Renault Ungkapkan Mobil Listrik Terbarunya Di Munich Motor Show
Seperti Ford dengan Mustang Mach-E, Renault menciptakan kembali nama modelnya yang paling terkenal untuk membuat mobil listrik lebih menarik. Baru-baru ini, mereka memperkenalkan Megane yang serba baru, yang jauh dari hot hatch yang biasa kita lihat.


Megane E-Tech Electric adalah kombinasi dari bahan-bahan yang sangat trendi. Ini adalah crossover kompak, dan didukung oleh tenaga listrik. Megane E-Tech akan bertarung dengan Ford Mustang Mach-E, yang dijual di Prancis.
Diluncurkan di Munich Motor Show minggu ini, Megane E-Tech didasarkan pada mobil konsep Megane eVision, dan beberapa fitur desain yang berani berhasil diproduksi. Contohnya adalah handle pintu tersembunyi dan logo Renault yang dirubah.
Interiornya benar-benar digital, seperti yang sedang populer akhir-akhir ini. Pengemudi mendapatkan instrument cluster digital 12.3 inch, sedangkan penumpang depan dapat bermain-main dengan sistem infotainment 12 inch.
Interiornya juga ramah lingkungan. Alih-alih mengupas sapi untuk melapisi jok, Megane E-Tech menggunakan kain pelapis yang terbuat dari bahan daur ulang. Sebagian besar trim interior juga terbuat dari plastik daur ulang. Renault mengatakan bahwa 95% dari mobil ini dapat didaur ulang.
Ada dua opsi motor listrik yang tersedia. Model dasarnya mendapatkan motor 130 Hp/250 Nm, sedangkan e-motor yang lebih cepat menghasilkan 218 Hp dan torsi 300 Nm.
Tenaga itu disediakan oleh baterai 40 atau 60 kWh, dan jarak tempuh yang diklaim adalah antara 300 Km untuk baterai yang lebih kecil dan 470 Km untuk baterai yang lebih besar. Sebuah pencapaian yang cukup besar, mengingat Tesla Model Y Long Range mampu menempuh jarak 542 Km. Pabrikan lama benar-benar mulai menutup celah yang dulu sangat besar.
Baterai Megane E-Tech dapat diisi di stasiun pengisian 130kW, menambah jarak sekitar 200 Km dalam waktu 30 menit. Jika Anda memilih home charger kit 7.4 kW, baterinya dapat terisi penuh dalam waktu 8 jam. (carbuzz 8/9/2021)





Megane E-Tech Electric adalah kombinasi dari bahan-bahan yang sangat trendi. Ini adalah crossover kompak, dan didukung oleh tenaga listrik. Megane E-Tech akan bertarung dengan Ford Mustang Mach-E, yang dijual di Prancis.
Diluncurkan di Munich Motor Show minggu ini, Megane E-Tech didasarkan pada mobil konsep Megane eVision, dan beberapa fitur desain yang berani berhasil diproduksi. Contohnya adalah handle pintu tersembunyi dan logo Renault yang dirubah.
Interiornya benar-benar digital, seperti yang sedang populer akhir-akhir ini. Pengemudi mendapatkan instrument cluster digital 12.3 inch, sedangkan penumpang depan dapat bermain-main dengan sistem infotainment 12 inch.
Interiornya juga ramah lingkungan. Alih-alih mengupas sapi untuk melapisi jok, Megane E-Tech menggunakan kain pelapis yang terbuat dari bahan daur ulang. Sebagian besar trim interior juga terbuat dari plastik daur ulang. Renault mengatakan bahwa 95% dari mobil ini dapat didaur ulang.
Ada dua opsi motor listrik yang tersedia. Model dasarnya mendapatkan motor 130 Hp/250 Nm, sedangkan e-motor yang lebih cepat menghasilkan 218 Hp dan torsi 300 Nm.
Tenaga itu disediakan oleh baterai 40 atau 60 kWh, dan jarak tempuh yang diklaim adalah antara 300 Km untuk baterai yang lebih kecil dan 470 Km untuk baterai yang lebih besar. Sebuah pencapaian yang cukup besar, mengingat Tesla Model Y Long Range mampu menempuh jarak 542 Km. Pabrikan lama benar-benar mulai menutup celah yang dulu sangat besar.
Baterai Megane E-Tech dapat diisi di stasiun pengisian 130kW, menambah jarak sekitar 200 Km dalam waktu 30 menit. Jika Anda memilih home charger kit 7.4 kW, baterinya dapat terisi penuh dalam waktu 8 jam. (carbuzz 8/9/2021)



















0 komentar: