Berhasil Raih Lee Kuan Yew, Surabaya Tatap Guangzhou Award

Setelah 2 kali gagal menjadi pemenang di kategori yang sama pada tahun 2014 dan 2016, akhirnya kota Surabaya berhasil memenangkan Lee Kuan Yew World City Prize pada kategori Special Mentions bersama 3 kota dunia lainnya yaitu Hamburg (Jerman), Kazan (Rusia), Tokyo (Jepang). Penghargaan tersebut telah diterima oleh Tri Rismaharini selaku Walikota pada acara World Cities Summit (WCS) 2018 di Singapura yang berlangsung mulai tanggal 07 Juli 2018 - 09 Juli 2018.

Sekretaris Pelaksana Lee Kuan Yew World City Prize, Ng Lye Hock Larry di Marina Bay Sands Expo and Convention Center mengemukakan alasan panitia menunjuk kota Surabaya sebagai pemenang karena menurutnya "Surabaya kota yang unik dibandingkan dengan kota lain di dunia karena mampu mempertahankan kampung di tengah perkembangan kota. Perubahan ini menjadi menarik karena ada partisipasi masyarakat serta kerjasama universitas untuk menentukan kebijakan. Kampung Nelayan di Bulak yang awalnya kumuh, kotor, sekarang berwarna-warni dan bersih."

Alasan kedua adanya program pemberdayaan warga dari Pemerintah Kota. "Risma juga memberdayakan warga kampung dengan membuat handycraft, dan sesuatu yang bisa dijual sehingga menambah pendapatan. Pemkot sangat mendukung legalitas serta modal bagi warga kampung. Ibu Risma juga mampu mentransformasikan kemajuan Surabaya," tambah Ng Larry.

Untuk alasan ketiga Ng Larry menilai "25 persen APBD untuk pendidikan ini yang menjadi penting, menyediakan pendidikan gratis serta menyediakan taman baca, dan menawarkan Broadband Learning Center (tempat baca). Ini yang saya dapati saat konservasi di Surabaya," katanya. Dan menjadi nilai plus bagi ibukota Provinsi Jawa Timur ini.

Dengan 3 alasan tersebut diatas, sepertinya yang membuat Walikota Surabaya, Tri Rismaharini ikut mendaftarkan kota Surabaya pada penghargaan Guangzhou International Award for Urban Innovation, sebuah penghargaan untuk kota yang memiliki inovasi pengembangan masalah lingkungan yang berdampak pada kehidupan ekonomi dan kesejahteraan warga kota.
Hari ini, tanggal 10 Juli 2018 penghargaan tersebut diarak keliling kota Surabaya bersama 3 penghargaan lainnya yaitu OpenGov Asia Recognition of Excellence, ASEAN Tourism Forum (ATF) di Thailand dan Unesco Learning City Awards.

















0 komentar: