Facebook Twitter RSS
banner

Jantung Berhenti Berdetak Selama 6 Jam,Wanita Inggris Hidup Kembali



Terjebak dalam badai salju saat mendaki Pegunungan Pyrenees Spanyol bersama suaminya, seorang wanita bernama Audrey Schoeman asal Inggris menderita hipotermia. Bahkan, dokter mengatakan itu adalah serangan jantung terpanjang yang pernah tercatat di Spanyol.

Dilansir dari BBC, perempuan berusia 34 tahun, yang tinggal di Barcelona itu, mulai mengalami kesulitan berbicara dan bergerak selama cuaca buruk di Pyrenees, kemudian jatuh pingsan. Kondisinya memburuk saat menunggu layanan darurat dan suaminya Rohan percaya dia sudah meninggal dunia.

Ketika tim penyelamat tiba dua jam kemudian, suhu tubuh Audrey Schoeman turun menjadi 18C. Setibanya di Rumah Sakit Vall d'Hebron Barcelona, dia sudah tidak memiliki tanda-tanda vital. Tetapi, menurut Dokter Eduard Argudo suhu gunung yang rendah yang membuat Audrey sakit juga membantu menyelamatkan hidupnya.

Argudo mengatakan bahwa hipotermia telah melindungi tubuh dan otaknya agar tidak memburuk saat tidak sadarkan diri, meskipun kondisi itu juga membawanya ke ambang kematian. Dokter yang merawat Audrey beralih ke mesin khusus yang mampu mengeluarkan darah, memasukkannya dengan oksigen dan memasukkannya kembali ke pasien.

Setelah suhu tubuhnya mencapai 30 derajat Celcius, mereka menggunakan defibrillator untuk “menyalakan” jantung perempuan itu, sekira enam jam setelah layanan darurat dihubungi.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: admin
Lorem ipsum dolor sit amet, contetur adipcing elit, sed do eiusmod temor incidunt ut labore et dolore agna aliqua. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar:

Popular Posts