Sebut 'ARSA' Penyebab Rohingya, Ratu Kecantikan Dicabut Gelarnya
Shwe Eain Si, ratu kecantikan Myanmar ini diminta untuk mengembalikan mahkota dan dilarang mengikuti kontes kecantikan internasional di Vietnam 5-26 Oktober lantaran video dirinya yang diunggah ke Facebook dan tersebar di media sosial YouTube, menyebutkan bahwa kelompok militan ARSA sebagai penyebab krisis di Rakhine.
ARSA adalah kependekan dari Tentara Pembebasan Rohingya Arakan, yang oleh pemerintah dan militer Myanmar dituduh melakukan serangan terhadap pos-pos keamanan dan juga terhadap warga sipil di Rakhine.
Menanggapi keputusan ini, Shwe Eain Si menggelar keterangan pers dan menegaskan dirinya tidak menyesal mengeluarkan komentar tersebut.Ia juga mengatakan tak menyesal tak dibolehkan mengikuti kontes kecantikan internasional di Vietnam.
Krisis ini menyebabkan lebih dari 500.000 warga minoritas Muslim Rohingya menyelamatkan diri ke negara tetangga Bangladesh.
"Serangan ini sudah terlalu berlebihan ... dan yang lebih disayangkan lagi adalah mereka dan pendukung internasional mereka melancarkan kampanye di media ... sehingga mereka dipersepsikan sebagai pihak yang tertindas," kata Shwe Eain Si.
Dalam videonya, Shwe Eain Si menyertakan gambar-gambar aksi kekerasan dengan korban warga sipil yang ia katakan dilakukan oleh milisi ARSA. Pada bagian akhir video, Shwe Eain Si meminta komunitas internasional untuk datang dan melihat sendiri situasi di lapangan. Shwe Eain Si pun tidak menyinggung soal keputusan pemerintah yang tidak membolehkan tim PBB untuk masuk ke Myanmar.
















0 komentar: