Saat pertama kali meluncur di pameran Indonesia International Motor Show atau IIMS 2023, Wuling Alvez langsung menjadi pusat perhatian. Karuan saja, dengan fitur dan tampilan yang dibawa, kendaraan berjenis low SUV tersebut hanya dibanderol mulai Rp 209 juta dengan status on the road Jakarta.
Harga yang ditawarkan Wuling untuk produk barunya itu hanya berselisih tipis dari mobil-mobil LCGC varian tertinggi. Kenyataan ini pula yang memunculkan dugaan, bahwa konsumen LCGC perlahan bisa pindah ke mobil tujuh penumpang tersebut.
Direktur Pemasaran Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani mengatakan, Wuling Alvez sudah laku seribu unit sejak pertama diluncurkan. Sementara pembelinya kebanyakan anak muda dengan rentan usia 25 hingga 35 tahun.
Konsumen muda dengan rentan usia 20 hingga 30 tahun sendiri merupakan target utama mobil LCGC. Sebab, kendaraan tersebut memang ditujukan untuk mereka yang belum pernah membeli mobil pribadi.
Lebih jauh, Dian mengaku, konsumen Wuling Alvez juga banyak yang berstatus sebagai first buyer atau pembeli pemula. Itulah mengapa, Wuling Alvez diyakini telah membuat konsumen atau potential buyer LCGC berpaling hati.
"Pembeli Alvez yang first buyer banyak, tapi yang additional car buyer juga lumayan," kata Dian.
Diketahui, Wuling Alvez hadir melalui tiga varian berbeda, yakni SE, CE, dan EX. Perbedaan dari eksterior, hanya tipe EX yang dibekali lampu LED, Daytime Running Light, fog lamp, roof rail, shark fin antenna, rear wiper dan electric sunroof. Varian EX juga sudah dilengkapi ADAS dan WIND.
Meski demikian, seluruh varian Alvez dibekali Anti Lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), Emergency Stop Signal (ESS), Dual SRS Airbags, Tire Pressure Monitoring System, Seatbelt Reminder, ISOFIX, Immobilizer anti theft alarm.
Sementara untuk jantung mekanisnya, Wuling Alvez menggunakan mesin DOHC berkapasitas 1.485 cc inline-4 cylinder. Mesin tersebut dirangkai dengan ukuran bore 74,7 mm dan stroke 84,7 mm. Pembekalan tersebut membuat mobil mampu menghasilkan tenaga 105 hp dan torsi 143 Nm.
Wuling Alvez ditawarkan dengan harga Rp 209-295 juta (OTR Jakarta). Nominal tersebut berselisih tipis dari LCGC varian tertinggi seperti Daihatsu Ayla dan Toyota Agya baru.
Saat pertama kali meluncur di pameran Indonesia International Motor Show atau IIMS 2023, Wuling Alvez langsung menjadi pusat perhatian. Karuan saja, dengan fitur dan tampilan yang dibawa, kendaraan berjenis low SUV tersebut hanya dibanderol mulai Rp 209 juta dengan status on the road Jakarta.
Harga yang ditawarkan Wuling untuk produk barunya itu hanya berselisih tipis dari mobil-mobil LCGC varian tertinggi. Kenyataan ini pula yang memunculkan dugaan, bahwa konsumen LCGC perlahan bisa pindah ke mobil tujuh penumpang tersebut.
Direktur Pemasaran Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani mengatakan, Wuling Alvez sudah laku seribu unit sejak pertama diluncurkan. Sementara pembelinya kebanyakan anak muda dengan rentan usia 25 hingga 35 tahun.
Konsumen muda dengan rentan usia 20 hingga 30 tahun sendiri merupakan target utama mobil LCGC. Sebab, kendaraan tersebut memang ditujukan untuk mereka yang belum pernah membeli mobil pribadi.
Lebih jauh, Dian mengaku, konsumen Wuling Alvez juga banyak yang berstatus sebagai first buyer atau pembeli pemula. Itulah mengapa, Wuling Alvez diyakini telah membuat konsumen atau potential buyer LCGC berpaling hati.
"Pembeli Alvez yang first buyer banyak, tapi yang additional car buyer juga lumayan," kata Dian.
Diketahui, Wuling Alvez hadir melalui tiga varian berbeda, yakni SE, CE, dan EX. Perbedaan dari eksterior, hanya tipe EX yang dibekali lampu LED, Daytime Running Light, fog lamp, roof rail, shark fin antenna, rear wiper dan electric sunroof. Varian EX juga sudah dilengkapi ADAS dan WIND.
Meski demikian, seluruh varian Alvez dibekali Anti Lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), Emergency Stop Signal (ESS), Dual SRS Airbags, Tire Pressure Monitoring System, Seatbelt Reminder, ISOFIX, Immobilizer anti theft alarm.
Sementara untuk jantung mekanisnya, Wuling Alvez menggunakan mesin DOHC berkapasitas 1.485 cc inline-4 cylinder. Mesin tersebut dirangkai dengan ukuran bore 74,7 mm dan stroke 84,7 mm. Pembekalan tersebut membuat mobil mampu menghasilkan tenaga 105 hp dan torsi 143 Nm.
Wuling Alvez ditawarkan dengan harga Rp 209-295 juta (OTR Jakarta). Nominal tersebut berselisih tipis dari LCGC varian tertinggi seperti Daihatsu Ayla dan Toyota Agya baru.
Begini tiga cara canggih membuka sunroof mobil baru wuling Alvez, salah satunya menggunakan perintah suara.
Wuling Alvez merupakan Small SUV terbaru Wuling yang menawarkan banyak fitur canggih dengan harga sangat terjangkau.
Dibandingkan rivalnya yang memiliki banderol mencapai lebih dari Rp 400 juta, Wuling berani membanderol Wuling Alvez termahal seharga Rp 295 juta.
Dengan harga tersebut, Alvez sudah memiliki fitur Advanced Driver Assistance Assist, Remote Control App, dan bahkan Internet of Vehicle.
Lalu untuk kenyamanan, Wuling Alvez juga sudah dibekali sunroof yang bisa dibuka lewat tiga cara berbeda.
Cara pertama tentu saja adalah lewat tombol yang tersituasikan di overhead console dekat map light.
Cukup tekan tombol atas untuk membuka sunroof, lalu tombol bawah untuk menutup dan mengaktifkan mode tilt.
Selain lewat tombol, sunroof bisa terbuka kalau pengemudi atau penumpang memilih mode klimat di head unit.
Caranya adalah membuka setting AC kontrol klimat di head unit dan memilih menu "Mode."
Sunroof akan terbuka secara tilt kalau penumpang memilih mode Segar.
Namun masih ada satu lagi cara membuka sunroof yang lebih canggih yaitu lewat perintah suara Wuling Indonesian Command (WIND).
Pengemudi atau penumpang cukup menyebut "halo Wuling" dan menyatakan perintah "buka sunroof."
Begini tiga cara canggih membuka sunroof mobil baru wuling Alvez, salah satunya menggunakan perintah suara.
Wuling Alvez merupakan Small SUV terbaru Wuling yang menawarkan banyak fitur canggih dengan harga sangat terjangkau.
Dibandingkan rivalnya yang memiliki banderol mencapai lebih dari Rp 400 juta, Wuling berani membanderol Wuling Alvez termahal seharga Rp 295 juta.
Dengan harga tersebut, Alvez sudah memiliki fitur Advanced Driver Assistance Assist, Remote Control App, dan bahkan Internet of Vehicle.
Lalu untuk kenyamanan, Wuling Alvez juga sudah dibekali sunroof yang bisa dibuka lewat tiga cara berbeda.
Cara pertama tentu saja adalah lewat tombol yang tersituasikan di overhead console dekat map light.
Cukup tekan tombol atas untuk membuka sunroof, lalu tombol bawah untuk menutup dan mengaktifkan mode tilt.
Selain lewat tombol, sunroof bisa terbuka kalau pengemudi atau penumpang memilih mode klimat di head unit.
Caranya adalah membuka setting AC kontrol klimat di head unit dan memilih menu "Mode."
Sunroof akan terbuka secara tilt kalau penumpang memilih mode Segar.
Namun masih ada satu lagi cara membuka sunroof yang lebih canggih yaitu lewat perintah suara Wuling Indonesian Command (WIND).
Pengemudi atau penumpang cukup menyebut "halo Wuling" dan menyatakan perintah "buka sunroof."
Wuling Motors masih mempelajari pengaruh bantuan pemerintah atau subsidi pembelian kendaraan listrik terhadap meningkatnya penjualan mobil listrik Wuling Air EV. Seperti diketahui, pemerintah RI resmi memberikan subsidi pembelian mobil listrik berbasis baterai tahun ini melalui diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dari 11 persen jadi 1 persen. Subsidi berlaku mulai 1 April 2023 sampai akhir tahun.
Subsidi tersebut hanya berlaku untuk mobil yang punya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, di mana saat ini baru dua produk yang lolos dan salah satunya ialah Air EV. "Pasti akan menambah minat iya, tapi meningkatkan berapa persennya kita lihat nanti," kata Dian Asmahani, Brand & Marketing Director Wuling Motors, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dikutip dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tahun lalu Air EV merupakan mobil listrik paling laris di Indonesia. Sepanjang 2022, wholesales Air EV mencapai 8.053 unit yang didominasi tipe long range 6.859 unit dan standard range 1.194 unit.
Untuk tipe long range penjualannya terus meningkat dalam lima bulan sejak pertama kali hadir pada Agustus 2022. Mulai dari 648 unit hingga akhirnya menyentuh 2.060 unit pada Desember 2022. Namun, penjualan Air EV kemudian jeblok pada Januari 2023 dan hanya terjual 35 unit. Adapun pada Februari kembali meningkat menjadi 85 unit. Penurunan signifikan ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan akan memberikan subsidi pembelian mobil listrik, pertangahan Desember 2022. Penjualan Air EV pada 2023 kalah dari Hyundai Ioniq 5. Pada Januari, mobil listrik mungil ini terjual 298 unit dan kemudian naik jadi 390 unit pada Februari.
Meski belum mau terbuka soal target penjualan Air EV setelah ada subsidi, Dian mengatakan, produksi Air EV aman dan berharap tidak akan terjadi market shock jika memang permintaannya meningkat.
"Kita akan siapkan produksinya, tapi dilihat dulu permintaan dari konsumen, tapi yang jelas saat ini Air EV ready stock," kata Dian beberapa waktu lalu. Menurut Dian pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan jumlah produksi Air EV. Namun hal ini akan sangat bergantung dengan kondisi permintaan pasar di dalam negeri.
Wuling Motors masih mempelajari pengaruh bantuan pemerintah atau subsidi pembelian kendaraan listrik terhadap meningkatnya penjualan mobil listrik Wuling Air EV. Seperti diketahui, pemerintah RI resmi memberikan subsidi pembelian mobil listrik berbasis baterai tahun ini melalui diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dari 11 persen jadi 1 persen. Subsidi berlaku mulai 1 April 2023 sampai akhir tahun.
Subsidi tersebut hanya berlaku untuk mobil yang punya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, di mana saat ini baru dua produk yang lolos dan salah satunya ialah Air EV. "Pasti akan menambah minat iya, tapi meningkatkan berapa persennya kita lihat nanti," kata Dian Asmahani, Brand & Marketing Director Wuling Motors, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dikutip dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tahun lalu Air EV merupakan mobil listrik paling laris di Indonesia. Sepanjang 2022, wholesales Air EV mencapai 8.053 unit yang didominasi tipe long range 6.859 unit dan standard range 1.194 unit.
Untuk tipe long range penjualannya terus meningkat dalam lima bulan sejak pertama kali hadir pada Agustus 2022. Mulai dari 648 unit hingga akhirnya menyentuh 2.060 unit pada Desember 2022. Namun, penjualan Air EV kemudian jeblok pada Januari 2023 dan hanya terjual 35 unit. Adapun pada Februari kembali meningkat menjadi 85 unit. Penurunan signifikan ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan akan memberikan subsidi pembelian mobil listrik, pertangahan Desember 2022. Penjualan Air EV pada 2023 kalah dari Hyundai Ioniq 5. Pada Januari, mobil listrik mungil ini terjual 298 unit dan kemudian naik jadi 390 unit pada Februari.
Meski belum mau terbuka soal target penjualan Air EV setelah ada subsidi, Dian mengatakan, produksi Air EV aman dan berharap tidak akan terjadi market shock jika memang permintaannya meningkat.
"Kita akan siapkan produksinya, tapi dilihat dulu permintaan dari konsumen, tapi yang jelas saat ini Air EV ready stock," kata Dian beberapa waktu lalu. Menurut Dian pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan jumlah produksi Air EV. Namun hal ini akan sangat bergantung dengan kondisi permintaan pasar di dalam negeri.
Image: https://ift.tt/dWP3Mtb Hyundai melakukan beberapa upgrade pada salah satu unit nya yaitu Hyundai PALISADE...