Ini Alasan Pemprov DKI Jakarta Batasi Ruang Gerak Motor
Baru-baru ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali melakukan Pembatasan Sepeda Motor (PMS) dari Bundaran HI hingga Bunderan Senyan.
Hal ini diungkapkan oleh Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, "Untuk larangan sepeda motor kita perluas dari Bundaran HI sampai Bunderan Senayan," ujarnya.

Tidak hanya itu saja, penerapan sistem ganjil-genap bagi pengemudi mobil bakal dilakukan juga sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. "Untuk ganjil-genap bakal dilakukan di kawasan Rasuna Said," tambah Andri.
Lebih lanjut, Andri menegaskan untuk uji coba aturan ini akan dilakukan pada bulan September.
"Perkiraan bisa dua minggu atau satu bulan, setelah itu kita evaluasi," tambahnya.
Untuk waktu pemberlakuannya pun masih dalam kajian pihak Dishub maupun Dirlantas Polda Metro Jaya.
Bisa saja mengikuti waktu yang sudah ada pada pukul 06.00-23.00 WIB atau hanya di waktu-waktu yang ditetapkan.
Ia menyebut, penerapan sistem ini dilakukan sebagai upaya mempercantik Jakarta sebagai Ibukota Indonesia seperti yang dilakukan pada negara-negara lain.
"Tokyo, Singapura, Hongkong, sepeda motor itu sudah enggak boleh melintas," pungkasnya.
Hal ini diungkapkan oleh Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, "Untuk larangan sepeda motor kita perluas dari Bundaran HI sampai Bunderan Senayan," ujarnya.
Tidak hanya itu saja, penerapan sistem ganjil-genap bagi pengemudi mobil bakal dilakukan juga sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. "Untuk ganjil-genap bakal dilakukan di kawasan Rasuna Said," tambah Andri.
Lebih lanjut, Andri menegaskan untuk uji coba aturan ini akan dilakukan pada bulan September.
"Perkiraan bisa dua minggu atau satu bulan, setelah itu kita evaluasi," tambahnya.
Untuk waktu pemberlakuannya pun masih dalam kajian pihak Dishub maupun Dirlantas Polda Metro Jaya.
Bisa saja mengikuti waktu yang sudah ada pada pukul 06.00-23.00 WIB atau hanya di waktu-waktu yang ditetapkan.
Ia menyebut, penerapan sistem ini dilakukan sebagai upaya mempercantik Jakarta sebagai Ibukota Indonesia seperti yang dilakukan pada negara-negara lain.
"Tokyo, Singapura, Hongkong, sepeda motor itu sudah enggak boleh melintas," pungkasnya.
















0 komentar: