Tak Terima Anaknya Yang 8 Tahun Di Borgol, Ibu Ini Ajukan Tuntutan
Meninju seorang guru, seorang bocah lelaki berusia 8 tahun yang berkebutuhan khusus di SD Gerald Adams di Key West, Florida, Amerika Serikat, ditangkap polisi di sekolah dengan tuduhan kekerasan fisik pada 14 Desember 2018. Dilansir dari Mirror, merasa tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, sang ibu yang bermana Bianca Digennaro mengajukan tuntutan hukuman setelah anaknya digeledah, diborgol dan dimasukkan ke dalam sel.
Digennaro melalui pengacaranya Benjamin Crump mengambil tindakan hukum terhadap kota dan distrik sekolah, serta petugas Michael Malgrat, Kenneth Waite, dan Fred Sims yang menangkap bocah dibawah umur itu. Ibu berusia 48 tahun ini juga menggugat guru Ashley Henriquez, kepala sekolah Fran Herin, dan asisten kepala sekolah Kyle Sheer. "Anak saya cacat dan pihak berwenang berusaha menjadikannya kriminal," kata Digennaro.
Digennaro mengatakan semua staf sekolah sadar dia rentan, menderita kecemasan dan depresi membutuhkan obat untuk kebutuhan khususnya. The Miami Herald mengungkapkan bahwa ayah sang bocah itu, yang tidak menikah dengan Digennaro, diduga yang telah meminta petugas untuk menangkap putranya untuk menakut-nakuti dia agar memperbaiki perilakunya.
Pengacara Crump mengatakan dia tidak mengetahui hal itu, tetapi itu tidak masalah karena petugas "tidak memiliki wewenang untuk menangkap berdasarkan instruksi orang awam". Ibu anak laki-laki itu mengatakan di kantor polisi, mulut anaknya diseka, DNA, sidik jari, dan foto hak asuh diminta kepolisian sebelum sang anak dikurung di sel selama beberapa menit. Digennaro mengatakan anaknya mengalami trauma dengan kejadian tersebut.
Digennaro melalui pengacaranya Benjamin Crump mengambil tindakan hukum terhadap kota dan distrik sekolah, serta petugas Michael Malgrat, Kenneth Waite, dan Fred Sims yang menangkap bocah dibawah umur itu. Ibu berusia 48 tahun ini juga menggugat guru Ashley Henriquez, kepala sekolah Fran Herin, dan asisten kepala sekolah Kyle Sheer. "Anak saya cacat dan pihak berwenang berusaha menjadikannya kriminal," kata Digennaro.
Digennaro mengatakan semua staf sekolah sadar dia rentan, menderita kecemasan dan depresi membutuhkan obat untuk kebutuhan khususnya. The Miami Herald mengungkapkan bahwa ayah sang bocah itu, yang tidak menikah dengan Digennaro, diduga yang telah meminta petugas untuk menangkap putranya untuk menakut-nakuti dia agar memperbaiki perilakunya.
Pengacara Crump mengatakan dia tidak mengetahui hal itu, tetapi itu tidak masalah karena petugas "tidak memiliki wewenang untuk menangkap berdasarkan instruksi orang awam". Ibu anak laki-laki itu mengatakan di kantor polisi, mulut anaknya diseka, DNA, sidik jari, dan foto hak asuh diminta kepolisian sebelum sang anak dikurung di sel selama beberapa menit. Digennaro mengatakan anaknya mengalami trauma dengan kejadian tersebut.
















0 komentar: