30 Outlet Seven Eleven Tutup, Karyawan Dirumahkan
Sebanyak 30 gerai Seven Eleven (Sevel) tutup di awal tahun 2017 ini. Jumlah ini meningkat dari sepanjang tahun 2016, jumlah gerai Sevel yang tutup sebanyak 20 gerai.
"Sampai sekarang ada sekitar 30an gerai yang tutup dari awal tahun 2017," ujar Corporate Secretary PT Modern Putra Indonesia, Tina Novita, Rabu (1/3/2017) kemarin.

Ia mengatakan, beberapa gerai sebenarnya sudah mulai tutup sejak tahun 2015 lalu, kemudian pada tahun 2016 menjadi 20 gerai. Beberapa gerai yang tutup tersebar di wilayah Jakarta.
"Sejak tahun 2015 sudah tutup, pada 2016 saja sudah tutup ada sekitar 18-20 gerai. Campur-campur tersebar di Jakarta, salah satunya di Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujar Tina.
Ia mengatakan, penutupan 30 gerai di awal tahun ini merupakan hal yang wajar. Hal itu karena berdasarkan evaluasi kinerja tiap gerai yang dinilai tidak dapat mencapai target perseroan akibat pendapatan yang menurun.
"Kita me-review gerai-gerai yang performanya tidak baik ditutup, karena untuk mengurangi biaya operasi, penutupan gerai merupakan hal yang biasa karena pertimbangan bisnis," kata Tina.
Meski begitu, dia tidak menyebutkan berapa jumlah karyawan yang terkena dampak penutupan ini. Menurutnya, setiap toko memiliki jumlah karyawan yang berbeda-beda, hal ini tergantung dari besar atau kecilnya toko yang dibuka.
Tergantung besar kecilnya gerai, ada yang gerai besar, menengah, dan kecil jumlah kecil. Kalau toko yang kecil jumlah karyawan sekitar 5-7 orang, kalau yang besar sekitar 9-12 orang, kata Tina.
Seperti diketahui, Sevel mengalami penurunan pendapatan salah satunya karena pelarangan minuman beralkohol di mini market yang terjadi sejak 2015 lalu. Selain itu faktor perlambatan ekonomi, daya saing yang tinggi, dan daya beli konsumer juga menjadi faktor lain.
"Sampai sekarang ada sekitar 30an gerai yang tutup dari awal tahun 2017," ujar Corporate Secretary PT Modern Putra Indonesia, Tina Novita, Rabu (1/3/2017) kemarin.
Ia mengatakan, beberapa gerai sebenarnya sudah mulai tutup sejak tahun 2015 lalu, kemudian pada tahun 2016 menjadi 20 gerai. Beberapa gerai yang tutup tersebar di wilayah Jakarta.
"Sejak tahun 2015 sudah tutup, pada 2016 saja sudah tutup ada sekitar 18-20 gerai. Campur-campur tersebar di Jakarta, salah satunya di Bursa Efek Indonesia (BEI)," ujar Tina.
Ia mengatakan, penutupan 30 gerai di awal tahun ini merupakan hal yang wajar. Hal itu karena berdasarkan evaluasi kinerja tiap gerai yang dinilai tidak dapat mencapai target perseroan akibat pendapatan yang menurun.
"Kita me-review gerai-gerai yang performanya tidak baik ditutup, karena untuk mengurangi biaya operasi, penutupan gerai merupakan hal yang biasa karena pertimbangan bisnis," kata Tina.
Meski begitu, dia tidak menyebutkan berapa jumlah karyawan yang terkena dampak penutupan ini. Menurutnya, setiap toko memiliki jumlah karyawan yang berbeda-beda, hal ini tergantung dari besar atau kecilnya toko yang dibuka.
Tergantung besar kecilnya gerai, ada yang gerai besar, menengah, dan kecil jumlah kecil. Kalau toko yang kecil jumlah karyawan sekitar 5-7 orang, kalau yang besar sekitar 9-12 orang, kata Tina.
Seperti diketahui, Sevel mengalami penurunan pendapatan salah satunya karena pelarangan minuman beralkohol di mini market yang terjadi sejak 2015 lalu. Selain itu faktor perlambatan ekonomi, daya saing yang tinggi, dan daya beli konsumer juga menjadi faktor lain.
0 komentar: