Facebook Twitter RSS
banner

APV Jadi Produk Andalan Suzuki Untuk Diekspor, Kok Bisa?

Sepanjang semester pertama 2018, ekspor mobil Suzuki berhasil meningkat sebesar 11% dengan jumlah 31.759 unit dibandingkan semester pertama tahun lalu.

Ada 47 negara yang saat ini menjadi tujuan ekspor Suzuki. Bahkan Suzuki menargetkan akan mengirim produknya ke 51 negara sampai akhir tahun ini. Negara-negara tujuan ekspor Suzuki meliputi Thailand, Filipina, Vietnam, Pakistan, Chile, Peru, Bolivia, Kostarika, Honduras, Kolombia hingga, Panama.


"Pencapaian ekspor kami semester pertama cukup positif. Hal tersebut seiring dengan dukungan pemerintah," ujar Hady Surjono Halim, Departement Head of Export PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (9/8/2018).

Mobil yang menjadi andalan Suzuki Indonesia dalam hal ekspor ke pasar global adalah APV. Suzuki APV menjadi model yang paling banyak diekspor, yakni sebanyak 8.080 unit pada semester pertama 2018.


“Di beberapa negara khususnya di Amerika Tengah seperti Kostarika, Honduras dan Kolombia, Suzuki APV masih banyak peminatnya. Mungkin tren mobil 7 penumpang di negara-negara tersebut masih tinggi,” jelas Hady.

Namun untuk ekspor mobil dalam wujud utuh atau completely built up atau CBU, Suzuki New Ertiga mencetak lonjakan ekspor tertinggi hingga 37 % pada semester pertama 2018.

"Jika semester pertama tahun 2017 Suzuki berhasil mengekspor Suzuki New Ertiga sebanyak 4.671 unit, kali ini ekspor Suzuki New Ertiga menyentuh 6.399 unit pada semester pertama 2018," ungkap Hady.

Selama ini produk mobil yang diekspor tersebut terdiri dari Suzuki APV, Suzuki All New Ertiga, Suzuki Carry pick up dan Suzuki Wagon R baik dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) maupun ekspor terurai atau CKD (completely knocked down). Serta, mencakup pula mobil berjenis blind van dan panel van serta cab chassis.

Hady menjelaskan, untuk ekspor CKD, Suzuki Karimun Wagor R mencetak lonjakan tertinggi hingga 35 % pada semester pertama 2018. Pada semester pertama tahun 2018, Suzuki berhasil mengeskpor Karimun Wagon R sebanyak 14.640 unit.

"Ekspor model blind van dan panel van, 50 persen van, 50 persen pick up," ungkap Hady.

Seiring dengan tumbuhnya ekspor, kebutuhan akan ekspor komponen untuk fasilitas manufaktur Suzuki di luar negari juga naik.

Di semester pertama 2018, kenaikannya sebesar 6 % yaitu sebanyak 246.232 pcs dibanding tahun lalu yang hanya 232.439 pcs. Tercatat sebanyak 91 distributor Suzuki di global menjadi tujuan ekspor komponen yang mencakup 78 negara.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: admin
Lorem ipsum dolor sit amet, contetur adipcing elit, sed do eiusmod temor incidunt ut labore et dolore agna aliqua. Lorem ipsum dolor sit amet.

0 komentar:

Popular Posts