Facebook Twitter RSS
banner

GPS Mobil Bikin Frustrasi? Ini Solusinya

GPS (Global Positioning System) bisa dikatakan telah menggantikan fungsi peta manual dalam mencari jalan. Tidak hanya ada pada ponsel, GPS juga dipasang pada mobil untuk mencegah pengemudinya tersasar. Banyak juga yang ditambahkan dengan fitur suara sebagai penunjuk jalan.

Namun, ternyata lebih banyak orang yang suka pakai GPS melalui ponsel daripada di mobil. Rupanya, GPS mobil malah lebih sering membuat pengendaranya frustrasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh JD Power and Associates dan US Navigation Usage and Satisfaction Study pada tahun 2011 lalu, penyebab navigasi dengan cara ini dianggap tidak efektif adalah:

1. Pengendara kesulitan menemukan alamat tujuan
Mungkin tidak masalah bila lokasi tujuan cukup terkenal atau berada di jalan utama. Yang sering menjadi kasus adalah saat pengendara mencari alamat rumah seseorang. Bila tidak terletak di jalan besar, butuh waktu lama bagi GPS untuk melacak lokasi tersebut. Akibatnya, banyak yang kehilangan kesabaran, karena merasa telah membuang waktu lama.

Akhirnya, banyak pengendara yang malah mengandalkan GPS lewat ponsel atau solusi cepat: menelepon orang di lokasi tujuan untuk meminta arahan jalan. Justru kedua cara ini malah lebih cepat daripada mengandalkan GPS mobil.

2. Pengendara sulit memasukkan alamat tujuan
Ternyata, fitur layar sentuh tidak menjamin kemudahan pengendara untuk memasukkan alamat tujuan. Mulai dari jari-jari yang sering tergelincir, hingga sensor sentuh yang ternyata sudah tidak sensitif lagi.

3. Rute yang disarankan GPS mobil malah lebih rumit alias harus memutar
Jika termasuk orang yang hafal dengan rute-rute jalan, Anda pasti sudah tahu sejumlah alternatif jalan, terutama untuk menghindari kemacetan pada jam-jam tertentu. Giliran menggunakan GPS, Anda malah kesal karena rute yang disarankan lebih rumit, alias harus memutar.

4. Perintah suara (voice command) sering kali harus diulang-ulang
Tidak hanya fitur suara sebagai penunjuk jalan yang kadang malah terdengar mengganggu bagi sopir. Saat ingin memberi perintah pencarian lokasi, sistem sering salah paham. Akibatnya, perintah suara harus diulang-ulang. Bahkan, dalam beberapa kasus, pengendara sulit memasukkan perintah suara saat mobil bergerak. Hal ini juga terkait dengan kebijakan keselamatan yang dirilis pabrik pembuatan GPS tersebut.

5. Nama jalan di peta kurang spesifik atau terlalu generik
Ini juga problem yang sering kali dihadapi warga Jakarta yang menyetir. Nama jalan di peta kurang spesifik, sehingga GPS mobil berpotensi membuat mereka tersasar. Masalah lainnya adalah nama jalan yang terlalu generik, sehingga bisa saja mereka berakhir di kawasan lain. Padahal, nama jalan yang sama juga ada di kawasan tujuan asli mereka.

6. Tampilan layar terlalu silau.
Karena terlalu silau, rasanya mata jadi sakit dan akhirnya malah malas menggunakan GPS mobil.

7. Lokasi tujuan tidak populer.
Masalah ini kurang-lebih senada dengan penyebab nomor satu dan lima. Sama seperti menggunakan algoritma mesin pencari di internet, lokasi tujuan yang tidak termasuk ‘point of interests’ akan susah dicari.

Sebelum keburu menyerah menggunakan GPS mobil, coba dulu beberapa solusi di bawah ini:

1. Pastikan alamat yang dimasukkan sudah selengkap mungkin
Mau secanggih apa pun, GPS tetap buatan manusia. Lebih baik pastikan alamat yang dituju sudah benar dan lengkap, kalau perlu dengan kode RT dan RW-nya sekalian.

2. Baca manual GPS
Bagian ini sering sekali dilewatkan oleh konsumen. Padahal, manual sangat penting untuk membantu mengoperasikan GPS.

3. Segera hubungi produsen bila GPS bermasalah
Kecuali Anda sudah menyerah total, segeralah menghubungi produsen bila GPS bermasalah namun Anda masih ingin menggunakannya. Semoga GPS mobil tidak lagi menjadi penyebab rasa frustrasi.



SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: admin
Lorem ipsum dolor sit amet, contetur adipcing elit, sed do eiusmod temor incidunt ut labore et dolore agna aliqua. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar:

Popular Posts