2040 Indonesia Bebas Emisi, Apa Kabar Perkembangan Mobil Listrik?
[split]Dewasa ini, banyak negara maju dan berkembang yang mulai beralih ke tenaga alternatif seperti listrik, dan sudah ada beberapa negara yang mulai melarang penjualan kendaraan bermesin konvensional. Karena itu, pabrikan otomotif di seluruh dunia pun telah berlomba-lomba mengeluarkan produk kendaraan listrik mereka. Lalu bagaimana dengan Indonesia?


6 tahun lalu, Indonesia telah memiliki sebuah mobil listrik bernama Tucuxi yang pertama kali digagas oleh mantan Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan. Namun prototype tersebut mengalami nasib sial saat sedang melakukan uji coba jarak jauh, dari Solo menuju Surabaya.
Selanjutnya ada Selo, yang merupakan penerus Tucuxi. Sayangnya, proyek mobil sport listrik dengan banderol Rp 1.5 Miliar tersebut juga terhenti setelah dinyatakan tidak lolos uji emisi oleh mantan Kepala Sub Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Sarjono Turin, sehingga Selo tak bisa diproduksi massal.


#split#Akan tetapi 1 tahun lalu, muncul sebuah wacana bahwa pemerintah Indonesia akan melarang penjualan kendaraan bermesin konvensional di tahun 2040. Mungkinkah ini akan membuat perkembangan industri kendaraan listrik lokal/impor kembali bergairah?

Ketika ditanya mengenai masalah tersebut, seorang sumber dari sebuah APM mengatakan bahwa mereka masih menunggu selesainya penandatanganan MOU kerjasama mengenai pengembangan dan riset mobil listrik dengan pemerintah Indonesia.
Di sisi konsumen, sudah ada beberapa yang menyatakan bahwa mereka tertarik untuk membeli mobil listrik jika infrastruktur untuk stasiun pengisian sudah tersebar di seluruh Indonesia, dan harga mobil tersebut dapat dijangkau oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Ini memiliki arti bahwa era kendaraan listrik di Indonesia mulai berjalan, meskipun masih sangat perlahan

[/split]


6 tahun lalu, Indonesia telah memiliki sebuah mobil listrik bernama Tucuxi yang pertama kali digagas oleh mantan Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan. Namun prototype tersebut mengalami nasib sial saat sedang melakukan uji coba jarak jauh, dari Solo menuju Surabaya.
Selanjutnya ada Selo, yang merupakan penerus Tucuxi. Sayangnya, proyek mobil sport listrik dengan banderol Rp 1.5 Miliar tersebut juga terhenti setelah dinyatakan tidak lolos uji emisi oleh mantan Kepala Sub Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Sarjono Turin, sehingga Selo tak bisa diproduksi massal.


#split#Akan tetapi 1 tahun lalu, muncul sebuah wacana bahwa pemerintah Indonesia akan melarang penjualan kendaraan bermesin konvensional di tahun 2040. Mungkinkah ini akan membuat perkembangan industri kendaraan listrik lokal/impor kembali bergairah?

Ketika ditanya mengenai masalah tersebut, seorang sumber dari sebuah APM mengatakan bahwa mereka masih menunggu selesainya penandatanganan MOU kerjasama mengenai pengembangan dan riset mobil listrik dengan pemerintah Indonesia.
Di sisi konsumen, sudah ada beberapa yang menyatakan bahwa mereka tertarik untuk membeli mobil listrik jika infrastruktur untuk stasiun pengisian sudah tersebar di seluruh Indonesia, dan harga mobil tersebut dapat dijangkau oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Ini memiliki arti bahwa era kendaraan listrik di Indonesia mulai berjalan, meskipun masih sangat perlahan

[/split]
















0 komentar: