Didepan Rumahnya, Pria Amerika Ini Ditembak Mati Oleh Polisi

Di depan rumahnya di Ohio, Amerika Serikat (AS), seorang pria berusia 23 tahun bernama Casey Goodson ditembak mati oleh seorang petugas polisi yang belakangan diketahui bernama Jason Meade. Kepolisian wilayah Franklin menolak memberi komentar tentang kemungkinan motif penembakan, di tengah-tengah penyelidikan yang dilakukan secara terbuka. "Jason Meade saat ini tidak bertugas", kata juru bicara kepolisian wilayah/kantor sheriff Marc Gofstein. "Dia tidak akan kembali bekerja atau melakukan apa pun di kantor sheriff untuk jangka waktu yang belum ditentukan."
Hampir satu pekan setelah ia ditembak, fakta seputar kematiannya masih dipertanyakan. Berdasarkan penuturan keluarganya, Casey ditembak di punggung sebanyak tiga kali ketika ia tengah membuka kunci pintu depan dan memasuki rumahnya. Ia baru pulang setelah membeli sandwich untuk keluarganya. Sembilan orang kerabat Casey saat itu ada di rumah.
Aparat penegak hukum menyatakan bahwa Jason Meade tengah bertugas sebagai salah satu anggota dari Satuan Tugas Marshal AS yang menelusuri pelaku kekerasan pada hari ia menembak Casey Goodson. Namun, Casey tidak termasuk pihak yang disasar dalam operasi khusus ini, dan tidak ditemukan kasus kriminalitas lain yang melibatkannya.
Tidak ada rekaman video yang ditemukan atas penembakan tersebut dan tidak ada petugas kepolisian lainnya saat itu. Dalam sebuah pernyataan, otoritas menyebutnya sebagai "laporan atas saling klaim dari kedua belah pihak". Sebuah senjata api ditemukan pada Goodson, kata polisi. Membawa senjata api merupakan sesuatu yang legal di Ohio, dan Goodson memiliki izin untuk membawa senjata api secara tersembunyi. "Sebagai orang kulit hitam di negara ini, kulit kami tidak dapat dijadikan alasan," kata Sean Walton, pengacara keluarga Goodson.
















0 komentar: