Viral, Foto Polisi Paramiliter Ayunkan Tongkat Kayu Ke Petani India

Sebuah foto yang diambil oleh Ravi Choudhary, seorang jurnalis foto Press Trust of India (PTI), menjadi viral di media sosial. Pasalnya, dalam foto tersebut memperlihatkan seorang polisi paramiliter mengayunkan tongkat kayu ke arah pria Sikh tua. Diketahui, para politikus oposisi menggunakan foto itu untuk mengkritik cara pemerintah menangani para petani.
Sementara, partai Perdana Menteri India Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP) mengklaim bahwa petani itu tidak terkena pukulan, yang merupakan klaim yang salah. Ratusan ribu petani mengepung Delhi dalam beberapa hari terakhir, menutup hampir semua titik masuk ke ibu kota India itu. Mereka memprotes undang-undang yang dikeluarkan baru-baru ini yang menurut para petani merugikan mereka. Pemerintah mengatakan reformasi dengan membuka sektor pertanian ke pihak swasta, tidak akan merugikan petani.
Foto petani Sikh, yang berjanggut putih, dan tengah diancam oleh polisi paramiliter di bagian barat laut Delhi, ketika para petani mendekati barikade dan mencoba masuk kota. Ia mengatakan polisi mulai memukul pengunjuk rasa dan pria di foto itu juga dipukul. Banyak orang, termasuk fotografer, membuat tagar "Jai Jawan, Jai Kisan", yang artinya "Hidup Tentara, Hidup Petani". Slogan itu yang digunakan oleh PM India Lal Bahadur Shastri pada 1965 selama perang India-Pakistan untuk menekankan pentingnya peran tentara dan petani dalam membangun negara.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyatakan prihatin atas cara India menangani demonstrasi. Ia mengatakan negaranya "akan selalu membela hak warga yang melakukan protes damai." Komentar Trudeau memicu reaksi keras dari Kementerian Luar Negeri India yang menyebut pernyataan itu "tidak berdasarkan informasi yang tepat". Namun, tuntutan para petani mendapatkan semakin banyak dukungan.
Para petani mendirikan kamp besar di beberapa lokasi di perbatasan kota dan mengatakan mereka akan tetap berada di sana sampai pemerintah sepakat untuk mencabut apa yang mereka sebut "undang-undang hitam itu". Mereka mengatakan mereka siap untuk "menghadapi perjuangan panjang" dan menyiapkan beras serta panci untuk memasak.
















0 komentar: