Wanita Amerika Ini Bunuh Suaminya Dengan Obat Tetes Mata

Seorang wanita di South Carolina, AS, bernama Lana Clayton menggunakan obat tetes mata yang dicampur pada minuman hingga berujung kepada kematian sang suami yang bernama Steven Clayton pada Juli 2018. Awalnya, wanita 52 tahun itu sempat mengaku sang suami menderita vertigo dan jatuh dari tangga saat menemukannya dalam keadaan tertelungkup di Clover.
Dilansir dari New York Post, saat diotopsi, petugas menemukan kandungan tetrahydrozoline dosis tinggi di jenazahnya. Bahan kimia itu hanya ditemukan dalam obat tetes mata, dan bersifat neurotoksin. Yakni menyerang sistem saraf ketika ditelan. Akhirnya, Lana mengakui dia membunuh Clayton dengan mencampur air dengan obat tetes mata antara 19-21 Juli 2018.
Jaksa penuntut menyatakan Lana ingin suaminya menderita setelah melakukan penyiksaan terhadapnya. Selain itu, jaksa juga menuduh Lana sengaja mengincar uang pendiri Physical Therapy Resources itu, dan membakar wasiatnya. Setelah meracuni suaminya, Lana yang merupakan istri ketujuh Clayton itu berusaha bunuh diri dengan menenggak pil. Kuasa hukum Lana, Harry Dest, mengatakan bahwa kliennya tersebut menderita post traumatic stress disorder karena disiksa sebelum menikah. Kemudian dalam pernikahan yang berlangsung selama lima tahun, Lana diklaim menerima tendangan hingga pukulan dari Clayton.
Dua tahun sebelum memutuskan meracuni Clayton, Lana pernah menembak kepala suaminya dengan panah, dan mengaku itu tak disengaja. Kemudian pada 2010, perempuan tersebut sempat menuliskan pesan yang menyatakan bahwa suaminya itu mempunyai wanita lain. " Suami saya bukanlah pemabuk. Dia telah berselingkuh. Tapi, dia adalah ayah dari anak-anak saya," katanya di Facebook. Dia sempat dituntut hukuman mati, atau penjara seumur hidup sebelum dipenjara selama 25 tahun pasca-mengaku bersalah.
















0 komentar: