Kutip Filsuf Konfusius, Gelandangan Di Shanghai Ini Jadi Terkenal

Mendiskusikan buku Liao-Fan's Four Lessons karya Yuan Liaofan, yang ditulis pada era Dinasti Ming sekitar 1550, dan buku Analek Konfusius, seorang gelandangan bernama Shen Wei di Shanghai, China, dalam waktu satu malam mendadak jadi selebriti terkenal.
Bahkan, banyak orang mengelilingnya sambil mengangkat ponsel mereka untuk mengambil gambar Shen. Beberapa perempuan berpakaian bagus terlihat melakukan siaran langsung dengan Shen, sebelum bergantian dengan yang lain.

"Sejak saya masih muda, semua yang saya lakukan adalah membaca," ucapnya. Shen telah hidup di jalanan di kota Pudong sejak diusir dari apartemennya pada 2002. Dia menghabiskan banyak harinya mengambil sampah, memilahnya, dan juga menikmati baca buku, menggambar, dan merawat kucing liar. Ketika dia masih muda, dia tidak punya uang yang cukup yntuk membeli buku. Kemudian, dia memungut sampah dan menjual barang-barang yang masih bernilai.
Dilansir dari SCMP, Shen pernah bekerja pada biro audit di Xuhui, dan masih menerima jaminan kesehatan sekitar 2.000 yuan atau sekitar Rp 4,2 juta per bulan. Kini biro justru sedang menyelidiki bagaimana Shen masih mendapat uang kesehatan. Meski mendapat simpati dari media sosial, Shen tidak ingin memanfaatkan perhatian yang dia terima.

















0 komentar: