Facebook Twitter RSS
banner

Diskon PPnBM Mobil Diperpanjang Hingga September 2022

Mobilman– Pemerintah resmi memperpanjang diskon insentif PPnBM DTP 100% untuk produk otomotif tahun ini.

PPnBM DTP akan mengalami perpanjangan hingga September 2022 mendatang.

Terdapat beberapa perubahan skema yang diterapkan pemerintah.

Dengan besaran diskon PPnBM yang berkurang setiap kuartalnya.

Diskon PPnBM akan diberikan pada 2 segmen kendaraan bermotor.

Pertama, segmen harga tidak sampai Rp 200 jt (LCGC) dengan periode insentif baik pada kuartal I, kuartal II dan kuartal III 2022.

Desain insentif PPnBM DTP yang memprioritaskan LCGC tertuang dalam kerangka Peraturan Pemerintah (PP) 74/2021.

Dalam skemanya, Insentif diberikan dalam bentuk diskon PPnBM sebesar 100% hanya untuk kuartal I.

Selanjutnya 66,66 % pada kuartal II dan 33,33 pada kuartal III.

“Mayoritas LCGC merupakan kendaraan dengan tingkat local purchase relatif lebih tinggi dibandingkan mobil lainnya,” jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu pada (8/2/2022).

Kedua, segmen kendaraan dengan kapasitas mesin 1500 cc dengan harga Rp 200 – Rp 250 jt.

Segmen ini diberikan diskon sebesar 50% hanya pada kuartal I atau hingga maret 2022.

Sehingga konsumen membayar tarif PPnBM sebesar 7,5%.

Pada segmen kedua juga diberikan insentif untuk mobil dengan lokal purchase di atas 80%.

Segala penjelasan PPnBM telah tertuang dalam PMK Nomor 5/PMK.010/2022 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2022.

Pemberian insentif dianggap akan berdampak positif dan berpotensi mengangkat penjualan mobil pada tahun ini.

Diperkirakan pada tahun 2022 akan naik 5% menjadi 931.562 unit dari tahun sebelumnya 887.202 unit.

Pemberian diskon ini diharap dapat mendongkrak penjualan otomotif indonesia pada tahun mendatang.

Menurut Febrio, insentif tersebut telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kelas menengah.

Sehingga terdapat pertimbangan yang mendalam untuk diadakan perpanjangannya.

“Dengan berlanjutnya insentif PPnBM DTP, kinerja sektor otomotif diharapkan terus menguat dan mampu kembali mencapai tingkat penjualan dan produksi atau bahkan lebih dari tahun 2022,” ujar Febrio.

“Karena pemulihan semakin kuat, kebijakannya dikurangi secara gradual (tapering), untuk transisi yang lebih baik bagi sektor otomotif agar kembali ke situasi normal tanpa adanya insentif,” tambah Febrio.

LINK ARTIKEL ASLINYA

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: admin
Lorem ipsum dolor sit amet, contetur adipcing elit, sed do eiusmod temor incidunt ut labore et dolore agna aliqua. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar:

Popular Posts