BNN: 50% Peredaran Narkotika Dikendalikan Dari Dalam Lapas
Dalam acara pemusnahan barang bukti 28,8 kg Sabu dan 173 butir ekstasi di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso mengatakan para pelaku menjadikan penjara tempat yang nyaman dalam menjalankan bisnis narkotika.
"Saya berani katakan bahwa 50% peredaran narkotika di negeri ini dikendalikan dari lapas,'' ujar Budi saat memimpin pemusnahan 28,8 kg sabu serta 173 butir ekstasi di kantor BNN, Cawang, Kamis (15/6/2017).

Dia mempertanyakan pendapat yang sebelumnya selalu menyatakan bahwa penjara di Indonesia penuh dan melebihi kapasitas. Menurutnya pendapat itu bertolak belakang dengan fakta pelaku narkotika yang mendapat perlakuan khusus di dalam lapas.
Dia mencontohkan, pada penggeledahan terakhir di Lapas Cipinang di mana petugas menemukan sel mewah milik bandar narkotika Haryanto Chandra lengkap dengan AC, TV, wifi, CCTV serta perlengkapan elektronik dan perlengkapan lainnya.
''Seperti ini tidak diakui, apa negara ingin dibohongi seperti ini terus, ucapnya.
Dia berharap ada perubahan sistem di lembaga pemasyarakatan agar pengawasan terhadap para narapidana bisa dilakukan secara merata. Dia juga menginginkan semua pihak mempunyai pemahaman yang sama bahwa kejahatan narkotika adalah sesuatu hal yang serius, harus ditangani sejak dini.
Jadi narkoba jangan dianggap mainan, kita serius nih, BNN sekarang sudah serius menangani, sampai kita ungkap jaringan di lapas. Terserah masyarakat menyanggah itu atau tidak percaya. katanya.
"Saya berani katakan bahwa 50% peredaran narkotika di negeri ini dikendalikan dari lapas,'' ujar Budi saat memimpin pemusnahan 28,8 kg sabu serta 173 butir ekstasi di kantor BNN, Cawang, Kamis (15/6/2017).
Dia mempertanyakan pendapat yang sebelumnya selalu menyatakan bahwa penjara di Indonesia penuh dan melebihi kapasitas. Menurutnya pendapat itu bertolak belakang dengan fakta pelaku narkotika yang mendapat perlakuan khusus di dalam lapas.
Dia mencontohkan, pada penggeledahan terakhir di Lapas Cipinang di mana petugas menemukan sel mewah milik bandar narkotika Haryanto Chandra lengkap dengan AC, TV, wifi, CCTV serta perlengkapan elektronik dan perlengkapan lainnya.
''Seperti ini tidak diakui, apa negara ingin dibohongi seperti ini terus, ucapnya.
Dia berharap ada perubahan sistem di lembaga pemasyarakatan agar pengawasan terhadap para narapidana bisa dilakukan secara merata. Dia juga menginginkan semua pihak mempunyai pemahaman yang sama bahwa kejahatan narkotika adalah sesuatu hal yang serius, harus ditangani sejak dini.
Jadi narkoba jangan dianggap mainan, kita serius nih, BNN sekarang sudah serius menangani, sampai kita ungkap jaringan di lapas. Terserah masyarakat menyanggah itu atau tidak percaya. katanya.
















0 komentar: