Ini Pesan Menteri Rini Ke BUMN Pengelola Tol
Bangun Infrastruktur, Bangun
Juga Ekonomi Masyarakatnya
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, saat ini pengguna jalan tol makin banyak sehingga pembangungan infrastruktur jalan tol terus digenjot termasuk penyediaan rest area.
Kondisi ini mestinya mampu menaikkan perekonomian bagi masyarakat sekitar.
Salah satu caranya dengan memaksimalkan kawasan rest area untuk berbisnis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Saya ingin pembangunan dan keberadaan jalan tol tidak hanya sebatas menghubungkan jalan dari satu daerah ke daerah lain. Tapi bagaimana dengan adanya jalan tol ini, ekonomi masyarakat sekitar menjadi semakin meningkat dan memberikan kesejahteraan bagi mereka," jelas Rini saat meninjau UMKM di rest area 207 A Tol Palikanci, kemarin.

Menteri Rini Kedua Kiri
Dok Foto : Kementerian BUMN
Efek infrastruktur jalan tol bisa terlihat berhasil kalau masyarakat sekitar banyak yang menghidupkan rest area dengan berbagai barang dagangan yang dijajakan kepada pengguna tol. "Sehingga multiplier effect dari pembangunan infrastruktur itu jelas dan nyata," kata Rini.
Rini pun mendorong peran BUMN dalam memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol. Sehingga secara jangka panjang perekonomian daerah setempat pun bisa terdongkrak.
Salah satu upaya merangsang ekonomi masyarakat tersebut telah dilakukan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dengan memaksimalkan rest area sebagai tempat bagi masyarakat setempat mengembangkan UMKM rintisannya.
Rini menerangkan, perihal keberadaan UMKM di rest area jalan tol merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar ada tempat spesial bagi UMKM. Untuk itu, Rini bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Pemda setempat akan bersinergi dalam mengelola dan mengembangkannya.
"Geliat ekonomi masyarakat seperti ini harus terus ditingkatkan. Ke depan akan kita konsepkan benar-benar mengenai zona UMKM di rest area. Kita akan sandingkan dengan Himbara dan program kami yang sudah berjalan yakni Rumah Kreatif BUMN," ujar Rini.

Ada 424 UMKM
Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani menambahkan, hingga saat ini jumlah UMKM binaan Jasa Marga yang telah beroperasi di beberapa rest area ada sebanyak 424 UMKM. Jumlah tersebut tersebar di tujuh ruas tol, yakni Jakarta - Cikampek, Jakarta - Tangerang, Jagorawi, Purbaleunyi, Palikanci, Semarang, dan Solo - Ngawi.
Khusus di rest area 207 A Tol Palikanci yang ditinjau Menteri Rini, sudah beroperasi sebanyak 27 UMKM dengan beragam jenis usaha. "Disini ada berbagai bisnis mulai dari Rumah Makan Pujasera dan oleh-oleh khas Cirebon, Tahu Sumedang, Minuman Jus Buah, Gerai kerajinan Batik Cirebon, hingga jasa tambal ban," terangnya.
Rest area tersebut dikelola langsung oleh anak usaha Jasa Marga yakni PT Jasamarga Properti. Ke depan pihaknya juga akan menekankan kembali kriteria UMKM-nya dan konsep pengelolaannya bersama Kementerian BUMN.
"Namun dalam waktu bersamaan, UMKM yang sudah berjalan ini, kami juga melakukan pembinaan hingga usahanya semakin meningkat dan naik kelas menjadi usaha menengah, tidak lagi mikro," tutur Desi.
Juga Ekonomi Masyarakatnya
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, saat ini pengguna jalan tol makin banyak sehingga pembangungan infrastruktur jalan tol terus digenjot termasuk penyediaan rest area.
Kondisi ini mestinya mampu menaikkan perekonomian bagi masyarakat sekitar.
Salah satu caranya dengan memaksimalkan kawasan rest area untuk berbisnis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Saya ingin pembangunan dan keberadaan jalan tol tidak hanya sebatas menghubungkan jalan dari satu daerah ke daerah lain. Tapi bagaimana dengan adanya jalan tol ini, ekonomi masyarakat sekitar menjadi semakin meningkat dan memberikan kesejahteraan bagi mereka," jelas Rini saat meninjau UMKM di rest area 207 A Tol Palikanci, kemarin.

Menteri Rini Kedua Kiri
Dok Foto : Kementerian BUMN
Efek infrastruktur jalan tol bisa terlihat berhasil kalau masyarakat sekitar banyak yang menghidupkan rest area dengan berbagai barang dagangan yang dijajakan kepada pengguna tol. "Sehingga multiplier effect dari pembangunan infrastruktur itu jelas dan nyata," kata Rini.
Rini pun mendorong peran BUMN dalam memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol. Sehingga secara jangka panjang perekonomian daerah setempat pun bisa terdongkrak.
Salah satu upaya merangsang ekonomi masyarakat tersebut telah dilakukan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dengan memaksimalkan rest area sebagai tempat bagi masyarakat setempat mengembangkan UMKM rintisannya.
Rini menerangkan, perihal keberadaan UMKM di rest area jalan tol merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar ada tempat spesial bagi UMKM. Untuk itu, Rini bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Pemda setempat akan bersinergi dalam mengelola dan mengembangkannya.
"Geliat ekonomi masyarakat seperti ini harus terus ditingkatkan. Ke depan akan kita konsepkan benar-benar mengenai zona UMKM di rest area. Kita akan sandingkan dengan Himbara dan program kami yang sudah berjalan yakni Rumah Kreatif BUMN," ujar Rini.

Ada 424 UMKM
Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani menambahkan, hingga saat ini jumlah UMKM binaan Jasa Marga yang telah beroperasi di beberapa rest area ada sebanyak 424 UMKM. Jumlah tersebut tersebar di tujuh ruas tol, yakni Jakarta - Cikampek, Jakarta - Tangerang, Jagorawi, Purbaleunyi, Palikanci, Semarang, dan Solo - Ngawi.
Khusus di rest area 207 A Tol Palikanci yang ditinjau Menteri Rini, sudah beroperasi sebanyak 27 UMKM dengan beragam jenis usaha. "Disini ada berbagai bisnis mulai dari Rumah Makan Pujasera dan oleh-oleh khas Cirebon, Tahu Sumedang, Minuman Jus Buah, Gerai kerajinan Batik Cirebon, hingga jasa tambal ban," terangnya.
Rest area tersebut dikelola langsung oleh anak usaha Jasa Marga yakni PT Jasamarga Properti. Ke depan pihaknya juga akan menekankan kembali kriteria UMKM-nya dan konsep pengelolaannya bersama Kementerian BUMN.
"Namun dalam waktu bersamaan, UMKM yang sudah berjalan ini, kami juga melakukan pembinaan hingga usahanya semakin meningkat dan naik kelas menjadi usaha menengah, tidak lagi mikro," tutur Desi.
















0 komentar: