Video: Tersinggung Dengan Perkataan, Pria India Bunuh Bocah 7 Tahun
Merasa tersinggung dengan perkataan yang menyebut dirinya bukan orang baik, seorang pria di India bernama Avdesh Sakya (27) tega menculik dan membunuh bocah 7 tahun serta menyimpan mayatnya di koper selama 35 hari. Diketahui, bocah tersebut adalah anak dari pemilik rumah kontrakan tempatnya menyewa di Swaroop Nagar. Sakya juga meminta uang tebusan karena dendam dengan ayah korban.
Polisi menemukan mayat anak laki-laki itu yang telah membusuk setelah seorang tetangga yang mengeluhkan mengenai bau busuk dari rumah Sakya.
"Saya bertanya kepada dia tentang apa yang orangtuanya katakan tentang saya. Dia mengatakan bahwa orangtuanya telah memperingatkannya untuk tidak mengunjungi rumah saya karena saya bukan orang baik," kata Sakya kepada penyidik, seperti dilansir dari The Indian Express. "Saya marah, tapi saya berusaha menahannya saat itu," ucapnya.
Setelah membunuh bocah itu, dia membungkus mayat korban dengan plastik dan memasukkannya ke koper. Sejak saat itu, dia mencari kesempatan untuk membuangnya. Menurut petugas polisi setempat, Alsam Khan, pelaporan tentang anak hilang telah diterima sejak 7 Januari 2018. Setelah pembunuhan itu, Sakya masih sempat menemani ayah korban ke kantor polisi.
"Dia tidak bisa membuang mayat itu karena polisi berjaga-jaga di area sekitar. Ketika mayat semakin bau, dia tinggal di rumah ayah korban atau di rumah teman lainnya," ungkap tetangganya.
Polisi menemukan mayat anak laki-laki itu yang telah membusuk setelah seorang tetangga yang mengeluhkan mengenai bau busuk dari rumah Sakya.
"Saya bertanya kepada dia tentang apa yang orangtuanya katakan tentang saya. Dia mengatakan bahwa orangtuanya telah memperingatkannya untuk tidak mengunjungi rumah saya karena saya bukan orang baik," kata Sakya kepada penyidik, seperti dilansir dari The Indian Express. "Saya marah, tapi saya berusaha menahannya saat itu," ucapnya.
Setelah membunuh bocah itu, dia membungkus mayat korban dengan plastik dan memasukkannya ke koper. Sejak saat itu, dia mencari kesempatan untuk membuangnya. Menurut petugas polisi setempat, Alsam Khan, pelaporan tentang anak hilang telah diterima sejak 7 Januari 2018. Setelah pembunuhan itu, Sakya masih sempat menemani ayah korban ke kantor polisi.
"Dia tidak bisa membuang mayat itu karena polisi berjaga-jaga di area sekitar. Ketika mayat semakin bau, dia tinggal di rumah ayah korban atau di rumah teman lainnya," ungkap tetangganya.
















0 komentar: