Mobil China Mulai Menyerang, Sanggup Goyang Pasar Mobil Jepang?
Bukan rahasia lagi jika kehadiran mobil China bisa sedikit merebut porsi pasar yang dikuasai oleh produsen merk Jepang di Indonesia.


Wuling meluncurkan Confero untuk bermain di segmen Medium-Low MPV, sedangkan Cortez yang baru saja resmi diluncurkan hadir untuk merangsek di pasar Medium MPV. Keduanya dibekali dengan beragam fitur modern dan canggih, di mana kebanyakan pesaing di kelas masing-masing tidak memilikinya.
Terlebih lagi, Wuling memproduksi kedua kendaraannya di Indonesia, tepatnya di kawasan Cikarang. Oleh karena itu, mereka bisa membuat Confero dan Cortez memiliki harga yang kompetitif.
Selain Wuling, ada satu brand asal negeri tirai bambu yang kini mulai menggeliat yaitu DFSK.
DFSK masuk ke Indonesia melalui PT Sokonindo Automobile (SA) yang juga ingin menjajal geliat pasar otomotif di Indonesia. Mereka meluncurkan dua mobil terbarunya yaitu DFSK Super Cab (pick up) dan DFSK Glory 580 (SUV).
Jika Wuling sudah mempunyai pabrik di Cikarang, Sokon sendiri juga telah mempunyai pabrik perakitan di kawasan Cikande, Serang, Banten. Mempunyai luas area sekitar 80.000 m2 dengan kapasitas produksinya mencapai 50.000 unit setahun.
Tak hanya itu saja, PT SA juga telah menargetkan hingga tahun 2019 mereka ingin memiliki 180 outlet penjualan. Di pulau Jawa 105 outlet, Sumatra 40 outlet, Kalimantan dan Sulawesi sebanyak 15 dan 20 outlet.
Bagaimana menurut Modcomers, siapa yang lebih unggul persaingan kedua mobil China tersebut di Indonesia, Wuling atau DFSK? Kita tunggu saja..




Wuling meluncurkan Confero untuk bermain di segmen Medium-Low MPV, sedangkan Cortez yang baru saja resmi diluncurkan hadir untuk merangsek di pasar Medium MPV. Keduanya dibekali dengan beragam fitur modern dan canggih, di mana kebanyakan pesaing di kelas masing-masing tidak memilikinya.
Terlebih lagi, Wuling memproduksi kedua kendaraannya di Indonesia, tepatnya di kawasan Cikarang. Oleh karena itu, mereka bisa membuat Confero dan Cortez memiliki harga yang kompetitif.
Selain Wuling, ada satu brand asal negeri tirai bambu yang kini mulai menggeliat yaitu DFSK.
DFSK masuk ke Indonesia melalui PT Sokonindo Automobile (SA) yang juga ingin menjajal geliat pasar otomotif di Indonesia. Mereka meluncurkan dua mobil terbarunya yaitu DFSK Super Cab (pick up) dan DFSK Glory 580 (SUV).
Jika Wuling sudah mempunyai pabrik di Cikarang, Sokon sendiri juga telah mempunyai pabrik perakitan di kawasan Cikande, Serang, Banten. Mempunyai luas area sekitar 80.000 m2 dengan kapasitas produksinya mencapai 50.000 unit setahun.
Tak hanya itu saja, PT SA juga telah menargetkan hingga tahun 2019 mereka ingin memiliki 180 outlet penjualan. Di pulau Jawa 105 outlet, Sumatra 40 outlet, Kalimantan dan Sulawesi sebanyak 15 dan 20 outlet.
Bagaimana menurut Modcomers, siapa yang lebih unggul persaingan kedua mobil China tersebut di Indonesia, Wuling atau DFSK? Kita tunggu saja..


















0 komentar: