Gunung Agung Bali Siaga Tiga Pasca Meletus
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali meletus. Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana dan Geologi melaporkan, letusan tersebut tanpa disertai tanda-tanda adanya peningkatan kegempaan. Hingga kini, tremor menerus menandakan terjadinya letusan Gunung Agung masih terjadi.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana, menjelaskan, tremor menerus merupakan upaya magma menerobos sumbat lava di perut Gunung Agung yang terbentuk imbas dari letusan tahun 1963.
Menurutnya, magma kini tengah berada di permukaan dan terus berupaya keluar dengan cara menghancurkan sumbat atau leher lava.
"Kita monitor terus apakah pada akhirnya sumbat lava 1963 sepenuhnya akan terbongkar atau tidak. Saat ini, Gunung Agung sedang bergoyang di dekat permukaan sampai ke permukaan," kata Devy.
Sementara Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan pertama Gunung Agung terjadi pada pukul 17.35 waktu setempat.
"Status Siaga (level 3). Masyarakat dihimbau tetap tenang. Tidak usah panik. Jauhi radius 6-7,5 km sesuai rekomendasi PVMBG," tulis Sutopo dalam akun Twitternya.
Pray For Gunung Bali :please: :please:
Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana, menjelaskan, tremor menerus merupakan upaya magma menerobos sumbat lava di perut Gunung Agung yang terbentuk imbas dari letusan tahun 1963.
Menurutnya, magma kini tengah berada di permukaan dan terus berupaya keluar dengan cara menghancurkan sumbat atau leher lava.
"Kita monitor terus apakah pada akhirnya sumbat lava 1963 sepenuhnya akan terbongkar atau tidak. Saat ini, Gunung Agung sedang bergoyang di dekat permukaan sampai ke permukaan," kata Devy.
Sementara Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan pertama Gunung Agung terjadi pada pukul 17.35 waktu setempat.
"Status Siaga (level 3). Masyarakat dihimbau tetap tenang. Tidak usah panik. Jauhi radius 6-7,5 km sesuai rekomendasi PVMBG," tulis Sutopo dalam akun Twitternya.
Pray For Gunung Bali :please: :please:
















0 komentar: