Video: Stasiun Televisi Q13 Tayangkan Pidato Rekayasa Pres. Trump
Sebuah situs MyNorthwest.com menampilkan video yang menunjukkan perbedaan rekaman rekayasa yang disiarkan stasiun televisi Q13 di Kota Seattle, negara bagian Washington, yang masih berafiliasi dengan Fox News, dengan saat disiarkan langsung oleh CNN.
Dalam rekaman yang disiarkan Q13, Trump tampak seolah-olah menjulurkan lidahnya beberapa saat di tengah-tengah pernyataan. Saat pidato, Trump berkata, "Semoga kita bisa bangkit dari politik pastisipasi demi mendukung keamanan nasional," kemudian menjilat bibirnya sebentar dan melanjutkan berbicara.
Tapi dalam siaran Q13, Trump tampak menjulurkan lidahnya lebih lama dari yang sebenarnya, sehingga seolah sedang meledek. Selain perbedaan itu, dalam rekaman pidato yang disiarkan Q13, Trump terlihat lebih berwarna oranye.
"Ini tidak memenuhi standar editorial kami dan kami menyesal jika ini terlihat seolah menggambarkan presiden secara negatif," tulis direktur pemberitaan Q13, Erica Hill, dalam pernyataan resminya. Hill juga menyampaikan telah menggelar penyelidikan atas insiden tersebut dan pihak perusahaan telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan secara tidak hormat seorang editor yang bertanggung jawab.
Dalam rekaman yang disiarkan Q13, Trump tampak seolah-olah menjulurkan lidahnya beberapa saat di tengah-tengah pernyataan. Saat pidato, Trump berkata, "Semoga kita bisa bangkit dari politik pastisipasi demi mendukung keamanan nasional," kemudian menjilat bibirnya sebentar dan melanjutkan berbicara.
Tapi dalam siaran Q13, Trump tampak menjulurkan lidahnya lebih lama dari yang sebenarnya, sehingga seolah sedang meledek. Selain perbedaan itu, dalam rekaman pidato yang disiarkan Q13, Trump terlihat lebih berwarna oranye.
"Ini tidak memenuhi standar editorial kami dan kami menyesal jika ini terlihat seolah menggambarkan presiden secara negatif," tulis direktur pemberitaan Q13, Erica Hill, dalam pernyataan resminya. Hill juga menyampaikan telah menggelar penyelidikan atas insiden tersebut dan pihak perusahaan telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan secara tidak hormat seorang editor yang bertanggung jawab.
















0 komentar: