Perusahaan Jepang Terapkan Peraturan Wanita Dilarang Pakai Kacamata
Beberapa perusahaan di Jepang menerapkan peraturan dimana para wanita tidak boleh memakai kacamata saat kerja dan mengharuskan karyawan wanitanya mengenakan lensa kontak. Dilansir dari Japan Times, kebijakan ini menuai protes khususnya di Twitter.
Seorang pengguna Twitter mengaku mendapat perlakuan serupa. Wanita itu diberi tahu oleh mantan atasannya bahwa kacamata tidak menarik bagi pelanggannya. Wanita lain mengaku ia menderita karena dipaksa mengenakan lensa kontak kendati sedang menderita infeksi mata.
Kebijakan seksis ini bukan yang pertama yang dihadapi wanita Jepang. Maret lalu, para wanita berunjuk rasa untuk melawan kewajiban merias wajah saat kerja. Awal tahun ini, artis peran dan penulis Yumi Ishikawa memulai kampanye #KuToo untuk mengkritik aturan yang mewajibkan perempuan mengenakan sepatu hak tinggi.
Tagar #KuToo merujuk pada kata kutsu (sepatu) dan kuts? (rasa sakit). "Jika memakai kacamata menjadi masalah saat bekerja, seharusnya dilarang untuk semua, laki-laki dan perempuan," kata Ishikawa yang membuat petisi. "Masalah kacamata ini sama seperti masalah sepatu hak. Ini adalah aturan yang hanya berlaku untuk karyawan wanita," kata dia. Ketika petisi ini disampaikan ke pemerintah, Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Takumi Nemoto mengaku ia baik-baik saja dengan kebijakan yang seksis itu.
"Sudah menjadi hal umum di masyarakat bahwa mengenakan sepatu hak tinggi itu diperlukan dan masuk akal di tempat kerja," kata Nemoto yang sudah pensiun pada September lalu kepada Kyodo News.
Seorang pengguna Twitter mengaku mendapat perlakuan serupa. Wanita itu diberi tahu oleh mantan atasannya bahwa kacamata tidak menarik bagi pelanggannya. Wanita lain mengaku ia menderita karena dipaksa mengenakan lensa kontak kendati sedang menderita infeksi mata.
Kebijakan seksis ini bukan yang pertama yang dihadapi wanita Jepang. Maret lalu, para wanita berunjuk rasa untuk melawan kewajiban merias wajah saat kerja. Awal tahun ini, artis peran dan penulis Yumi Ishikawa memulai kampanye #KuToo untuk mengkritik aturan yang mewajibkan perempuan mengenakan sepatu hak tinggi.
Tagar #KuToo merujuk pada kata kutsu (sepatu) dan kuts? (rasa sakit). "Jika memakai kacamata menjadi masalah saat bekerja, seharusnya dilarang untuk semua, laki-laki dan perempuan," kata Ishikawa yang membuat petisi. "Masalah kacamata ini sama seperti masalah sepatu hak. Ini adalah aturan yang hanya berlaku untuk karyawan wanita," kata dia. Ketika petisi ini disampaikan ke pemerintah, Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Takumi Nemoto mengaku ia baik-baik saja dengan kebijakan yang seksis itu.
"Sudah menjadi hal umum di masyarakat bahwa mengenakan sepatu hak tinggi itu diperlukan dan masuk akal di tempat kerja," kata Nemoto yang sudah pensiun pada September lalu kepada Kyodo News.
















0 komentar: