Autovison Edukasi Komunitas Mobil Soal Lampu Kendaraan
MODCOM, BSD - Lampu pada kendaraan merupakan salah satu komponen yang vital. Maka dari itu, seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini, banyak sekal varian lampu yang bermunculan, mulai dari varian berjenis Halogen, HID dan LED.
Namun, masih banyak pemilik kendaraan yang belum mengetahui fungsi dan keuntungan dari masing-masing lampu tersebut.

Sadar akan itu semua, Autovision selaku produsen lampu kendaraan coba memberikan edukasi kepada konsumennya seputar lampu kendaraan.
Kali ini, Autovison mengajak para komunitas, seperti Xpander Mitsubishi Owner Club Indonesia (X-MOC), Toyota Sienta Community Indonesia (TOSCA) dan Innova Community (IC) dalam acara Meet And Great di GIIAS 2018. Tak hanya komunitas, Meet And Great ini juga dihadiri oleh Fitra Eri sebagai nara sumber.
"Kami mencoba memberikan sajian yang terbaik kepada pengunjung pameran GIIAS 2018. Lampu pada kendaraan merupakan salah satu komponen yang vital. Itulah sebabnya kami ingin berbagi edukasi seputar lampu, mulai dari tren hingga bedah fitur teknologi lampu kendaraan terkini seperti jenis lampu LED (Light Emitting Diode)," buka Lily Hernawan, selaku Direktur CV SPN.

Dalam kesempatan ini, Fitra Eri pun turut memberi komentar. Dimana menurut dia lampu jenis LED merupakan pengembangan terkini pada lampu mobil. Dimana penggunaan lampu LED, yang terpenting sinar dan cahayanya fokus dan tidak menyebar. Sehingga mampu menjadi sebagai alat bantu bagi pengemudi untuk berkendara kapanpun dan dimanapun
"Hingga saat ini kebanyakan mobil-mobil terbaru di Indonesia telah menggunakan lampu LED. Kelebihan lampu LED memberikan visibilitas yang lebih jauh dan cahaya yang lebih jernih. Serta yang paling penting adalah menghemat energi," jelas Fitra kembali.
Sambung Lily, bahwa pihak pabrikan pun memiliki standar untuk satuan warna cahaya pada angka 4.300Kelvin. Artinya, dengan cahaya tersebut aman digunakan berkendara untuk malam hari, ketika hujan hingga berkabut. Lantaran cahaya yang dihasilkan masih bersifat menembus hujan dan kabut.

"Artinya adalah dengan cahaya tersebut aman digunakan berkendara untuk malam hari, ketika hujan hingga berkabut. Lantaran cahaya yang dihasilkan masih bersifat menembus hujan dan kabut. Seperti salah satu produk kami yang baru saja diluncurkan, yang didesain bentuk kecil menyerupai lampu jenis Halogen. Bahkan semua komponen termasuk LED driver menjadi satu kesatuan. Cocok untuk digunakan sehari-hari, bahkan ketika musim hujan." jelas Lily.
Dari acara ini, Autovision berharap para konsumen tidak hanya sekedar mengganti lampu kendaraan. Namun juga harus memikirkan faktor keselamatan dan kenyamanan berkendara." tutup Lily Hernawan.
Namun, masih banyak pemilik kendaraan yang belum mengetahui fungsi dan keuntungan dari masing-masing lampu tersebut.

Sadar akan itu semua, Autovision selaku produsen lampu kendaraan coba memberikan edukasi kepada konsumennya seputar lampu kendaraan.
Kali ini, Autovison mengajak para komunitas, seperti Xpander Mitsubishi Owner Club Indonesia (X-MOC), Toyota Sienta Community Indonesia (TOSCA) dan Innova Community (IC) dalam acara Meet And Great di GIIAS 2018. Tak hanya komunitas, Meet And Great ini juga dihadiri oleh Fitra Eri sebagai nara sumber.
"Kami mencoba memberikan sajian yang terbaik kepada pengunjung pameran GIIAS 2018. Lampu pada kendaraan merupakan salah satu komponen yang vital. Itulah sebabnya kami ingin berbagi edukasi seputar lampu, mulai dari tren hingga bedah fitur teknologi lampu kendaraan terkini seperti jenis lampu LED (Light Emitting Diode)," buka Lily Hernawan, selaku Direktur CV SPN.

Dalam kesempatan ini, Fitra Eri pun turut memberi komentar. Dimana menurut dia lampu jenis LED merupakan pengembangan terkini pada lampu mobil. Dimana penggunaan lampu LED, yang terpenting sinar dan cahayanya fokus dan tidak menyebar. Sehingga mampu menjadi sebagai alat bantu bagi pengemudi untuk berkendara kapanpun dan dimanapun
"Hingga saat ini kebanyakan mobil-mobil terbaru di Indonesia telah menggunakan lampu LED. Kelebihan lampu LED memberikan visibilitas yang lebih jauh dan cahaya yang lebih jernih. Serta yang paling penting adalah menghemat energi," jelas Fitra kembali.
Sambung Lily, bahwa pihak pabrikan pun memiliki standar untuk satuan warna cahaya pada angka 4.300Kelvin. Artinya, dengan cahaya tersebut aman digunakan berkendara untuk malam hari, ketika hujan hingga berkabut. Lantaran cahaya yang dihasilkan masih bersifat menembus hujan dan kabut.

"Artinya adalah dengan cahaya tersebut aman digunakan berkendara untuk malam hari, ketika hujan hingga berkabut. Lantaran cahaya yang dihasilkan masih bersifat menembus hujan dan kabut. Seperti salah satu produk kami yang baru saja diluncurkan, yang didesain bentuk kecil menyerupai lampu jenis Halogen. Bahkan semua komponen termasuk LED driver menjadi satu kesatuan. Cocok untuk digunakan sehari-hari, bahkan ketika musim hujan." jelas Lily.
Dari acara ini, Autovision berharap para konsumen tidak hanya sekedar mengganti lampu kendaraan. Namun juga harus memikirkan faktor keselamatan dan kenyamanan berkendara." tutup Lily Hernawan.
















0 komentar: