Lihat 2 Pesawat Amfibi, Bocah 13 Tahun Di China Berusaha Terbangkan
Staf di Zhejiang, China, dikejutkan oleh seorang bocah berusia 13 tahun yang berusaha menerbangkan dua pesawat sendirian. Dalam rekaman CCTV, saat mendapati dua pesawat amfibi yang sedang diparkir, bocah ini mencoba menerbangkan. Dilansir dari Asia One, usaha pertama bocah itu tak berhasil.
Bocah ini langsung menabrakkan pesawat apung itu ke pagar pembatas tak lama setelah dia masuk ke dalam kursi pilot. Tak menyerah, dia bergegas ke pesawat lain dan memulai usaha keduanya. Kali ini, percobaannya berhasil dengan pesawat itu memutar sebanyak tiga kali. Untungnya, dia berhasil keluar dari hanggar tanpa terluka.
Karena aksinya mengendalikan pesawat di tengah malam, orangtua bocah itu diwajibkan membayar 2.000 yuan, sekitar Rp 4 juta, untuk biaya kerusakan pesawat. Karena kondisi finansial dari orangtua si bocah yang dilaporkan tidak bagus, mereka tidak diminta membayar total biaya perbaikan yang mencapai 8.000 yuan, atau Rp 16,2 juta.
Bocah yang tak disebutkan identitiasnya itu diberitakan bisa mengendarainya setelah melihat cara kerja dari para mekanik sehari sebelum insiden terjadi. Bahkan direktur fasilitas tempat hanggar berada mengaku terkejut dengan kemampuan bocah tersebut. "Hanya dengan melihatnya, dia sudah mampu mengendalikannya," katanya.
Bocah ini langsung menabrakkan pesawat apung itu ke pagar pembatas tak lama setelah dia masuk ke dalam kursi pilot. Tak menyerah, dia bergegas ke pesawat lain dan memulai usaha keduanya. Kali ini, percobaannya berhasil dengan pesawat itu memutar sebanyak tiga kali. Untungnya, dia berhasil keluar dari hanggar tanpa terluka.
Karena aksinya mengendalikan pesawat di tengah malam, orangtua bocah itu diwajibkan membayar 2.000 yuan, sekitar Rp 4 juta, untuk biaya kerusakan pesawat. Karena kondisi finansial dari orangtua si bocah yang dilaporkan tidak bagus, mereka tidak diminta membayar total biaya perbaikan yang mencapai 8.000 yuan, atau Rp 16,2 juta.
Bocah yang tak disebutkan identitiasnya itu diberitakan bisa mengendarainya setelah melihat cara kerja dari para mekanik sehari sebelum insiden terjadi. Bahkan direktur fasilitas tempat hanggar berada mengaku terkejut dengan kemampuan bocah tersebut. "Hanya dengan melihatnya, dia sudah mampu mengendalikannya," katanya.
















0 komentar: