Tidak Bayar Uang Suap Ke Polisi, Pria India Ini Disiksa & Dijambak
Diduga tidak membayar uang suap ke polisi, seorang pria bernama Prem Singh di Madhya Pradesh, India, disiksa dan rambutnya dijambak. Singh mengungkapkan dia menjalankan toko kunci. Saat itu, dia didatangi oleh tiga penegak hukum. Mereka adalah Kavita Kanesh, Sitaram Bhatnagar, dan Mohan Kamre. "Mereka datang ke toko dan menyuruh saya pindah," ujar Singh.
Dalam video yang diunggah di Twitter, memperlihatkan seorang pria berusaha menyelamatkan Singh, dengan polisi juga berusaha menyerangnya. Baca juga: Djoko Tjandra Ditangkap, MAKI: Dugaan Suap Dapat Ditelusuri Dilansir New Indian Express Jumat (7/8/2020), Singh mengungkapkan dia menjalankan toko kunci. Saat itu, dia didatangi oleh tiga penegak hukum. Mereka adalah Kavita Kanesh, Sitaram Bhatnagar, dan Mohan Kamre. "Mereka datang ke toko dan menyuruh saya pindah," ujar Singh.
Dia mengaku tidak perlu pindah asalkan membayar uang suap ke mereka. Tapi Singh mengatakan dia hanya punya 200 rupee (Rp 39.074). Karena tidak ada cukup dana itulah, Singh yang merupakan seorang Sikh kemudian diserang. Turbannya dilepas dengan rambutnya dijambak. Dia mengungkapkan disiksa karena menolak untuk pindah.
Setelah video tersebut viral, Menteri Dalam Negeri Madhya Pradesh Narrottam Mishra menuturkan tindakan disiplin sudah dijalankan. Diwartakan Gulf News, dua dari tiga polisi yang terlibat mendapat hukuman dengan Pengawas Polisi Distrik Barwani, Nimish Agrawal, melakukan penyelidikan. Agrawal sendiri menjelaskan bahwa ketika bertugas anggotanya menghentikan dua pria yang berboncengan mengendarai sepeda motor, dengan Singh salah satunya. Dia mengklaim selain tidak bisa menunjukkan surat izin, salah satu di antara mereka mabuk. Karena itu polisi berusaha membawanya ke kantor.
Dalam video yang diunggah di Twitter, memperlihatkan seorang pria berusaha menyelamatkan Singh, dengan polisi juga berusaha menyerangnya. Baca juga: Djoko Tjandra Ditangkap, MAKI: Dugaan Suap Dapat Ditelusuri Dilansir New Indian Express Jumat (7/8/2020), Singh mengungkapkan dia menjalankan toko kunci. Saat itu, dia didatangi oleh tiga penegak hukum. Mereka adalah Kavita Kanesh, Sitaram Bhatnagar, dan Mohan Kamre. "Mereka datang ke toko dan menyuruh saya pindah," ujar Singh.
Dia mengaku tidak perlu pindah asalkan membayar uang suap ke mereka. Tapi Singh mengatakan dia hanya punya 200 rupee (Rp 39.074). Karena tidak ada cukup dana itulah, Singh yang merupakan seorang Sikh kemudian diserang. Turbannya dilepas dengan rambutnya dijambak. Dia mengungkapkan disiksa karena menolak untuk pindah.
Setelah video tersebut viral, Menteri Dalam Negeri Madhya Pradesh Narrottam Mishra menuturkan tindakan disiplin sudah dijalankan. Diwartakan Gulf News, dua dari tiga polisi yang terlibat mendapat hukuman dengan Pengawas Polisi Distrik Barwani, Nimish Agrawal, melakukan penyelidikan. Agrawal sendiri menjelaskan bahwa ketika bertugas anggotanya menghentikan dua pria yang berboncengan mengendarai sepeda motor, dengan Singh salah satunya. Dia mengklaim selain tidak bisa menunjukkan surat izin, salah satu di antara mereka mabuk. Karena itu polisi berusaha membawanya ke kantor.
















0 komentar: