Patuhi Social Distancing, Demonstran Lebanon Unjuk Rasa Di Mobil
Untuk mematuhi aturan social distancing, ratusan demonstran Lebanon melakukan unjuk rasa dari dalam mobil. Awalnya, jalan-jalan yang sempat kosong karena lockdown virus corona kembali ramai dengan kendaraan. Dilansir dari AFP, para demonstran berkumpul di Lapangan Martyr, pusat gerakan protes yang lahir hampir setengah tahun yang lalu.
"Senang sekali bisa kembali, tidak ada perasaan yang lebih baik," kata Hassan Hussein Ali, seorang demonstran 22 tahun yang datang membawa pengeras suara dan mengenakan masker. "Corona telah membunuh segalanya tetapi itu tidak menghentikan korupsi para politisi kita, jadi itu tidak akan menghentikan kita juga," katanya sambil berdiri di luar Masjid Mohammad al-Amin yang jadi ikon ibu kota Beirut.
Dalam konvoinya, para demonstran Lebanon menjulurkan tubuh mereka keluar mobil. Mereka mengenakan masker penuh warna, beberapa ada yang memakai pelindung wajah dan sarung tangan sekali pakai. Diketahui, demonstran berhenti di dekat tempat di mana anggota parlemen membahas beberapa masalah penting, termasuk amnesti umum yang kontroversial, legalisasi ganja, serta pencabutan kekebalan bagi para menteri dan anggota parlemen yang dicurigai melakukan korupsi.
"Senang sekali bisa kembali, tidak ada perasaan yang lebih baik," kata Hassan Hussein Ali, seorang demonstran 22 tahun yang datang membawa pengeras suara dan mengenakan masker. "Corona telah membunuh segalanya tetapi itu tidak menghentikan korupsi para politisi kita, jadi itu tidak akan menghentikan kita juga," katanya sambil berdiri di luar Masjid Mohammad al-Amin yang jadi ikon ibu kota Beirut.
Dalam konvoinya, para demonstran Lebanon menjulurkan tubuh mereka keluar mobil. Mereka mengenakan masker penuh warna, beberapa ada yang memakai pelindung wajah dan sarung tangan sekali pakai. Diketahui, demonstran berhenti di dekat tempat di mana anggota parlemen membahas beberapa masalah penting, termasuk amnesti umum yang kontroversial, legalisasi ganja, serta pencabutan kekebalan bagi para menteri dan anggota parlemen yang dicurigai melakukan korupsi.
















0 komentar: