melekat dengan kesan mewah. Selain itu juga, bahasa desain dan berbagai teknologi yang ditanamkan semakin menambah kemewahannya.

Dimensi Lapang
Mercy Barong memiliki ukuran bodi yang besar. Hal ini berdampak pada bagian dalam mobil yang bertambah luas. Apalagi untuk varian SEL atau long wheelbase.

Aman dan Nyaman
Mercy Barong sudah dilengkapi dengan berbagai sistem keselamatan. Hal ini menjadikan penumpang semakin nyaman dan aman ketika di dalam mobil.

Kelemahan Mercedes Benz W116
Berikut ini adalah kelemahan dari Mercedes Benz S Class W116 :

Boros Bahan Bakar
Sebagai generasi pertama Mercedes Benz S-Class, bobot dari mobil ini memang terbilang amat berat.

Tentunya, hal ini berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Semakin berat mobil, semakin besar juga konsumsi bahan bakar yang dikeluarkan.

Memerlukan Garasi yang Besar
Mercy Barong memiliki ukuran bodi yang besar. Apalagi untuk varian SEL atau long wheelbase.

Pemilik harus menyiapkan garasi yang besar untuk mobil ini. Sekaligus melindunginya dari pengenaan matahari secara langsung.

Suku Cadang Relatif Sulit
Suku cadang dari Mercy Barong mungkin relatif sulit. Hal ini karena usianya yang tidak lagi muda.

Jika mendapatkan Mercedes Benz S Class W116 ini pun mungkin harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

LINK ARTIKEL ASLI:
https://mobilman.id/review-mobil/mer...an-fatalnya_36

Review Mercedes-Benz W126 S-Class

MOBILMAN.ID - Mercedes-Benz W126 adalah generasi kedua dari keluarga S Class. Mobil ini diproduksi selama 14 tahun, dari tahun 1979 hingga 1993. Walaupun sudah berumur, namun kemewahan yang ditawarkan tetap istimewa.


Mercedes-Benz W126 adalah generasi penerus dari W116. Mobil ini memiliki julukan ‘Mercy Eagle’, dikarenakan bentuk lampu depan yang gagah seperti elang.

Beberapa tipe dari W126 ini adalah 280SE, 380SE/SEL, dan 500SE/SEL.



Mercedes Benz W126 memilik model dengan short wheel base dan long wheel base. Versi long wheel base memiliki kode ‘SEL’ di tiap tipenya. Contoh, 380 SEL.

Selain versi sedan, W126 juga memiliki versi coupe. Versi coupe mobil ini memiliki kode C126 SEC.

Diproduksi selama 14 tahun, W126 terbagi menjadi dua, yaitu First Series dan Second Series.

First Series adalah W126 yang diproduksi dari tahun 1979 hingga 1985. Sedangkan untuk Second Series adalah W126 tahun 1986 hingga 1991. (sumber: wikipedia)

Eksterior Mercedes Benz W126
Sebenarnya, tampilan mobil ini tidak jauh berbeda dengan W116.



Desainnya juga mirip, mengotak dan simpel. Namun, Mercedes mengklaim bahwa generasi W126 memiliki aerodinamika yang lebih baik.

Di bagian bumper terdapat list chrome yang memanjang dari sisi kiri ke kanan.

Grill kotak yang besar berwarna chrome menjadi ciri khas mobil ini.

Lalu lampu depan yang berbentuk kotak, dan agak tajam di bagian sudut membentuk siluet kepala elang, yang menjadi cikal bakal julukan Mercy Eagle.

Di bagian kap mesin, terdapat logo Mercedes-Benz yang menambah aura mobil terpandang.



Garis di kap mesin juga dibuat lebih menonjol untuk mendukung aerodinamika.

Di bagian samping, Mercedes tetap mempertahankan list chrome di bagian jendela.

Namun di bagian handle pintu, sudah sewarna bodi, bukan chrome seperti generasi W116.

perbedaan lainnya adalah penambahan side skirt atau bodi samping.

Jika di W116 terlihat polos, di W126 terdapat side skirt dengan motif garis garis.

Mobil ini memiliki opsi warna dual tone, jadi bodi bagian bawah mobil memiliki warna yang berbeda dengan bodi bagian atas.

Velg yang digunakan berukuran 16 inch.

Di bagian belakang, bumper W126 sekilas terlihat mirip dengan W116. Bedanya, jika W116 memiliki bumper yang full chrome, maka rear bumper W126 hanya dilengkapi dengan list chrome yang memanjang hingga ke samping.

List chrome juga ada di bagian bagasi, namun tidak memanjang hingga ke samping.

model lampu yang digunakan masih mirip dengan generasi W116.



Lampu belakang memiliki model bergalur atau bergelombang. Model ini membuat lampu tetap terlihat atau memiliki visibilat yang baik walaupun lampu tertutupi kotoran atau salju.

Untuk membuka bagasi, Anda perlu menggunakan kunci.

Interior Mercedes Benz W126
Interior mobil ini cukup mewah, dengan bahan soft touch dan juga wooden panel yang memanjang dari tengah hingga ke bagian pintu. Bahkan, ada juga di bagian centre console.

Jok sudah dilengkapi dengan bahan kulit.



Di bagian penumpang, terdapat laci penyimpanan yang Anda bisa kunci.

Di bagian tengah dashboard, Anda akan menemukan beberapa tombol dan pengaturan.

Tombol tersebut adalah tombol lampu hazard, lampu baca di kabin belakang, rear defogger, dan pengaturan AC.

Lalu di bawah tombol-tombol tersebut ada head unit dan juga asbak yang sudah dilengkapi lighter.

Lalu di centre console, terdapat tuas transmisi dan pengaturan power window kaca mobil. Lalu ada juga satu tombol kecil untuk mengatur arah kaca spion.

Ada juga arm rest yang dilengkapi dengan tempat penyimpanan terbuka.

Interior mobil ini cukup lengkap dan juga mewah.



Selain itu, fitur di mobil ini terbilang cukup canggih di zamannya.

Contohnya, pengaturan setir yang sudah electric, meskipun hanya untuk tilt saja.

Lalu pengaturan kursi juga sudah electric, mulai dari head rest hingga sliding (maju mundur).

Pengaturan AC juga sudah dual zone, dan sudah dilengkapi heater.



Untuk membuka dan menutup jendela, mobil ini sudah dilengkapi power window di keempat jendela.

Yang unik, pengaturan arah kaca spion bagian pengemudi masih manual, Anda perlu menggunakan tuas dari dalam.

Namun untuk sisi kiri, Anda tinggal mengaturnya dengan tombol yang ada di dekat transmisi.

Dan di dekat lampu kabin, Anda akan menemukan indikator seatbelt yang akan menyala jika Anda tidak menggunakan seatbelt.



Di baris kedua, jok dari mobil ini empuk namun tidak membuat Anda cepat pegal.

Sudut dari jok baris kedua juga cukup baik, tidak terlalu rebah ataupun terlalu tegak.

Nah, jika Anda ingin joknya agak rebah, Anda dapat mengaturnya dari pintu.

Namun, pengaturan ini akan membuat jok kiri dan kanan ikut berubah, karena jok ini menyambung jadi satu.



Di tengah-tengah jok, Anda akan menemukan arm rest yang dapat dilipat masuk.

Anda tidak perlu khawatir mengenai legroom. Karena ini S Class, maka otomatis legroom yang ditawarkan termasuk lapang.

Lalu ada juga kisi AC untuk penumpang belakang yang Anda dapat atur arah semburan angin dan juga dapat dibuka dan ditutup.

Di bagian atas, tepatnya di pilar C, Anda akan menemukan dua lampu baca, masing-masing di kiri dan kanan.

Lampu baca juga ada di bagian tengah penumpang, posisinya ada di atas.

Di bagian pintu belakang, terdapat pengaturan jok, asbak, dan tombol power window.

Mesin dan Transmisi
Mesin yang ditawarkan ada dua, yaitu mesin bensin dan mesin diesel.

Ada tiga konfigurasi mesin, yaitu 5 segaris, 6 segaris, dan V8.



Lalu, pada model second series, beberapa mesin dinaikkan kapasitasnya. Seperti, mesin 2.8L menjadi 3.0L. Sedangkan untuk mesin V8, juga ada peningkatan kapasitas mesin menjadi 4.2L dan 5.5 L.

Nah, untuk mengetahui kapasitas mesin hanya dari logo mobil, caranya seperti ini.

Misal, Anda akan membeli sebuah W126 280SE. Berarti, mobil yang Anda akan beli adalah sebuah Mercedes-Benz W126 berkapasitas 2.8 Sedan. SE berarti Sedan.

Beda lagi jika Anda akan membeli sebuah 380SEL. Berarti, mobil yang Anda akan beli adalah Mercedes-Benz berkapasitas 3.8 dengan tipe bodi Long Wheelbase.

Lalu, tipe lainnya ada SEC dan SDL. SEC untuk tipe coupe, dan SDL berarti Sedan Diesel Long Wheelbase.

Lanjut ke transmisi. Transmisi yang tersedia adalah manual 4 percepatan dan automatic 4 percepatan.

Fitur dan Safety
Karena Mercedes Benz W126 adalah S-Class, maka fitur dan keamanan yang ada termasuk canggih.

Mobil ini sudah mengadopsi teknologi sistem pengereman ABS (Anti-lock braking system). Awalnya, fitur ini hanya menjadi opsi untuk model first series, namun sudah menjadi standar pada tipe 500 SEL dan 500 SEC.

Baru pada model second series, ABS sudah menjadi standar pada setiap model.

Airbag baru ada untuk pengemudi sebagai opsi tambahan. Baru kemudian, Mercedes menambahkan airbag untuk penumpang di model second series.

Lalu mobil ini juga sudah dilengkapi sabuk pretensioner. Fitur ini membuat sabuk akan otomatis mengencang jika terdeteksi mobil tiba-tiba melakukan pengereman mendadak, atau kata lainnya fitur ini akan menjaga penumpang di mobil tidak mengalami guncangan yang parah.

Ada juga TCS (Traction Control System) yang berfungsi untuk mencegah wheelspin. Fitur ini hanya tersedia di Eropa dan Amerika Utara.

Mobil ini juga sudah dilengkapi crumple zone di bagian depan dan belakang.

Untuk model first series, ada opsi tambahan yaitu pemanas kursi. Lalu pada model second series opsi kursi pemanas menjadi standar.

Lalu ada juga fully automatic climate control dan exterior temperature sensor.

Salah satu sistem keamanan yang menarik adalah EDW (Einburch-Diebstahl-Warnanlage), sebuah fitur keamanan yang mencegah mobil dicuri.

Saat sistem mendeteksi kejanggalan, maka sistem akan mengaktifkan alarm dan mematikan sistem seperti rem, kunci kontak, dan radio.

Yang Perlu Diperhatikan

Eksterior
Anda perlu hati-hati dengan karat. Mobil ini termasuk mobil berumur, dan salah satu musuh terbesarnya adalah karat.

Cek tiap bagian bodi, kalau perlu menggunakan senter agar semakin terlihat apakah ada karat atau ada baret yang cukup dalam, dan berpotensi memunculkan karat.

Kaki-kaki
Walaupun tergolong mobil mewah, kaki-kaki mobil ini harus diperhatikan juga.

Silahkan Anda melakukan test drive dan bawa ke jalan yang kurang baik atau banyak polisi tidur. Di situ Anda bisa mendeteksi apakah ada bunyi asing atau ada hentakan yang berlebihan.

Gearbox
Salah satu masalah gearbox matic mobil ini adalah kesulitan untuk mengganti posisi. Misal, agak berat saat memindahkan dari posisi P ke D.

Biasanya, penyebab dari masalah ini adalah oli matic yang sudah berumur dan berdampak ke kondisi gearbox Mercedes Benz W126.

LINK ARTIKEL ASLI:
https://mobilman.id/review-mobil/mer...-kekurangan_42

Popular Posts