Facebook Twitter RSS
banner

6 Cara Mencegah Korosi pada evaporator dengan Sederhana

AC bau saat dihidupkan? Bisa jadi itu karena evaporator anda sudah tertutup kotoran. Kotoran yang mengendap di sekitar box blower, kipas blower, atau pada dinding evaporator, bisa menyebabkan korosi.



Bagaimana bisa ada korosi?

Seperti yang kita tahu, Evaporator adalah alat yang berfungsi untuk menguapkan gas freon yang bertemperatur dan bertekanan rendah. Kotoran yang menempel pada Evaporator berasal dari berbagai jenis kotoran seperti debu halus, remah-remah makanan, dan serabut halus karpet mobil yang tersedot oleh kipas blower. Kotoran tersebut kemudian menempel dalam waktu yang lama. Akhirnya akan timbul residu menyerupai lendir dan menyebabkan korosi dan mengakibatkan penurunan mutu kinerja evaporator.

Evaporator yang biasanya dibuat dari bahan aluminium memang paling baik digunakan untuk penghantar suhu, tetapi lebih mudah keropos. Karena itu faktor usia dan perawatan sangat penting.

Bagaimana Bentuk korosi yang terjadi?

Sebenarnya semua korosi memiliki ciri yang hampir sama, yakni dari debu dan lendir yang menempel kemudian lama-lama mengering dan menjadi kerak. Kerak korosi ini mengikis lapisan evaporator, sehingga menjadi keropos.

Kerak korosi pada evaporator tidak sama seperti korosi pada besi. Jika korosi pada besi tampak berwarna cokelat kemerahan, sedangkan korosi yang dimaksud cenderung terlihat seperti kapur berwarna putih dan terlihat lubang2 kecil apabila dibersihkan.

Faktor apa penyebabnya?

Ada beberapa alasan kenapa evaporator bisa menjadi korosi. Penyebabnya bisa dibilang sepele, tetapi para pengguna mobil seringkali tidak memperhatikannya. Lalu apa saja faktor penyebabnya? Berikut beberapa di antaranya:

Tidak menjaga kebersihan kabin mobil
Udara dalam kabin mobil sangat mempengaruhi kinerja Evaporator. Apabila udara yang disedot bercampur dengan debu atau abu atau bahkan remah-remah makanan yang tercecer pada mobil anda, akan menyebabkan sumbatan dan berakhir dengan terganggunya kinerja evaporator. Debu dan kotoran yang menempel inilah yang kemudian menjadi korosi.

Tidak rutin melakukan servis AC mobil
Jangan percaya mitos yang mengatakan bahwa tidak perlu servis Ac selama tidak ada masalah. Mau tahu mengapa? Baca 7 Mitos dan Fakta tentang AC Mobil.

Setiap kali AC anda diservis, maka setiap itu juga bagian-bagian dalam AC anda dibersihkan. Maka, kebiasaan untuk menunda servis AC hingga berbulan-bulan sudah pasti akan membuat kotoran pada evaporator menumpuk dan mengendap dalam waktu yang lama, sehingga akan menimbulkan masalah pada ac mobil anda. Perlu diingat bahwa apabila bagian-bagian AC anda telanjur tidak bisa digunakan, maka biaya untuk mengganti Spare part-nya bisa jadi lebih mahal dari harga servis anda.



Berikut ini adalah beberapa tips terkait:

  1. Jagalah kebersihan kabin mobil anda. Ini yang utama dan pertama.
  2. Jangan membuka jendela ketika AC sedang menyala. Bisa saja kotoran dan debu dari luar ikut tersedot masuk ke dalam ac mobil anda.
  3. Jangan merokok di dalam mobil. Asap dan abu rokok mengandung residu yang rawan menjadi penyebab.
  4. Rutinlah menyervis AC Anda Minimal 1 tahun sekali
  5. Gunakan atau tambahkan Cabin Filter untuk memperlambat terjadinya korosi.
  6. Sering membersihkan karpet khususnya yang sebelah kiri. Karena karpet disebelah kiri ini posisinya paling dekat dengan AC sehingga rentan sekali kotoran yang ada ikut tersedot ke dalam evaporator.


Nah, sekarang saatnya anda memikirkan ulang tentang kondisi mobil anda. Kapan terakhir kali diservis? Kapan terakhir kali dibersihkan? Setelah membaca artikel ini, anda bisa menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan masalah pada ac mobil anda dan jangan lupa untuk merawat AC mobil anda. Selamat merawat!

Semoga bermanfaat
:):salam::keren:

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: admin
Lorem ipsum dolor sit amet, contetur adipcing elit, sed do eiusmod temor incidunt ut labore et dolore agna aliqua. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar:

Popular Posts