Cemburu, Pria Malaysia Ini Bunuh Perawat Asal China

Seorang pria Malaysia bernama Boh Soon Ho (51) diadili atas kasus pembunuhan 2016 silam, yang menewaskan seorang wanita asal China bernama Zhang Huaxiang (28) yang berprofesi sebagai perawat. Dilansir dari The Straits Times, pelaku dan korban bertemu dan saling mengenal saat bekerja di sebuah kafe di hotel di Singapura pada 2011.
Saat itu Zhang, yang merupakan penerima beasiswa dari pemerintah Singapura pada tahun 2009, bekerja paruh waktu di kafe. Zhang belajar di jurusan ilmu keperawatan. Seiring berjalannya waktu, Boh dan Zhang semakin akrab dan kerap pergi bersama. Pria itu pun jatuh hati pada perempuan yang terpaut 20 tahun lebih muda itu. Boh menganggap Zhang sebagai kekasihnya, namun perempuan itu menganggapnya hanya sebagai teman.
Kegelisahan Boh mulai muncul setelah Zhang menjadi semakin jauh darinya dan dia pun mulai sering mengamati Zhang di apartemen tempat tinggalnya. Hingga pada 18 Maret 2016, Boh melihat Zhang keluar dari apartemen bersama dengan seorang pria. Cemburu dan merasa telah dikhianati, Boh merencanakan untuk bertemu dengan Zhang secara empat mata.
Pada 21 Maret 2016, Boh mengundang wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit universitas itu untuk makan siang di apartemen yang disewanya di Circuit Road, Singapura Timur. Awalnya keduanya hanya berbincang sambil makan malam. Namun kemudian Boh mengajak Zhang untuk berhubungan intim yang langsung dijawab dengan penolakan. Keduanya bertengkar dengan Boh mencoba menanyai Zhang tentang hubungannya dengan pria lain, termasuk mantan kekasihnya di China.
Boh sempat beberapa kali mencoba mencium dan memaksa menyentuh Zhang hingga akhirnya pria itu hilang kendali dan mencekik korban hingga tewas menggunakan handuk. Melihat korban yang sudah tak bergerak, pikiran jahat Boh masih menguasai hingga akhirnya dia menelanjangi jenazah korban dan mencoba menyetubuhinya. Namun niat itu batal dilakukan setelah pelaku tak kunjung merasakan ereksi.
Keesokan harinya, pada 22 Maret 2016, pelaku berniat membuang jenazah korban menggunakan koper, namun gagal karena tubuh korban sudah kaku. Boh juga sempat berpikir ingin memutilasi tubuh korban. Pelaku akhirnya meninggalkan jenazah korban di kamar apartemen, sementara dia melarikan diri dengan kembali ke Malaysia.
Boh menghubungi pemilik apartemen yang kemudian menemukan jenazah korban pada sore di hari yang sama. Boh juga menghubungi pemilik apartemen untuk mengakui perbuatannya pada 23 Maret 2016. Kepolisian Malaysia menciduk Boh pada 4 April 2016 ketika dia sedang makan malam di sebuah restoran dan dia diekstradisi ke Singapura sehari kemudian. Laporan dari Institusi Kesehatan Mental memastikan Boh tidak mengalami gangguan jiwa. Dia pun terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atas tindak kejahatan yang dilakukannya.
















0 komentar: