Permalukan Warganya Yang Pakai Piyama, Kota Suzhou, China Dikecam

Mempermalukan orang yang mengenakan piyama di jalanan umum, kota Suzhou, Provinsi Anhui, China, meminta maaf setelah dikecam netizen. Dilansir dari BBC, kejadiannya berawal ketika kota ini merilis gambar tujuh orang yang tengah berjalan dengan pakaian tidur itu. Pemerintah Suzhou menyebut orang yang terekam memakai piyama adalah "perilaku tak beradab".
Selain merilis gambar mereka, kota juga mempublikasikan identitas mereka seperti nama, nomor kartu, dan informasi lainnya. Gambar itu diunggah oleh manajemen kota Suzhou dan berargumen orang yang terekam seharusnya memantaskan diri. Sebab, mereka sudah memasuki kota yang kompetisinya "cikup beradab". Karena itu, mereka dilarang mengenakan piyama.
Menurut otoritas, perilaku "tak berabad lain" adalah berbaring di bangku secara sembarangan, maupun membagikan selebaran iklan. Tak pelak, cara pemerintah "mempermalukan" warganya itu menuai kemarahan netizen, dengan ada yang berargumen tak ada salahnya mengenakan baju tidur. Ada juga yang menuding pemerintah Suzhou sudah terlalu mencampuri urusan pribadi warganya. Dikecam seperti itu, otoritas pun meminta maaf.
Pejabat setempat menyatakan, di masa depan mereka akan melakukan pencegahan seperti memburamkan para pelanggar aturan. Ini bukan kali pertama Suzhou melakukan pendekatan yang jadi sorotan. Pada tahun lalu, mereka menawarkan uang bagi siapa pun yang melaporkan adanya pelanggaran aturan. Nantinya, setiap pelapor bakal mendapat 10 yuan, sekitar Rp 19.700, bagi siapa pun yang bisa memberikan nama pelanggar.
















0 komentar: