Terjebak Di Lift 4 Hari, Ibu & Anak Di China Ini Minum Air Seni
Terkunci di lift vila selama empat hari dan tidak membawa ponsel, seorang ibu dan anaknya yang sama-sama lansia berhasil selamat setelah saling meminum air seni. Dilansir dari The Sun, Keduanya berusaha bertahan hidup ketika lift mengalami masalah, di mana selama empat hari mereka tidak makan, minum, dan tak bisa berkomunikasi. Untuk selamat, ibu dan anak lansia yang tak disebutkan identitasnya itu dilaporkan mengumpulkan air seni masing-masing dan kemudian meminumnya.
Dokter Yin Aiping mengungkapkan, keduanya hidup bersama di vila pribadi dan saat kejadian menaiki lift yang jarang mereka gunakan. Yin menuturkan, saat insiden terjadi, keduanya hendak mandi di lantai dua dan menaiki lift ketika tiba-tiba kehilangan daya. "Segalanya menjadi gelap, tak ada lampu sama sekali. Karena mereka hendak mandi, mereka tak membawa ponselnya sehingga tak bisa menghubungi siapa pun," jelasnya.
Dokter Yin mengatakan, sang ibu yang berusia 82 tahun berusaha meraih bagian atas lift dibantu anaknya, dan berusaha membuka panel atas. Setelah terbuka, dia menarik kabelnya sehingga tercipta celah di pintu. Secara bergantian, mereka bergantian saling memunggungi untuk mendapat udara segar di bagian atas. Perjuangan mereka selama terjebak dimulai ketika mereka merasa lapar dan haus. Mereka kemudian sepakat untuk menerapkan sebuah metode.
Ketika sang ibu hendak buang air kecil, maka putrinya akan menampung airnya. Begitu pula sebaliknya. Cara itu mereka lakukan selama tiga malam. Pada hari keempat, pintu lift berhasil terbuka menggunakan tangan mereka. Putrinya kemudian berlari keluar untuk meminta pertolongan. Dokter Yin berujar, keduanya mengalami dehidrasi yang sangat parah dan kelelahan ketika dilarikan ke rumah sakit.
Dokter Yin Aiping mengungkapkan, keduanya hidup bersama di vila pribadi dan saat kejadian menaiki lift yang jarang mereka gunakan. Yin menuturkan, saat insiden terjadi, keduanya hendak mandi di lantai dua dan menaiki lift ketika tiba-tiba kehilangan daya. "Segalanya menjadi gelap, tak ada lampu sama sekali. Karena mereka hendak mandi, mereka tak membawa ponselnya sehingga tak bisa menghubungi siapa pun," jelasnya.
Dokter Yin mengatakan, sang ibu yang berusia 82 tahun berusaha meraih bagian atas lift dibantu anaknya, dan berusaha membuka panel atas. Setelah terbuka, dia menarik kabelnya sehingga tercipta celah di pintu. Secara bergantian, mereka bergantian saling memunggungi untuk mendapat udara segar di bagian atas. Perjuangan mereka selama terjebak dimulai ketika mereka merasa lapar dan haus. Mereka kemudian sepakat untuk menerapkan sebuah metode.
Ketika sang ibu hendak buang air kecil, maka putrinya akan menampung airnya. Begitu pula sebaliknya. Cara itu mereka lakukan selama tiga malam. Pada hari keempat, pintu lift berhasil terbuka menggunakan tangan mereka. Putrinya kemudian berlari keluar untuk meminta pertolongan. Dokter Yin berujar, keduanya mengalami dehidrasi yang sangat parah dan kelelahan ketika dilarikan ke rumah sakit.
















0 komentar: