Bau Badan, Keluarga Di Amerika Ini Diturunkan Dari Pesawat

Sepasang suami istri di Amerika Serikat bernama Yosef Adler dan Jennie Adler, mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pilot pesawat American Airlines. Kejadiannya berawal ketika meminta headphone pada pramugari. Namun saat itu, sang pilot yang berdiri di saat mereka meminta headphone berkata bahwa pihak maskapai tidak ada menawarkan apapun dengan cuma-cuma.
Tak lama kemudian, pramugari menyuruh mereka untuk turun dari pesawat karena alasan darurat. Perintah penurunan dikatakan datang dari sang pilot atas keresahan para penumpang dan pramugari yang tak nyaman dengan bau keduanya. Setelah turun, keluarga Adler sempat kebingungan. Pasal, mereka mengaku telah mandi sebelum berangkat ke bandara. Bahkan, ia pun sampai bertanya-tanya pada penumpang lain di area gerbang pemberangkatan dan tak dikatakan bau badan.
Akibat kejadian tersebut, Yosef merasa bahwa alasan pilot menurunkan keluarganya karena agama mereka, bukan karena bau badan. Sebab, secara penampilan, keluarga tersebut memang kelihatan Yahudi. Hari itu, Yosef mengenakan yarmulke, yaitu topi setengah bola yang sering digunakan umat Yahudi. Sedangkan, Jennie mengenakan shaytel atau rambut palsu dan rok panjang
Mereka menyatakan bahwa maskapai telah melakukan didiskrimimnasi agama, dan menuntut ganti rugi serta hukuman untuk maskapai terhadap pelanggaran hak-hak sipil, kelalaian, penderitaan emosional, dan pencemaran nama baik. Dalam gugatan yang diajukan, keluarga Adler mengaku menderita tekanan emosional, merusak reputasi, kehilangan nafsu makan, susah tidur, dan trauma dengan hal yang berhubungan dengan bandara, juga penerbangan.
Sementara, pihak American Airlines menanggapi bahwa penurunan tersebut dianggap sebagai kepedulian terhadap kenyamanan penumpang lain. Anggota tim kami merawat keluarga tersebut dan menyediakan akomodasi, serta makanan. Kami memesan ulang (tiket) untuk mereka dalam penerbangan ke Detroit keesokan paginya, ucap pihak American Airlines.
Pihaknya menyangkal bahwa keputusan tersebut berlandaskan agama penumpang. Di buku pegangan perusahaan American Airlines tertulis bahwa staff diizinkan mengeluarkan penumpang dari penerbangan jika mereka memiliki bau tak sedap yang tidak disebabkan kecacatan atau penyakit.
















0 komentar: