Berkat Test DNA, Ibu Ini Bertemu Putrinya Yang Terpisah 69 Tahun
Berkat test DNA, seorang perempuan berusia 88 tahun, bernama Genevieve Purinton asal Tampa, Florida, Amerika Serikat tak menyangka dapat bertemu dengan putrinya, Connie Moultrop, asal Richmond, Vermont yang telah berusia 69 tahun dan disangka telah meninggal saat lahir.
Awalnya, Genevieve tidak pernah mengira jika putrinya itu masih hidup. Pasalnya, saat itu Genevieve masih berusia 18 tahun dan belum menikah, kemudian melahirkan di sebuah rumah sakit di Gary, Indiana. "Saya hanya diberitahu bahwa yang lahir adalah seorang gadis, tetapi dia langsung meninggal," ujar Genevieve kepada The New York Times.
Seorang dokter di rumah sakit tempat Genevieve melahirkan bertanggung jawab sebagai pihak yang telah mengatur agar bayinya diadopsi orang lain. Ibu dan anak itu akhirnya dapat dipertemukan berkat bantuan teknologi tes DNA melalui situs Ancestry.com. Awalnya, hasil tes mengantarkan Connie bertemu dengan seorang sepupu, yang kemudian mengarahkannya kepada ibu kandungnya. Saat bertemu pertama kali dengan ibu kandungnya, Connie mengatakan bahwa dirinya langsung merasakan adanya koneksi.
Sebelum bertemu dengan putrinya, Genevieve mengira jika dirinya akan menjadi anggota terakhir dari keluarganya, karena kedua orangtua dan delapan saudaranya telah meninggal. Genevieve juga tidak memiliki anak lagi sejak melahirkan putrinya ketika masih berusia 18 tahun. Sementara Connie, pertama mengetahui jika dirinya adalah anak adopsi setelah diberitahu oleh ibunya saat dirinya masih lebih muda. Saat ini, dia telah memiliki seorang anak perempuan yang memberinya dua cucu.
Awalnya, Genevieve tidak pernah mengira jika putrinya itu masih hidup. Pasalnya, saat itu Genevieve masih berusia 18 tahun dan belum menikah, kemudian melahirkan di sebuah rumah sakit di Gary, Indiana. "Saya hanya diberitahu bahwa yang lahir adalah seorang gadis, tetapi dia langsung meninggal," ujar Genevieve kepada The New York Times.
Seorang dokter di rumah sakit tempat Genevieve melahirkan bertanggung jawab sebagai pihak yang telah mengatur agar bayinya diadopsi orang lain. Ibu dan anak itu akhirnya dapat dipertemukan berkat bantuan teknologi tes DNA melalui situs Ancestry.com. Awalnya, hasil tes mengantarkan Connie bertemu dengan seorang sepupu, yang kemudian mengarahkannya kepada ibu kandungnya. Saat bertemu pertama kali dengan ibu kandungnya, Connie mengatakan bahwa dirinya langsung merasakan adanya koneksi.
Sebelum bertemu dengan putrinya, Genevieve mengira jika dirinya akan menjadi anggota terakhir dari keluarganya, karena kedua orangtua dan delapan saudaranya telah meninggal. Genevieve juga tidak memiliki anak lagi sejak melahirkan putrinya ketika masih berusia 18 tahun. Sementara Connie, pertama mengetahui jika dirinya adalah anak adopsi setelah diberitahu oleh ibunya saat dirinya masih lebih muda. Saat ini, dia telah memiliki seorang anak perempuan yang memberinya dua cucu.
















0 komentar: