Facebook Twitter RSS
banner

Cerita Perjalanan Karir Denny Caknan Kartonyono


Lagu Kartonyono Medhot Janji membuat Denny Caknan semakin terkenal. Bagi Denny Caknan, para penonton di Yogyakarta selalu membawa cerita tersendiri setiap kali manggung. Bahkan ia pernah dibuat menangis di atas panggung oleh 'ulah' ribuan penonton Yogyakarta saat kali pertama manggung di Kota Pelajar ini.

Denny Caknan, pemuda asli Ngawi, Jawa Timur melejit namanya lewat lagu Kartonyono Medhot Janji. Lagu bertema patah hati ini dirilis di akun youtubenya sekitar 4 bulan lalu.Hingga saat ini, lagu tersebut telah ditonton lebih dari 52 juta. Sekitar 19 ribu komentar netizen juga mampir di postingan tersebut.

"Waktu pertama bikin dulu, saya ndak pernah nyangka responnya bakal seramai ini," kata pemuda 24 tahun ini saat berbincang dengan tribunjogja.com sesaat sebelum tampil di Fix Fun Fest 2019 di Sleman City Hall, Minggu (29/9/2019).

Bukan tanpa alasan Denny Caknan menjawab seperti itu. Sebab sebelum Kartonyono Medhot Janji meledak di Youtube, ia juga punya beberapa karya. "Dulu pernah bikin lagu pop. Ada 3 atau 4 lagu, tapi tidak laku," katanya pemuda warga Jalan Basuki Rahmat, Karanggeneng, Ngawi ini.

Denny Caknan tak mau menyerah, ia kemudian mulai berpikir untuk meramu lagu yang lebih bisa diterima di telinga masyarakat. Genre pop ia tinggalkan dan beralih ke genre lagu Jawa. Keputusan Denny Caknan banting setir genre musik ternyata tepat. Lagu Kartonyono Medhot Janji benar-benar viral di dunia maya.

Lagu ini juga banyak dicover dalam berbagai versi. "Didi Kempot adalah sosok yang paling menginspirasi dari karya-karya saya," katanya.Lagu Kartonyono Medot Janji terinspirasi dari keberadaan Tugu Kartonyono baru di Ngawi yang rampung dibangun kala itu. "Lagu itu sumbernya dari curhatan teman. Selebihnya saya menghayal sendiri, karena juga pernah mengalami patah hati," ujarnya sambil tersenyum.
Denny Caknan mengenang kisah saat awal-awal lagu Kartonyono Medhot Janji mulai tenar.

Kala itu, dia masih berstatus sebagai karyawan di Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Ngawi. Saat berkerja, mendadak ada sebuah mobil yang menghampirinya. "Tiba-tiba datang minta foto, padahal waktu itu tangan kaki saya kotor kena lumpur. Wahh, saya sudah terkenal ini," katanya. Kini, Denny Caknan sudah keluar dari tempatnya bekerja dulu. Ia mantap memilih jalan menjadi seorang musisi.

Dan setelah menjadi orang terkenal, kini ia sibuk tampil dari panggung ke panggung, dari kota satu ke kota yang lain. Khusus di Yogyakarta, Denny Caknan mengaku punya kenangan tersendiri terhadap para pengemarnya. Sambil mengingat-ingat, ia mengaku sudah 3 kali tampil di Kota Gudeg. Momen saat kali pertama lagu Kartonyono Medhot Janji dilantunkan di Yogyakarta membuatnya menangis di panggung.

"Saya masih ingat betul saat-saat itu. Semua penonton bernyanyi bareng sampai suara saya tak terdengar. Melihat itu saya sampai nangis terharu ndak menyangka," terangnya. Dan momen Denny Caknan meneteskan air mata ini kembali terulang saat tampil di SCH kemarin. Ketika intro lagu Kartonyono Medhot Janji, penonton yang saat itu jumlahnya sekitar 20 orang langsung menyanyi bersama.

Denny Caknan yang ikut bernyanyi tampak membalikkan badan memunggungi penonton. Ia mengusap air mata. Hanya beberapa detik momen itu, ia kembali bergoyang dan bernyanyi bersama para penggemar. Malam itu SCH benar-benar penuh sesak. "Terimakasih Jogja. Kalian memang selalu luar biasa," katanya berpamitan menutup penampilannya malam itu. (*)

Sumer

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: admin
Lorem ipsum dolor sit amet, contetur adipcing elit, sed do eiusmod temor incidunt ut labore et dolore agna aliqua. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar:

Popular Posts