Kebakaran Hutan Di Sumsel Ancam Pelaksanaan Asian Games 2018?
Hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan di Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan sudah mencapai 180 hektare. Dimana kebakaran tersebut bisa saja mengancam pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang, karena polusi udara yang ditimbulkannya. Mengingat bulan depan sudah berlangsung.
Berdasarkan data, lahan terbakar terjadi sejak Minggu (15/7) di Desa Kayu Labu dengan luas sekitar 75 hektare. Selanjutnya kebakaran terjadi di Desa Cinta Jaya, dengan luas 105 hektare.

"Saat ini lahan terbakar itu masih terjadi, petugas masih berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pemadaman sendiri dilakukan baik malalui darat dan udara," kata Kaposko Penanggulangan Karhutla BPBD Sumsel, Ansori.
Beragam cara sudah dilakukan untuk memadamkan si jago merah tersebut, salah satunya adalah memalui udara dengan menerjunkan 3 heli water bombing. Diketahui 2 heli water bombing milik BPBD dan satu heli milik perusahaan swasta.
Kebakaran lahan di Cinta Jaya memang berada di wilayah konservasi perusahaan. Sedangkan di Kayu Labu, api mulai menjalar di lahan gambut kosong yang sulit dipadamkan. "Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran, untuk lahan gambut kami perlu pemadaman optimal. Sejauh ini masih terus diselidiki penyidik Polda Sumsel penyebabnya," kata Ansori.
Secara terpisah, Dasatgas Udara Lanud SMH Palembang, Kolonel Pnb Sutrisno menyebut pihaknya sudah melakukan patroli secara rutin. Patroli dilakukan di beberapa titik rawan karhutla, termasuk di wilayah Ogan Komering Ilir.
"Sampai siang ini ada tiga heli yang terbang, satu heli untuk pemantauan berdasarkan informasi titik dimana terjadi kebakaran. Sedangkan heli lain melakukan pemadaman bergantian," kata Sutrisno.
Berdasarkan data, lahan terbakar terjadi sejak Minggu (15/7) di Desa Kayu Labu dengan luas sekitar 75 hektare. Selanjutnya kebakaran terjadi di Desa Cinta Jaya, dengan luas 105 hektare.

"Saat ini lahan terbakar itu masih terjadi, petugas masih berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pemadaman sendiri dilakukan baik malalui darat dan udara," kata Kaposko Penanggulangan Karhutla BPBD Sumsel, Ansori.
Beragam cara sudah dilakukan untuk memadamkan si jago merah tersebut, salah satunya adalah memalui udara dengan menerjunkan 3 heli water bombing. Diketahui 2 heli water bombing milik BPBD dan satu heli milik perusahaan swasta.
Kebakaran lahan di Cinta Jaya memang berada di wilayah konservasi perusahaan. Sedangkan di Kayu Labu, api mulai menjalar di lahan gambut kosong yang sulit dipadamkan. "Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran, untuk lahan gambut kami perlu pemadaman optimal. Sejauh ini masih terus diselidiki penyidik Polda Sumsel penyebabnya," kata Ansori.
Secara terpisah, Dasatgas Udara Lanud SMH Palembang, Kolonel Pnb Sutrisno menyebut pihaknya sudah melakukan patroli secara rutin. Patroli dilakukan di beberapa titik rawan karhutla, termasuk di wilayah Ogan Komering Ilir.
"Sampai siang ini ada tiga heli yang terbang, satu heli untuk pemantauan berdasarkan informasi titik dimana terjadi kebakaran. Sedangkan heli lain melakukan pemadaman bergantian," kata Sutrisno.
















0 komentar: