Facebook Twitter RSS
banner

Tambahan Nutrisi untuk Anak, Perlu Gak Sih?




Sebagai orangtua, kita pasti mau kan anak kita bertumbuh dan berkembang dengan sempurna, sesuai dengan standar atau pedoman pertumbuhan dan perkembangan anak. Tapi ternyata tiap anak itu beda-beda lho. Ada yang dengan mudah bertumubuh sesuai dengan standar tumbuh kembang anak, ada juga yang musti didorong lewat pemberian suplemen atau asupan gizi yang spesifik sesuai dengan kebutuhannya.

Kita yang merawatnya pasti tau dong apakah pertumbuhan si kecil sudah sesuai atau belum. Nah, kalo kita ngerasa si kecil perlu dapet booster asupan nutrisi buat memperbaiki kondisi kesehatannya, kita juga bisa memulainya dengan menghidangkan makanan “spesial” berupa tambahan nutrisi bagi si kecil. Untuk kebutuhan spesifiknya mungkin ini yang dibutuhkan.

Anak kurang tinggi
Gangguan pertumbuhan ini terjadi akibat kurangnya asupan mikronutrien. Zat yang termasuk mikronutrien adalah Vitamin A untuk perkembangan rangka dan jaringan lemak, serta memperbanyak sel tulang, Vitamin D mempertahankan kepadatan tulang, Kalsium elemen penting dalam struktur tulang dan gigi, Magnesium untuk pembentukan tulang.

Anak yang kurus
Disebabkan oleh pola makan yang kurang baik, sehingga berat dan tinggi badannya tidak sesuai dengan usia, tinggi badan anak melebihi usianya. Walaupun berat badannya ideal, anak bakal tetap tampak kurus kalo tinggi badannya berlebihan- aktivitasnya berlebihan sehingga asupan nutrisi menjadi minus atau karena anak sakit.
Makanan yang dianjurkan adalah makanan yang tinggi kandungan gula, karbohidrat, lemak dan protein. Anakku sendiri sempet kurus terus aku kasih makan-makanan dan pediasure yang mengandung gula, karbohidrat, lemak dan protein jadi kebutuhan nutrisinya tercukupin dan bisa nambah berat badannya. Terus kalo bisa hindarin makanan yang gurih ya. Karena ini bisa neken selera makan si kecil.

Anak selalu lemas
Kalau tubuh lemas, itu sebenarnya adalah tanda kalau tubuh lagi kekurangan nutrisi. Tubuh kan butuh asupan nutrisi supaya bisa bergerak dan bertenaga juga. Nah, kalau untu ini, salah satu makanan buat nambah tenaga adalah pisang, kacang hijau, aneka buah kering (kismis, kurma, dried prues), dan telur.

Anak kurang konsentrasi
Rentang konsentrasi anak ini sebenarnya dipengaruhi sama minatnya terhadap suatu aktivitas juga. Kalau aktivitas itu menarik dan menyenangkan buat dia, konsentrasinya bisa lama. Tapi kalo konsentrasinya ‘bermasalah’ dengan aktivitas kesukaannya, itu pertanda otaknya butuh asupan gizi yang baik. Buat mengatasinya, kita perlu banget kasih nutrisi pendukung perkembangan otak yang perlu kita berikan adalah makan-makanan yang mengnandung DHA (ikan salmon, tuna), Kolin (hati, kacang-kacangan), Zat besi (tempe, daging sapi, telur, bayam), Seng (yoghurt, telur), Vitamin B6 dan B12 (telur, beras merah, daging).

Anak yang kelebihan berat badan
Penyebabnya adalah pola makan yang gak sehat dan gak teratur. Mungkin sebagian dari kita sebagai orang tua ada yang masih berpikir bahwa anak yang sehat adalah anak yang gemuk (sebenarnya ini hanya mitos!) dan sedikit faktor genetik. Kenapa sedikit? Karena menurut penelitian, faktor genetik cuma menyumbang 10 % saja.

Jadi, sebenarnya nutrisi tambahan itu perlu gak sih?
Yes, perlu!
Perlu di sesuaikan juga dengan kebutuhan si anak. Nah, supaya berat badan anak lebih ideal, coba kasih makanan atau minuman yang mengandung tinggi serat, rendah kalori dan lemak, seperti sayur, buah-buahan sebagai dukungan nutrisi untuk tumbuh kembang anak.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: admin
Lorem ipsum dolor sit amet, contetur adipcing elit, sed do eiusmod temor incidunt ut labore et dolore agna aliqua. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar:

Popular Posts