Seniman China Ini Unggah Video Pengusiran Para Pekerja Migran
Setelah mengunggah video pengusiran para pekerja migran ke akun Twitternya, seorang seniman asal Beijing bernama Hua Yong kini tengah kabur karena merasa selalu diawasi pemerintah.
Kejadiannya berawal pada pertengahan November lalu, dimana kebakaran melanda sebuah blok permukiman di distrik Daxing, sisi selatan Beijing dan menewaskan 19 orang. Sejak tragedi itu, pemerintah China meluncurkan sebuah kampanye kontroversial terkait keselamatan yang di dalamnya termasuk pengusiran ribuan pekerja migran dari rumah-rumah kontrakan murah.
Hua mengklaim, sebanyak 100.000 orang terdampak kampanye tersebut. Demikian dikabarkan Radio Free Asia (RFA), media yang didanai pemerintah AS. Hua juga sempat mewawancarai seorang pekerja migran yang menjadi korban pengusiran. Pekerja itu mengatakan, pemerintah mengancam akan menggunakan forklift untuk mengeluarkannya dari rumah jika dia menolak pergi.
Sejumlah warga menyebut pengusiran itu menunjukkan ketimpangan di China yang mencegah warga migran miskin menikmati status yang sama dengan warga lainnya. Pemerintah China memiliki sebuah sistem pendaftaran warga yang disebut "hukou". Jika pekerja migran yang datang dari pedesaan harus mendapatkan "hukou" di perkotaan. Jika tidak, maka mereka tidak bisa mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial lainnya.
Sebagian besar pekerja migran bekerja sebagai buruh pabrik, tukang bangunan, kurir pengantar barang, sopir, petugas kebersihan, atau penata rambut. Beberapa dari mereka memiliki bisnis kecil-kecilan seperti membuka toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dan barang-barang murah.
















0 komentar: