Viral, Babi-Babi Di Kamboja Ini Punya Badan Yang Kekar Dan Berotot
Sebuah video viral yang diunggah oleh peternakan Kamboja memperlihatkan beberapa ekor babi yang memiliki badan kekar berotot. Sejak video itu tersebar di media sosial, netizen pun mencurigai adanya penggunaan steroid atau rekayasa genetik untuk menciptakan babi-babi seperti itu.
Badan pembela hak hewan PETA menuduh bahwa babi-babi itu telah mengalami rekayasa genetik. Melalui blog, kelompok itu bahkan menyebutnya "babi-babi mutan" atau "Okja di dunia nyata." Dikutip dari bebarapa sumber, hewan bernama Okja adalah karakter hewan dalam sebuah film Korea Selatan. Ia digambarkan sebagai babi super yang merupakan hasil pembiakan untuk keperluan pertandingan.
Seperti dikutip dari iflscience.com, PETA menuliskan, "Babi-babi mutan diternakkan agar berkembang seukuran itu hanya untuk dijagal dan dimakan? Ini benar-benar horor yang sedang berlangsung di sebuah peternakan Kamboja, di mana babi-babi yang diubah secara genetik dibiakkan untuk menumbuhkan massa otot."
Akan tetapi, Newsweek menduga bahwa hewan-hewan itu mungkin dibiakkan agar menjadi berotot dan bukan karena modifikasi genetik. Alasannya, foto-foto lain yang diunggah ke Facebook oleh peternakan yang sama memperlihatkan bahwa tidak semua babi di sana berotot kekar.
Badan pembela hak hewan PETA menuduh bahwa babi-babi itu telah mengalami rekayasa genetik. Melalui blog, kelompok itu bahkan menyebutnya "babi-babi mutan" atau "Okja di dunia nyata." Dikutip dari bebarapa sumber, hewan bernama Okja adalah karakter hewan dalam sebuah film Korea Selatan. Ia digambarkan sebagai babi super yang merupakan hasil pembiakan untuk keperluan pertandingan.
Seperti dikutip dari iflscience.com, PETA menuliskan, "Babi-babi mutan diternakkan agar berkembang seukuran itu hanya untuk dijagal dan dimakan? Ini benar-benar horor yang sedang berlangsung di sebuah peternakan Kamboja, di mana babi-babi yang diubah secara genetik dibiakkan untuk menumbuhkan massa otot."
Akan tetapi, Newsweek menduga bahwa hewan-hewan itu mungkin dibiakkan agar menjadi berotot dan bukan karena modifikasi genetik. Alasannya, foto-foto lain yang diunggah ke Facebook oleh peternakan yang sama memperlihatkan bahwa tidak semua babi di sana berotot kekar.
















0 komentar: