Ayah Guatemala Ini Dilarang Hadir Di Pemakanan Putrinya Di Amerika
Seorang perempuan bernama Monique Cespedes membuat sebuah petisi untuk mengizinkan seorang ayah bernama Noe Aguilar di Guatemala yang sangat ingin hadir dalam pemakaman putrinya di Amerika Serikat. Dalam petisi yang sudah memperoleh sekitar 50.000 tanda tangan itu, Cespedes menjelaskan situasi yang dihadapi Aguilar sarat akan diskriminasi.
Dilansir dari Daily Mail, Aguilar dianggap tak punya "hubungan cukup" karena dia tak mempunyai dokumen pendukung seperti rekening bank maupun usaha di AS. Karena itu, Kedutaan Besar AS di Guatemala menganggapnya sebagai "risiko" di mana dia dikhawatirkan tidak akan kembali ke Guatemala.
Diketahui, Aguilar punya alasan kuat ingin menghadiri pemakaman Hania. Sebab, anaknya itu tewas dibunuh di dekat rumahnya pada Oktober lalu. Gadis berusia 13 tahun itu diculik di dekat rumahnya di Carolina Utara pada 5 November, dan jenazahnya baru ditemukan tiga pekan kemudian. Dalam konferensi pers, Kepala Polisi Lumberton Michael McNeill mengonfirmasi dari uji laboratorium, diketahui jenazah itu adalah Hania.
Dilansir dari Daily Mail, Aguilar dianggap tak punya "hubungan cukup" karena dia tak mempunyai dokumen pendukung seperti rekening bank maupun usaha di AS. Karena itu, Kedutaan Besar AS di Guatemala menganggapnya sebagai "risiko" di mana dia dikhawatirkan tidak akan kembali ke Guatemala.
Diketahui, Aguilar punya alasan kuat ingin menghadiri pemakaman Hania. Sebab, anaknya itu tewas dibunuh di dekat rumahnya pada Oktober lalu. Gadis berusia 13 tahun itu diculik di dekat rumahnya di Carolina Utara pada 5 November, dan jenazahnya baru ditemukan tiga pekan kemudian. Dalam konferensi pers, Kepala Polisi Lumberton Michael McNeill mengonfirmasi dari uji laboratorium, diketahui jenazah itu adalah Hania.
















0 komentar: